×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 982

Kisah dan Curhat

Kisah dan Curhat (111)

Mungkin tidak setiap orang menyukai susu sapi. Sda pula orang yang memang tidak bisa mengkonsumsi susu sapi, seperti mereka yang bertipe Lactosa Intolerance atau orang yang tidak memiliki enzim Laktase untuk mengubah kandungan Laktosa dalam susu tidak diproduksi saat dewasa. Sehingga orang tersebut akan merasakan sakit pada perut, apabila ada kandungan laktosa dalam makanan yang dicerna oleh lambungnya.

Lalu, bagaimana cara orang-orang yang tidak mengkonsumsi susu untuk mencukupi angka kecukupan gizinya setiap hari? Karena susu termasuk dalam "4 sehat 5 sempurna". Kebutuhan kalsium manusia dalam sehari bisa mencapai 800-1000 mg. Masih banyak alternatif agar angka kecukupan gizi terpenuhi, seperti mengganti susu sapi dengan susu kedelai. Kandungan gizi susu kedelai tidak kalah dengan susu sapi karena kandungan kalsium dalam susu kedelai tinggi, serta masih banyak lagi kandungan yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

Inilah cara sederhana untuk membuat susu kedelai di rumah tanpa bahan tambahan berbahaya dan pemanis buatan:

1. Siapkan kacang kedelai yang sudah direndam kurang lebih selama 24 jam. Manfaatnya untuk memudahkan proses penghancuran, kemudian timbang sesuai volume yang dibutuhkan

2. Cuci bersih dan buang kulit ari kacang kedelai agar tidak bau langu.

3. Proses penghancuran dengan menggunakan blender, tambahkan air setengah dari volume yang dianjurkan (volume 1:8)

4. Penyaringan sari kedelai, lalu pisahkan ampas kedelai.

5. Pasteurisasi hingga suhu 40 derajat Celcius, sambil dibuang busa yang terdapat dalam sari kedelai dan tambahkan gula.

6. Dinginkan susu kedelai.

7. Susu kedelai siap dihidangkan

Proses pembuatannya sangat sederhana, dengan alat yang sederhana pula. Siapapun dapat membuatnya di rumah. (Ratih Septia Giri)

%AM, %16 %041 %2015 %00:%Mar

Rencana untuk Masa Depan

Written by

Masa depan kita adalah keputusan yang kita buat, karena masa depan masing-masing orang tergantung dari perencanaan dan usaha yang ia lakukan. Jika perencanaan matang disertai dengan usaha keras kemungkinan besar masa depannya akan seperti apa yang di inginkan.

Banyak orang yang mengatakan, "Ah, kita mah bagaimana takdir saja." Memang semua peristiwa sudah ditakdirkan oleh Sang Maha Kuasa, namun semuanya akan berjalan sesuai dengan usaha yang kita lakukan. Takdir terbagi dalam dua bagian: Mubrah yaitu yang tidak bisa diuubah seperti ajal, kemudian Takdir Muallaq yaitu yang dapat diubah seperti hasil ujian yang besar atau kecil akan tergantung pada usaha yang kita lakukan.

Masa depan akan lebih ideal, apabila kita menyusun rencana terlebih dahulu. Dari rencana tersebut akan ada suatu kekuatan atau dorongan untuk berusaha dengan baik. Tidak hanya merencanakan, tetapi kita juga harus mengelola apa yang sudah ada atau rencana yang akan dilaksanakan dengan baik, agar hasil yang baik akan tetap terwujud.

Sekitar akhir bulan November 2014, lembaga PPSDMS bekerjasama dengan Laznas BSM mengadakan Training Mengelola Hidup dan Merencanakan Masa Depan, serta Mapping bersama seorang inspirator yang sangat luar biasa, yaitu Marwah Daud Ibrahim. Semua peserta wajib mengikuti training selama dua hari. Kegiatan ini dilaksanakan di auditorium Gedung PPSDMS dan diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah.

