PANJI

PANJI

Pada sistem operasi Android, Google telah bekerja pada peningkatan daya tahan baterai perangkat, dengan menghentikan kegiatan yang berlangsung di latar belakang OS. Sementara pada build OS Android O yang akan datang, Google telah meningkatkan menu pengaturan baterai untuk membuatnya lebih mudah bagi pengguna untuk memahami berapa banyak aplikasi yang menguras baterai di latar belakang.

Jika aktivitas aplikasi tertentu menjadi penyebab mengapa baterai cepat habis, maka pada Android O Anda dapat membuka statistik baterai ponsel Anda, dimana Anda dapat melihat aplikasi mana saja yang menguras daya baterai Anda setelah pengisian ulang terakhir.

Sementara yang baik untuk diketahui, data yang ditampilkan pada Android O mengambil informasi satu atau dua langkah di luar ini. Dengan data pengaturan baterai yang tersedia dengan build Android berikutnya, Anda tidak hanya dapat menentukan presentase penggunaan daya baterai pada sebuah aplikasi saja, namun juga dapat memberitahu Anda waktu aktual yang Anda habiskan saat menggunakannya.

Tekan pada aplikasi individual, dan Anda akan dapat menemukan apakah sebagian besar daya baterai itu dikonsumsi saat aplikasi itu berjalan di latar belakang, atau jika itu terjadi saat Anda sedang aktif menggunakan aplikasi. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui informasi aplikasi mana saja yang boros menggunakan daya baterai, padahal sedang tidak digunakan, atau bisa melihat aplikasi yang boros baterai namun memang Anda gunakan.

Sebagai contoh, katakanlah Anda memainkan game tertentu cukup sering dan melihat bahwa game tersebut menggunakan persentase yang tinggi dari baterai Anda. Jika ini terjadi, ketika sebagian besar aplikasi sedang berjalan di latar belakang menguras baterai, Anda dapat menghapus atau menutup secara paksa aplikasi yang boros daya baterai.

Saat ini telah banyak tersedia portal untuk mencari pekerjaan yang bisa Anda kunjungi untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minat Anda. Bahkan Anda juga bisa mencari lowongan pekerjaan berdasarkan posisi atau tingkat gaji yang ditawarkan.

Namun tampaknya Google ingin membuat hal tersebut menjadi lebih mudah lagi bagi Anda untuk mencari lowongan pekerjaan tanpa harus membuka banyak portal. Pada event Google I/O 2017, mereka telah meluncurkan sebuah inisiatif baru yang akan diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan yang disebut Google for Jobs. Menurut Google, salah satu alasan di balik inisiatif ini karena, “Hampir setengah dari pengusaha AS mengatakan mereka masih memiliki masalah mengisi posisi yang terbuka.

Sementara itu, pencari kerja sering tidak tahu ada lowongan pekerjaan yang berada dekat dari mereka, karena sifat posting lowongan pekerjaan dengan omset tinggi, traffic rendah, dan inkonsistensi dalam judul pekerjaan membuat mesin pencari kesulitan untuk mengklasifikasikan mereka.” Google juga menambahkan, “Sebagai bagian dari upaya ini, kami akan meluncurkan fitur baru di Google Search dalam beberapa minggu mendatang yang membantu orang mencari pekerjaan di seluruh pengalaman dan termasuk tingkat upah pekerjaan yang secara tradisional telah jauh lebih sulit untuk mencari dan mengklasifikasikan, seperti pekerjaan layanan dan ritel.” Sekarang Google tidak akan menghilangkan atau mencoba untuk bersaing dengan situs pencarian kerja yang sudah ada.

Tampaknya Google benar-benar akan bermitra dengan beberapa dari mereka seperti Monster, CareerBuilder, LinkedIn, dan Glassdoor untuk membantu memberikan konteks tambahan dan rincian tentang pekerjaan, dan akan menggunakan mesin pembelajaran untuk membantu pencari kerja mendapat lowongan yang sesuai dengan apa yang mereka inginkan dengan apa yang perusahaan cari.

Lelucon bisa menjadi sangat tidak lucu bila sudah mengganggu kepentingan umum. Apalagi bila ada orang yang memintamu berbicara suatu “hal” dengan asisten digital semacam Siri atau Cortana. Salah satunya berkata “108” kepada Siri.

Memangnya apa yang akan terjadi? Ternyata 108 merupakan kode untuk melakukan panggilan darurat otomatis ke kepolisian negara tempat kita tinggal! Misalnya bila di US otomatis menghubungi 911, di UK tersambung ke 999, dan di India tetap 108.