Susunan acara sangat menarik, salah satunya merencanakan masa depan untuk 90 tahun ke depan. Semua peserta diberikan satu lembar besar peta hidup untuk diisi rencana apa saja yang ingin dilakukan di masa depan. Selain merencanakan dan mengelola hidup, kegiatan ini juga mengarahkan peserta ke Masa Depan sesuai dengan bakat yang memang sudah ada pada diri masing-masing sejak lahir.

Kegiatan itu dinamakan dengan Tallent Mapping. Seluruh peserta diharapkan untuk mengisi beberapa pertanyaan mengenai karakter dan bakat. Hasil tes menunjukan bakat apa yang ada pada diri masing-masing peserta.

Kurang lebih tiga bulan setelah pelaksanaan Training MHMMD dan Tallent Mapping, yakni Februari 2015, seluruh peserta membentuk atau digabungkan dengan Komunitas Alumni MHMMD. Hal itu bertujuan untuk mengetahui kemajuan dari rencana yang dibuat peserta pada saat training. Kegiatan ini memberikan banyak pelajaran bagi peserta karena merencanakan adalah sebagian dari keberhasilan. (Ratih Septia Giri)

Saya mengikuti kuliah Change Management, dosen yang mengajar adalah Dr. Bambang Priantono M.T. Di sela penyampaian materi, Dosen bercerita tentang dunia kerja, terutama pengalamanya selama bertugas di berbagai perusahaan. Hal menarik yang disampaikannya adalah kaitan pendidikan dan pekerjaan. Saat ini, Dr. Bambang menjabat sebagai Direktur Utama Lintasarta (anak perusahaan Indosat).

Ia bercerita mengenai pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Begitu pentingnya bahasa Inggris karena bisa mempengaruhi jabatan dalam perusahaan. Ia bercerita mengenai orang-orang yang menjabat di sebuah perusahaan, kemudian tersisihkan, karena tidak bisa mengkomunikasikan gagasan yang bagus dalam bahasa Inggris di depan orang-orang asing.

Ketika orang Indonesia yang pintar dalam lingkungan kerja yang terdapat banyak orang asing di perusahaannya, maka tantangan semakin besar. Misalkan, kita mempunyai pengetahuan sebanyak 10, kemudian karena bahasa asing kita lemah dan tidak bisa menyampaikan gagasan kita dalam bahasa asing secara memadai, maka dari 10 tadi menjadi hanya 4 gagasan saja yang berhasil disampaikan. Akhirnya, para petinggi yang notabene orang asing ini merasa kecewa. Orang pintar itu yang semula orang penting dalam perusahaan kemudian tersisih.

Kita semua pasti ingin berhasil, kemudian yang muncul justru kekhawatiran. Kita harus menguasai ini dan itu untuk bisa berhasil. Dr. Bambang yang sudah berpengalaman merintis berbagai keberhasilan, malang-melintang di perusahaan yang bisa dikatakan maju dan terdepan di Indonesia, sudi berbagi cerita kepada para mahasiswanya yang masih muda. Ia menyampaikan, "Untuk berhasil, setiap orang hanya perlu fokus pada kemampuan, jangan mengandalkan kuliah dan gelar sarjana. Seorang anak, jangan menunggu disekolahkan sampai sarjana untuk menguasai bidang tertentu, cukup lihat kemampuan dan ketertarikan apa yang bisa dikuasai. Bisa terlihat dari masa kecil sampai SLTA."

Jika memang tertarik pada desain, maka fokus saja di sana, tidak perlu menunggu sampai ke universitas untuk menguasainya. Selain itu, juga perlu mencermati kondisi lingkungan, mendukung atau tidak. Kemudian ia memberi contoh yang relevan, bercerita mengenai seorang anak yang suka sepakbola. Anak itu diberitahu, jangan menjadikan sepakbola menjadi fokus utama karir dan profesi. Karena di Indonesia saat ini, jika kita hidup dan bergantung dari sepakbola, maka kondisi akan sulit. Sepakbola di Indonesia belum profesional dan belum maju, kecuali jika kita hidup di Eropa, maka sangat memungkinkan bisa maju karena lingkungan di sana sangat mendukung. Banyak sekolah sepakbola dan para pemain bisa bergaji tinggi.

Itu artinya kita juga melihat realitas di sekeliling, bidang mana yang cukup kuat untuk bisa dijadikan alasan, mengapa kita menekuni bidang tersebut, karena memang mendukung dan kesempatan terbuka lebar. Sementara itu, lihatlah sepakbola Tanah Air kini, carut marut dan sulit untuk membangun karir dan hidup dari sana. Cukuplah sepakbola hanya sebagai hobi.

Lebih jauh lagi, ia memberi contoh public figure yang tidak menyekolahkan anaknya di sekolah formal, tetapi hanya homeschooling. Itu artinya, cukuplah dikembangkan bakat anak yang sudah terlihat, dan bisa berkarya. Kemudian yang paling penting dan harus digarisbawahi adalah mereka bisa hidup dari sana. Cukuplah pekerjaan itu bisa menghidupi karena kemampuan yang diasah sendiri, jangan hanya mengandalkan dunia pendidikan formal.

Dr. Bambang yang sudah memiliki banyak pengalaman ingin memberitahu mahasiswa bahwa tidak hanya menuntut pendidikan formal yang tinggi, namun perlu menekuni bidang yang kita suka dan bisa menghidupi kita, membiayai hidup kita dan kita bisa hidup dari bidang pekerjaan yang kita tekuni dan kita minati. Bisa saja saat kuliah, kita mendapatkan banyak ilmu, tetapi jangan mengandalkan itu saja.

Perusahaan itu kejam, persaingan ketat, siapa yang tidak memenuhi target pekerjaan, maka harus siap diganti. Belum lagi adanya kontrak kerja atau yang dikenal dengan istilah outsourcing. Hingga seorang direktur bisa mengundurkan diri dari jabatanya karena tidak cocok lagi, tidak cocok dengan lingkungan yang telah berubah, tidak seperti lingkungan yang sebelumnya karena pucuk kepemilikan telah berganti dan pemegang saham tidak sejalan dengannya.

Jabatan, uang, atau penghasilan yang besar tidak menjamin hidup kita otomatis nyaman dan membuat kita bahagia. Belum tentu kita bisa menikmati hidup ini, jika kita mempunyai jabatan wah dan gaji tinggi. Bayangkan, direktur itu mengundurkan diri dari jabatan yang bisa disebut sebagai jabatan bergengsi, jabatan yang sulit diraih, dengan gaji yang besar. Siapa yang tidak tergiur? Tapi, dia justru meninggalkannya.

Saatnya kita menyadari, betapa di usia muda ini tentu masih ingin melakukan banyak hal. Kita juga ingin merasakan apa itu persaingan di perusahaan, mengerjakan banyak hal dan berbagi manfaat untuk banyak orang.

Untuk kita, yang telah masuk ke perguruan tinggi, Dr. Bambang mengingatkan agar tidak menyia-nyiakan peluang begitu saja. Jika kita yang kuliah hanya memiliki kemampuan standar, maka percuma saja kuliah. Tak usah kuliah, jika sama saja hasilnya. Gali terus potensi setinggi mungkin, pelajari bahasa Inggris agar maksimal. Kita tidak boleh minder dan kalah oleh mahasiswa yang berasal dari almamater bonafid.

Karena yang dilihat di lapangan nanti adalah kemampuan, skill yang berbicara. Bila keterampilan kita lebih bagus, bahasa Inggris lebih jago dan lebih baik dari mahasiswa yang berasal dari universitas ternama, maka kita yang diambil. Untuk itu, jangan sia-siakan kesempatan yang telah diberikan kepada kita saat ini.

%AM, %02 %041 %2015 %00:%Mar

Jangan Salahkan Takdir

Written by

Takdir ialah suatu ketetapan Allah Swt yang sudah ditentukan meliputi waktu, tempat, dan ukurannya. Semua yang terjadi di langit dan bumi ini sudah ada takdirnya, termasuk kita sebagai manusia. Sebagian manusia menggunakan kata takdir sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Padahal, takdir itu sendiri ternyata bisa diubah, dengan izin Allah Yang Mahakuasa. Memang ada beberapa takdir yang hanya Allah Mahatahu dan manusia tidak bisa mengubahnya, akan tetapi kita berusaha untuk menjadi yang makhluk terbaik dengan segala amal kebaikan, bukan malah berpangku tangan.