Indonesia sendiri, panggilan darurat untuk Mabes Polri ada di 110. Adalah Latoya Beckett, yang pertama kali menyebarkan prank 108 ini di Facebook. Dirinya seharusnya bertanggung jawab atas panggilan-panggilan tak sengaja ke banyak sekali markas kepolisian di US!

Tetapi mau bagaimana, memang tidak ada yang tahu tentang hal ini. Akhirnya, kepolisian pun menegaskan agar berhati-hati dan jangan sembarangan termakan omongan orang di sosial media.

Sebab, bahkan bukan hanya 108, ada juga dengan cara berkata, “nine divided by eleven,” (menjadi 9/11), dan masih banyak cara lainnya. Ditakutkan ketika ada seseorang yang benar-benar butuh bantuan dari kepolisian, justru tertunda karena ketidaktahuan kita.

Minggu, 14 Mei 2017
DEPOK – Depok ICT Award (Depicta) 2017 bukan hanya sekadar ajang perlombaan biasa, tapi juga punya peran strategis bagi mereka yang ingin eksis di dunia teknologi informasi. Mereka yang keluar sebagai juara dalam ajang ini, nantinya akan disalurkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok untuk bisa berkiprah di perusahaan besar.

Demikian ditegaskan Walikota Depok Mohammad Idris saat menghadiri penutupan kegiatan Depicta 2017 di D’Mall Depok, Minggu (14/5/2017) “Ada sesuatu yang baru bagi pemenang Depicta 2017 ini, kami akan pertemukan dengan pengusaha-pengusaha, perusahaan-perusahaan untuk bisa link dengan mereka yang sudah mempunyai aplikasi-apikasi yang sangat kreatif,” Ujar Idris diahadapan peserta acara.

Kelompok Andara Tec dari STT Nurul Fikri berhasil menjadi Juara dalam Depicta 2017 dengan Aplikasi Traspedia yang bertujuan untuk memudahkan para nasabah bank sampah dalam melakukan transaksi ini, berhasil mengalahkan delapan kelompok peserta lainnya.

Salah seorang personel Andara Tech, Irfan Prasetyo, menjelaskan Aplikasi Trashpedia ini merupakan Aplikasi manajemen bank sampah secara mobile di Kota Depok yang menghubungkan antara pengepul dan para nasabah bank sampah. Selama ini para nasabah masih banyak yang melakukan transaksi dan juga pendataan menggunakan cara manual, yakni dengan menulis di kertas atau buku yang sewaktu-waktu bisa saja hilang.

“Aplikasi ini akan mencatat semua transaksi sekecil apapun, dan sekalian juga untuk mensosialisasikan tentang bank sampah karena bank sampah ini adalah untuk mewujudkan green smart city, termasuk zero waste atau pengolahan sampah hijau,” ujar Irfan.

Selain itu, karya yang sudah dihasilkan oleh bank sampah juga bisa disalurkan di Aplikasi ini, dan dapat diambil oleh para pengepul. Sebab, salah satu kendala yang dihadapi oleh bank sampah saat ini adalah jaringan untuk menyalurkan hasil-hasil dari bank sampah tersebut.

“Di sini mereka bisa memasukkan data mengenai hasil dari bank sampah mereka, pengepul akan membeli dan menjual dan hasilnya akan masuk ke tabungan para nasabah,” ujar Irfan, saat penutupan kegiatan DEPICTA 2017 di D’mall Depok, Minggu (14/05/2017).

Lebih lanjut Irfan mengatakan bahwa dalam Aplikasi ini kemudahan yang disediakan antara lain adalah mengenai lokasi bank sampah yang sangat berguna bagi para pengepul, saldo para nasabah dan informasi event-event bank sampah dilaksanakan baik oleh Pemkot Depok, bank sampah itu sendiri maupun komunitas lingkungan.

“Aplikasi ini juga kan mendukung green smart city, melalui aplikasinya bisa dibilang cerminan dari smart city, dan dari kontennya mendukung green city agar Depok menjadi zero waste city melalui kegiatan bank sampah,” tambahnya.

Ke depan dirinya berharap, Aplikasi ini bisa digunakan oleh Pemerintah Kota Depok untuk meningkatkan keberadaan bank sampah, dan juga memberikan kemudahan bagi para pelaku bank sampah di Kota Depok dalam melakukan rutinitasnya.

“Hingga saat ini sudah ada tiga bank sampah yang menggunakan Aplikasi ini, dengan menangnya kami di Depicta ini, diharapkan Pemkot Depok bisa turut mensosialisasikan Aplikasi ini kepada bank sampah lainnya,” pugkas Irfan.