Ada beberapa cara agar kondisi kita dapat diubah oleh Allah Ta'ala dari nasib buruk ke nasib baik:

Yang pertama adalah doa. Hadits dari Imam Turmudzi dan Hakim, diriwayatkan dari Abdullah Bin Umar, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barangsiapa hatinya terbuka untuk berdoa, maka pintu-pintu rahmat akan dibukakan untuknya. Tidak ada permohonan yang lebih disenangi oleh Allah daripada permohonan orang yang meminta keselamatan. Sesungguhnya doa bermanfaat bagi sesuatu yang sedang terjadi dan yang belum terjadi. Dan tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa, maka berpeganglah wahai hamba Allah pada doa." (HR Imam Turmidzi dan Hakim)

Sebagian di antara kita ada yang dilahirkan dari keluarga kurang mampu dan kita tidak bisa mengubah takdir dari masa lalu, akan tetapi di masa depan kita bisa mengubah takdir kita agar menjadi keluarga yang lebih baik dan sejahtera, dengan cara banyak berdoa dan tentunya berusaha.

Kedua, yaitu bersedakah. Rasullulah Saw bersabda: "Silaturahim dapat memperpanjang umur dan bersedekah dapat mengubah takdir yang mubram." (HR Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, dan al-Hakim)

Maksud dari takdir yang mubram ialah takdir yang tidak bisa berubah walau kita berdoa dan bekerja keras karena sudah menjadi ketetapan Allah. Jika kita tertimpa musibah kerugian karena sesuatu alasan, maka bersedekah akan dapat menghindarkan diri dari takdir itu.

Ketiga adalah bertasbih. Hadits yang diriwayatkan dari Sa'ad ibnu Abi Waqqash, Rasulullah Saw bersabda: "Maukah kalian aku beritahu doa, yang jika kalian memanfaatkan itu ketika kalian tertimpa kesedihan atau bencana, maka Allah akan menghilangkan kesedihan itu? Para sahabat menjawab: "Mau, wahai Rasulullah." Rasulullah bersabda, "Yaitu doa 'Dzun Nun': "Laa Ilaaha illa Anta, subhanaka inni kuntu min adh-dholimin" (Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim)." (HR Imam Ahmad, at-Turmudzi, dan al-Hakim)

Mudah-mudahan kita dapat mengamalkan doa tasbih ini. Jadi, tidak ada alasan bagi kita menyalahkan takdir. Segala sesuatu yang sudah terjadi, itulah takdir kita. Tapi, di hari yang akan dating, kita harus terus berusaha mengubah takdir yang dapat kita ubah, dengan berusaha semampu kita. Karena harapan itu selalu ada, insya Allah. (Muhamad Habib, Mahasiswa STT NF angkatan 2014)

Sumber: www.motivasi-islami.com/rahasia-mengubah-takdir/

Setiap manusia mempunyai kemampuan menyimpan dalam otak yang daya tampungnya seluas alam semesta. Tidak seperti komputer atau mesin lain yang daya tampungnya terbatas, daya tampung otak manusia adalah 28 quintilion (28 x 10 pangkat 18) bit data. Sel otak (neuron) berjumlah 1 triliyun dengan rata-rata 100 miliar sel aktif dan 900 miliar sel tidak aktif. Komputer super canggih sekalipun tidak bisa menandingi kemampuan daya tampung sel otak.

Banyak kalangan masyarakat menengah ke bawah iri dengan orang yang kondisi ekonominya lebih tinggi. Rakyat awam berpikir bahwa dengan uang, maka kebahagiaan dan semua keinginan dapat tercukupi. Menurut mereka, wajar jika orang-orang kaya mayoritas pintar, karena mereka ikut bimbingan belajar saja di mana-mana untuk meningkatkan kemampuannya. Sekolah super elite, fasilitas tercukupi. Padahal, semua itu hanya sebuah opini semata. Memang sekolah elite dan fasilitas yang mencukupi membuat orang lebih banyak pengetahuannya dibanding mereka yang serba terbatas.

Tapi ingat, tidak semua orang punya semangat untuk belajar dan ingin tahu banyak hal. Semua orang bisa menjadi pintar, asalkan mau belajar dengan sungguh-sungguh serta mempunyai semangat belajar yang tinggi dalam hidupnya. Semangat untuk terus ingin tahu banyak hal. Tidak harus les private yang berbiaya mahal, karena semua itu tidak menjamin orang untuk lebih pintar dari yang lain. Jika memang hidup terbatas tidak seperti orang lain yang hidupnya serba kecukupan, maka manfaatkan fasilitas yang ada itu untuk bisa menambah pengetahuan sebanyak-banyaknya.

Semua orang pasti mempunyai teman yang mahir ataupun lebih pandai dari dirinya sendiri. Maka kita bisa minta tolong diajarkan hal yang belum bisa, atau membuat kelompok belajar bersama. Menambah pengetahuan lewat senior-senior yang lebih berpengalaman, harus lebih aktif ketika dalam suasana belajar di kelas ataupun di kampus, serta menanyakan hal yang mungkin belum dimengerti dan dipahami.

Semua hal bisa dilakukan agar menjadi pintar, dengan syarat bersungguh-sungguh dan mau giat dalam belajar. Dulu saya pernah mempunyai seorang teman yang tak pernah ikut bimbingan belajar di lembaga manapun, tapi ternyata dia selalu menjadi juara kelas. Yang membuat dia seperti itu adalah selalu mempelajari hal-hal yang memang masih belum dipahami. Membiasakan diri membuat catatan pribadi yang lebih menyenangkan untuk dibaca, serta membaca buku di waktu-waktu kosong. Semua orang berpotensi untuk menjadi manusia yang pintar, tinggal bagaimana cara masing-masing pribadi mengolah otaknya agar bekerja secara maksimal.

Perlu dikuasai tips belajar efisien:

  1. Buatlah kelompok belajar,
  2. Belajar dari senior-senior yang lebih berpengalaman,
  3. Buat catatan semenarik mungkin untuk dibaca,
  4. Catat hal penting ketika dosen/guru menjelaskan,
  5. Tanyakan hal apapun yang belum diketahui, dan
  6. Luangkan waktu untuk membaca buku.

Namaku Berry Susanto, anak kedua dari tujuh bersaudara dari pasangan Edi Junaedi dan Unarsih. Saya lahir di Depok, memulai pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sirojul Athfal YKS Depok. Sebelum tamat ibtidaiyah, saya harus pindah ke MI Al Hidayah di Banjarharja, Brebes, Jawa Tengah.

Seteah lulus ibtidaiyah, saya melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Miftahul Huda, Depok. Hingga lulus Madrasah Aliyah di sekolah yang sama. Saya harus memupus mimpi untuk melanjutkan ke SMA Negeri karena keluarga tidak mampu. Alhamdulillah, Yayasan Miftahul Huda memberi beasiswa. Di sekolah, saya selalu menempati peringkat pertama sejak MTs sampai MA, hanya sekali menempati peringkat ketiga karena ada suatu masalah.

Sejak kecil saya dididik untuk mandiri oleh orangtua. Pernah berdagang gorengan di proyek pembangunan Masjid Dian Al Mahri (Kubah Emas), setiap pagi hari sebelum berangkat sekolah. Selain itu, bekerja di restoran bebek Surabaya Suryo, paruh waktu ketika sekolah aliyah. Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan saat menjadi penjual gorengan, termasuk menjadi karyawan kafe di kolam renang Ceria, Beji.

Ketika menjadi penjual gorengan, saya ingat, bila gorengan tidak habis, maka sedih sekali. Karena, tidak dapat uang untuk diberikan kepada orangtua sebagai belanja makanan hari itu. Terkadang kami sekeluarga hanya makan nasi dan garam saja.