Hal tersebut diamini oleh Plt Kepala Diskominfo Kota Depok Widyati Riyandani, yang mengatakan bahwa pihaknya tentu akan mengkaji Aplikasi tersebut.

“Karena kita kebetulan juga sedang berjuang terkait dengan permasalahan sampah, mudah-mudahan Aplikasi itu bisa menjadi pilot project untuk membantu bank-bank sampah yang sekarang sudah terkelola dan terstruktur pengelolaannya,” jelas Widyati.

Widyati menambahkan bahwa pihaknya saat ini melihat yang dibutuhkan adala organisasi bank sampah yang terstruktur dulu, untuk kemudian bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersian (DLHK) agar Aplikasi tersebut bisa digunakan. (San)

Sumber : http://www.depokpos.com/arsip/2017/05/aplikasi-trashpedia-buatan-stt-nurul-fikri-juarai-depicta-2017/

Seringkali penggunaan Chrome dianggap senang memakan RAM. Atau beberapa kasus lainnya Chrome berjalan dengan lambat. Hal tersebut tentu saja sangat mengesalkan. Padahal, ada loh cara untuk bisa mengatasi hal tersebut. Anda tetap bisa memperoleh kinerja yang maksimal dari Google Chrome dengan tingkat penggunaan RAM yang terbatas.

Berikut ini adalah caranya:

1. Menutup proses secara manual jika Chrome Anda berjalan lambat, Anda cukup melihat daftar proses yang tengah berjalan. Untuk masuk ke Task Manager, tekan Shift + Esc untuk Windows atau dari menu Window jika Anda , memakai Mac. Lalu Anda bisa mengurutkan proses menurut penggunaan memori dan mematikan apapun yang tidak dibutuhkan.

2. Singkirkan semua ekstensi yang tidak dipakai secara manual hanya karena mendownload video di satu waktu, bukan berarti membutuhkan ekstensi di setiap waktu. Anda harus selektif memilah ekstensi yang kamu installdan selektif mana ekstensi yang kamu simpan. Jadi ketik chrome: // extensions ke address bar untuk menonaktifkan ekstensi yang tidak dibutuhkan secara reguler yang masih berguna. Lalu hapus ekstensi yang menurut Anda tidak berguna.

3. Buat semua plugin bekerja secara manual Chrome sejak tahun kemarin telah memblokir Flash ads kecuali website utama. Tetapi chrome sudah menyertakan “click to play” yang mana chrome tidak otomatis memainkan atau memutar setiap plugin. Anda bisa mengaktifkannya ke setelan chrome: //settings, klik on Show Advanced settings, lalu klik Content settings under Privacy. Gulir ke bawah ke bagian Plugins dan pilih ‘Let me choose when to run plugin content’.

4. One tab dan The Great Suspender jika Anda cenderung menyimpan banyak tab dan tidak berniat mengubah kebiasaan itu, ada beberapa ekstensi yang bisa membantu. Dua pilihan yang paling populer adalah One Tab dan The Great Suspender. One Tab pada dasarnya memungkinkan Anda menutup setiap tab yang terbuka dengan satu klik dan mengubahnya menjadi daftar. Kapanpun Anda perlu mengakses tab lagi, Anda dapat mengembalikan semuanya sekaligus atau secara individual dengan mengklik link masing-masing. Anda juga dapat dengan mudah mengekspor dan mengimpor tab Anda sebagai daftar URL. Bergantung pada berapa banyak tab yang Anda jalankan dan berapa banyak skrip yang berjalan di dalam tab Anda, memindahkannya ke OneTab dapat meningkatkan kinerja secara signifikan.

5. Data Saver Extension Jika koneksi Anda lamban atau loading lama, Anda bisa memakai ekstensi ini. Ekstensi ini dapat membantu mengurangi penggunaan data dengan memakai server perusahaan untuk memampatkan halaman sebelum dikunjungi. Tetapi perlu diketahui bahwa halaman yang diakses dari koneksi pribadi atau HTTPS atau tab penyamaran tidak akan dioptimalkan atau tidak dilihat Google.

%AM, %16 %388 %2017 %08:%Mei

Opera Terbaru Bisa Untuk Chatting

Persaingan web browser di tahun ini memang semakin sengit. Google Chrome masih kokoh di puncak, Mozilla Firefox yang masa emas-nya sudah berlalu dan Microsoft Edge yang masih mencari “pengikut” lewat branding, belum bisa menggoyahkan Chrome sedikitpun.