Pada saat kelas 5 MI, saya tinggal bersama kakek dan nenek di Banjarharja, Brebes. Selama tinggal di sana, untuk kebutuhan sehari-hari, kami hanya mengandalkan kerja keras nenek yang berjualan es di pasar dan kakek yang bertani. Sedangkan, untuk uang jajan, saya harus mencarinya sendiri sebagai pesuruh saudara untuk belanja ke pasar. Biasanya akan diberikan upah, sepulangnya dari pasar.

Untuk meringankan beban orangtua, pada masa MTs, saya menjadi karyawan kantin di kolam renang Ceria, daerah Beji. Setiap akhir pekan, berbekal semangat saya mengayuh sepeda dari rumah menuju kolam renang. Saya bekerja sejak pagi dan pulang setelah shalat Isya, dengan upah yang didapatkan sebesar 10-15 % dari total penjualan hari itu. Semakin banyak jualan yang aris, maka semakin banyak pula upah yang didapatkan. Hal itu rutin dilakukan sampai saya beranjak ke kelas 1 MA.

Suatu ketika saya mendengar ada teman diperbantukan di salah satu restoran Bebek Surabaya dan diberikan upah yang lebih besar. Tentu saja itu menarik minat saya untuk bekerja di sana. Akhirnya saya menawarkan diri ke pengelola restoran bebek. Kebetulan pengelolanya adalah teman di organisasi remaja masjid di lingkungan tempat tinggal. Saya bekerja di sana sebagai waiter, pengantar makanan, bagian dapur dan kasir. Selama bekerja di restoran, saya merasakan peningkatan dalam hal pendapatan, sehingga bisa nyambi berjualan pulsa elektrik, Hal itu terus berlangsung sampai penghujung kelas 3 MA.

Selepas lulus dari Madrasah Aliyah, saya sempat bingung, ingin lanjut bekerja atau kuliah? Terus terang, saat itu saya masih labil, Saya ikut teman-teman mendaftar kuliah di salah satu politeknik swasta di daerah Lenteng Agung yang menyediakan fasilitas beasiswa. Setelah diterima, saya aktif di organisasi keagamaan kampus tersebut.

Setiap pagi saya berangkat menggunakan sepeda dibeli dari hasil keringat bekerja paruh waktu di restoran bebek. Setiap terdengar azan bergegas, saya memarkir sepeda di halaman masjid terdekat untuk shalat. Begitulah rutinitas selama dua semester di politeknik tersebut.

Waktu terus berjalan, satu per satu teman dekat berhenti kuliah dengan alasan mempunyai kesibukan lain. Semangat saya ikut mengendur dan merasa jenuh dengan rutinitas tersebut. Akhirnya saya tidak melanjutkan kuliah tersebut.

Sejak duduk di Tsanawiyah, masjid adalah rumah kedua bagiku. Ketika sedang jenuh atau ada masalah, pasti masjid yang menjadi tujuan. Begitu pula ketika selama kurang lebih dua tahun tak kuliah, saya menghabiskan waktu di masjid Al Ihya untuk belajar mengaji, mengajar TPA, menghafal Al Quran dan membantu kegiatan yang ada di masjid. Atau, ikut kegiatan organisasi di bawah masjid tersebut.

Saya pertama kali mengenal STT NF ketika kuliah di politeknik dulu. Saya pernah terlibat dalam seminar Open Source yang diselenggarakan LP3 STT NF. Sejak mengenal STT NF itu, ada rasa ingin sekali berkuliah di STT NF. Namun ternyata biaya kuliah tidak dapat dijangkau, terpaksa keinginan tersebut harus dikubur.

Setelah sekian lama mengajar TPA keinginan berkuliah di STT NF muncul kembali. Akhirnya, saya memutuskan mencari informasi kuliah di STT NF. Namun ternyata hasilnya tak berbeda dengan sebelumnya, biaya kuliah masih tak terjangkau. Tak patah semangat, saya berusaha mencari informasi Beastudi dari berbagai sumber dan Alhamdulillah, saya mendapat titik terang tentang informasi Beastudi di STT NF.