Tapi, ada satu lagi browser yang baru saja “lahir kembali” ini barangkali justru bisa menjadi kuda hitam! Opera Reborn, kini menghadirkan browser terbarunya dengan fitur yang dibutuhkan masyarakat. Sebab, belum ada browser lain selain Opera yang bekerjasama dengan penyedia layanan chat seperti Messenger, WhatsApp dan Telegram agar pengguna bisa langsung chatting dengan teman via browser.

Tak perlu menginstall ekstensi atau add-on, aplikasi chat tersebut sudah merupakan salah satu fitur dari Opera. Alhasil, kita bisa chat di WhatsApp lewat komputer, dengan jendela yang menyesuaikan otomatis, dan tidak mengganggu layar saat browsing. Inilah bedanya dengan aplikasi pihak ketiga yang mungkin pernah kamu gunakan untuk membuka WhatsApp di komputer.

Selain fitur andalannya, Opera tak lupa memberikan fitur-fitur standar seperti browser lain. Selain itu, tampilan segar dengan animasi yang sederhana membuat Opera Reborn ini bisa saja menjadi browser favorit hanya dalam waktu singkat.

Silicon Valley kerap disebut-sebut sebagai pusatnya perkembangan startup dunia. Apalagi, di sini menjadi rumah dari para perusahaan teknologi besar dunia. Namun siapa sangka, ekosistem yang mendukung tersebut tidak membuat Silicon Valley sebagai wilayah dengan talenta IT untuk startup nomor 1 dunia.

Sebuah laporan dari Startup Genome mengungkapkan, talenta IT startup yang dimiliki oleh negara tetangga Singapura berhasil mengalahkan Silicon Valley. Secara keseluruhan, Singapura memang berada di rangking 12 pada daftar yang dirilis Startup Genome. Namun, untuk kategori talenta IT, Singapura menjadi negara yang pertama.

Startup di Singapura memang memperoleh berbagai keuntungan. Mulai dari lokasinya yang memang dikenal sebagai pintu gerbang menuju Asia Tenggara hingga kebijakan pemerintah. Saat ini, terdapat sekitar 1.600 hingga 2.400 startup yang memperoleh bantuan subsidi dari pemerintah setempat. Buktinya, founder startup dari Singapura menjadi yang paling muda sedunia, di angka 28 tahun. Salah satu hal yang membuat talenta IT memilih Singapura adalah gaji.

Di negara tetangga itu, gaji seorang software engineer berada di kisaran 35 ribu USD. Angka ini memang masih di bawah rata-rata gaji software engineer di tingkat dunia yang berada di angka 49 ribu USD. Dalam studi ini, Startup Genome mempertimbangkan delapan faktor yang dipakai untuk menilai ekosistem sebuah negara. Di antaranya adalah performa, pendanaan, pangsa pasar, global connectedness, talenta, startup experience, resource attraction, ekosistem demografis, serta demografis founder. Dari keseluruhan faktor tersebut, Silicon Valley masih menjadi yang pertama. Hanya saja, Amerika kini mulai mengalami penurunan daya tarik, terutama muncul dari Asia dan Eropa.

Tim yang berada di balik Tumblr telah berhasil membuat aplikasi baru yang bernama Cabana, dimana aplikasi tersebut akan memungkinkan Anda untuk menonton video online dengan teman-teman secara bersama-sama. Tentu ini akan semakin seru, karena bisa menonton video bersama-sama.

Pada dasarnya Anda seperti melakukan video chat kepada beberapa teman atau keluarga, kemudian menonton video YouTube bersama-sama untuk memberikan reaksi terhadap isi video. Namun ini bukan sesuatu yang baru, karena Google juga pernah melakukan hal itu. Google telah menghadirkan fitur tersebut melalui Mode YouTube party pada Hangouts dan dengan aplikasi Uptime. Ini jelas bahwa aplikasi ini dimaksudkan untuk kelompok usia tertentu, prototipe buatan Tumblr sendiri terbukti menjadi populer di kalangan remaja yang berusia 13 sampai 18, dan mereka sepertinya menjadi target demografis untuk Cabana.

Pengguna berjumlah enam orang yang dapat melakukan video chatting sekaligus di Cabana, dimana semua pengguna akan memiliki kemampuan untuk berhenti sejenak dan mengubah video yang ditonton seluruh anggota kelompok chatting. Aplikasi ini memiliki fitur integrasi ke YouTube sehingga memungkinkan pengguna memanfaatkan situs berbagi video terbesar di dunia itu selama berjam-jam tanpa henti.