Dengan semangat, saya mendaftar dan berharap diterima kuliah di STT NF. Segala puji hanya bagi Allah Swt yang mengabulkan doa hamba-Nya. Saat ini saya sudah kuliah di semester 3 di STT NF. Saya banyak mendapatkan pelajaran yang berharga, mulai dari hal-hal yang berkaitan dengan manajemen, komputer dan pembentukan karakter.

Di STT NF, saya diajari komputer mulai dari nol sampai bisa. Sebenarnya banyak materi kuliah yang saya sukai, namun saya lebih memilih hal yang berbau bisnis dan manajemen. Di masa datang, saya ingin sekali membuat sebuah sanggar ilmu yang mengajarkan anak-anak kurang mampu, agar bisa terus belajar di sekolah dan berbisnis.

Selama ini, saya tidak mempunyai cita-cita yang spesifik. Saya hanya ingin menjadi orang yang bermanfaat di tengah masyarakat, namun ketika kuliah di STT NF, saya mendapatkan pencerahan tentang cita-cita. Insya Allah, saya ingin menjadi pengusaha dan database administrator. Saya berharap, semoga STT NF semakin maju dan seluruh tujuannya tercapai. Semoga seluruh pihak yang berkontribusi di STT NF senantiasa diberikan kesehatan jasmani dan rohani, umur panjang dalam ketaatan kepada Allah Swt. Sehingga Visi dan Misi STT NF dapat terwujud.

Saya sangat berterima kasih kepada STT NF yang telah memberi Beastudi dan untuk para donatur yang telah menginfakkan sebagian hartanya di jalan Allah untuk memajukan pendidikan. Kepada pengelola restoran yang telah memberikan kesempatan bekerja di kantin dan restoran serta mengajarkan tentang kerja keras dalam hidup ini, semoga Allah Swt membalas kebaikan yang telah diberikan.

Hidup ini memang keras dan penuh tantangan. Tapi, semangat kita lebih keras lagi untuk mencapai kesuksesan dan membahagiakan kedua orangtua. [Berry]

Sejarah perjuangan Rasullullah Saw memberikan motivasi kepada kita untuk berbuat banyak kebaikan dan menjadi teladan bagi umat manusia dalam melakukan perubahan.

Mari kita renungkan apakah pada saat ini kita sudah melaksanakan sunnahnya? Jawabannya, kebanyakan dari kita belum semua melaksanakannya. Oleh karena itu, pada bulan Rabi'ul Awal kita diingatkan tentang sejarah Rasullullah Saw melalui peringatan Maulid Nabi dan kegiatan lain untuk mengupas perjalanan hidup beliau.

Sebagai umat yang hidup pada era modern, jangan sampai kita melupakan sejarah perjuangan beliau yang membawa perubahan semua aspek kehidupan manusia menjadi lebih maju dan beradab.

Bolehkah kita memperingatinya? Boleh saja asalkan tidak berlebihan. Peringatan diperbolehkan karena dengan itu kita akan ingat sejarah Rasul pada zaman dahulu, dan kita bisa mengambil hikmah dari pelajaran itu. Banyak motivasi yang diberikan beliau tentunya tentang perjuangan yang telah dijalani, bukan hanya dikhutbahkan.

Untuk menyikapi hal itu, coba kita renungkan motivasi yang beliau contohkan dan cobalah praktikkan dalam kehidupan sekarang. Tentunya yang mengandung dimensi perjuangan, misalnya cara berdakwah Rasullullah. Coba kita laksanakan di sekitar masyarakat, karena dakwah itu salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Islam. Dengan dakwah maka kita telah meneruskan perjuangan beliau yang membawa perubahan kondisi sampai saat ini.