Cabana memungkinkan pengguna mengundang teman-teman mereka dari Tumblr atau siapa pun dalam daftar kontak mereka. Namun, ada hal yang perlu dicatat bahwa pengguna yang ada di luar Amerika Serikat tidak dapat menggunakan aplikasi ini. Aplikasi Cabana hanya tersedia untuk iOS untuk saat ini, jadi meskipun pengguna Android berada di Amerika Serikat masih belum bisa menggunakannya.

Tumblr belum mengatakan jika mereka akan merilis aplikasi Cabana untuk pasar lain, namun tentu kita berharap jika mereka merilis layanan ini ke negara lain juga. Tapi mereka telah mengkonfirmasi bahwa aplikasi Cabana versi Android akan tersedia bulan depan.

Menikmati espresso dari sebuah case ponsel? Sepertinya terdengar menggelitik namun Mokase merupakan case smartphone yang berfungsi sebagai dispenser espresso. Case tersebut telah meluncur di situs Kickstarter dan diiklankan dengan kemampuan untuk memanaskan espresso antara 50 hingga 60 derajat Celcius. Tentu dengan begitu kamu bisa memiliki 25ml espresso hangat di manapun kamu berada.

Jadi bagaimana Mokase bekerja? Case ini rupanya membutuhkan cartridge espresso khusus yang dipanaskan oleh built-in baterai pada case ini. Pipa yang mengalirkan espresso terbuat dari paduan aluminium-silikon yang tampaknya dapat menangani cairan panas tanpa melepaskan racun apapun.

Seluruh proses tersebut dapat dimulai melalui aplikasi pendamping. Belum diketahui secara pasti apakah case ini hanya akan bekerja jika dihubungkan dengan smartphone atau bisa melakukannya secara terpisah. Selain itu, belum diketahui jenis kopi yang mereka gunakan atau mungkin mereka juga menjual kopi sebagai satu paket.

Mokase bisa muat pada beberapa perangkat dari Apple, Samsung, Huawei, dan LG. Case ini dibanderol mulai $54 (Rp700 ribuan). Namun perusahaan ini masih jauh dengan goal yang mereka tetapkan sebesar € 75,000, mungkin saja karena produk ini kurang masuk akal jika dibuat menjadi nyata.

Jika hanya untuk membuat espresso, mengapa harus berbentuk sebuah case smartphone, bukannya membuat alat kecil yang dikhususkan untuk menyeduh espresso. Namun mereka masih memiliki 44 hari untuk mencapai goal mereka, dan semoga saja para pecinta espresso mendukung proyek ini.

Beberapa tahun yang lalu Apple telah memperkenalkan bahasa pemrograman bernama Swift yang lebih khusus ditujukan untuk para pengembang aplikasi. Selain itu, Apple juga melihat potensi yang dimiliki oleh anak-anak dalam mengembangkan aplikasi, sehingga Apple memiliki ide untuk membuat Swift Playground yang akan mengajarkan anak-anak bagaimana cara coding.

Kini, Apple tampaknya melanjutkan upaya mereka untuk memperkenalkan coding kepada anak, namun sekarang Apple menggandeng Tynker. Bagi yang belum familiar, Tynker merupakan sebuah platform pendidikan STEM yang berbasis di San Francisco, AS.

Kedua perusahaan telah merilis dua aplikasi pemrograman berbasis permainan yang ditujukan terhadap anak-anak dalam upaya untuk membuat pengalaman belajar coding yang menyenangkan. Hal itu datang dalam bentuk Space Cadet dan Dragon Spells. Kabar baiknya bahwa kedua aplikasi tersebut dapat di-download secara gratis.

Menurut keterangan, “Space Cadet dan Dragon Spells adalah kursus pengantar yang mengajarkan dasar-dasar pemrograman yang menyenangkan, menarik, dan dengan cara intuitif, melalui 115 level teka-teki coding dan proyek DIY (do-it-yourself). Pada Space Cadet, siswa TK sampai kelas dua SD memecahkan teka-teki dan tantangan pemrograman yang bertema luar angkasa. Dalam Dragon Spells, siswa kelas tiga hingga kelas lima belajar dasar-dasar pemrograman karena mereka melatih naga mereka dan mengumpulkan harta. Dalam kedua kursus itu, siswa belajar melalui cara bermain yang kreatif karena mereka dapat memecahkan teka-teki, membangun proyek-proyek, dan menghidupkan karakter.”

Meskipun kedua aplikasi itu ditujukan untuk anak-anak, namun jika Anda seorang dewasa yang tidak memiliki latar belakang atau pengalaman dalam coding, aplikasi ini juga bisa berguna untuk memahami dasar-dasar bekerja melalui sebuah algoritma untuk sampai pada hasil yang diinginkan.