Banyak sekali peluang kita untuk berdakwah. Selain di lingkungan masyarakat. Apalagi di zaman modern saat ini, kita bisa berdakwah di berbagai media social. Kita ingatkan teman-teman untuk merenungkan sejarah perjuangan Rasul. Berilah semangat mereka semua untuk berdakwah dan jangan biarkan momentum ini terlewat begitu saja. Ayo kita sama-sama berjuang untuk mewujudkan perubahan pada umat ini. Jangan sampai kita tertindas dengan pemahaman lain, tunjukkan bahwa kita adalah umat berkualitas yang diridhoi Allah Swt. (Suranto)

Saya biasa dipanggil Fitri, dan Nur Baiti Fitriana adalah nama lengkapku. Asli orang Jakarta, lulusan SMK Negeri 1 Kota Bekasi tahun 2013, Jurusan Busana Butik. Saya adalah anak ketiga dari enam bersaudara.

Sejak SMP saya disarankan orangtua untuk masuk SMK agar setelah lulus bisa langsung bekerja dan melanjutkan kuliah dengan biaya sendiri. Karena adik-adik masih ada tiga orang dan membutuhkan banyak biaya untuk melanjutkan sekolahnya, akhirnya saya bertekad untuk tidak akan merepotkan orangtua lagi. Sebelum dan setelah lulus SMK, saya pernah mengikuti beasiswa Bidik Misi dari Kemendiknas, tapi ternyata belum rezeki untuk masuk PTN.

Terbayang, bagaimana mahalnya biaya kuliah, ayah yang hanya bekerja sebagai pegawai swasta di bidang distribusi dan ibu yang hanya seorang ibu rumah tangga tidaklah sanggup untuk membiayai pendidikan lebih tinggi. Setelah menunggu hampir satu tahun, pada suatu hari saya mendapat informasi melalui media sosial bahwa Sekolah Tinggi Terpadu Nurul Fikri menyediakan Beastudi Terpadu bagi lulusan SLTA yang ingin mewujudkan mimpinya kuliah. Aku yakin ini adalah jawaban atas doa selama ini.

Alhamdulillah, akhirnya saya kuliah di STT Terpadu Nurul Fikri. Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, dan sangat berterimakasih kepada pihak kampus yang telah memberikan beastudi. Meski masih berada di semester pertama, saya mendapat motivasi, dukungan dan penyaluran semangat untuk menatap masa depan. Dengan kuliah di STT-NF saya bisa mendapatkan ilmu tentang Teknologi Informasi, komputer, maupun dunia luar yang terus berkembang dan membuka peluang luas. Disamping kuliah, kampus STT-NF juga menyediakan ektrakurikuler untuk lebih mengasah kemampuan mahasiswa.

Pendidikan softskill di STT-NF sangat mendukung kemajuan mahasiswa. Hal itu dibuktikan dengan kegiatan yang bernama Quantum Organizing Training (QOT), seminar beberapa bulan sekali, dan mentoring. Kini dengan bekal yang terus dikumpulkan, saya semakin optimis untuk meraih cita-cita.

Beastudi yang saya terima dari STT-NF tidak hanya sekedar membantu biaya kuliah, tetapi lebih dari itu. Beastudi ini telah mengubah pola pikir, tujuan hidup, dan kepercayaan diri menjadi lebih baik.

Sebelum menempuh kuliah, saya adalah agak pemalu dan minder. Tetapi, setelah beberapa bulan kuliah akhirnya saya berhasil menemukan kepercayaan diri. Hal yang patut disyukuri. Di STT-NF saya telah bertemu dengan banyak tokoh penting, sehingga memberi motivasi dahsyat untuk mengarungi hidup.

Selain kuliah, saya juga aktif di organisasi SMK. Ikatan Alumni Rohis Adz-Dzikru (IKRAR), dan Ikatan Alumni Anggota Dewan Perpustakaan (ADP). IKRAR adalah sebuah forum berkumpulnya para alumni-alumni SMK Negeri 1 Kota Bekasi yang pernah masuk di Rohis Adz-Dzikru. Di Rohis saya sempat menjadi Ketua Koordinator Keputrian. ADP adalah sebuah forum berkumpulnya para alumni SMK Negeri 1 Kota Bekasi yang pernah masuk sebagai anggota perpustakaan, di ADP saya sempat menjadi Sekretaris.

Saya ingin menjadi sosok mandiri dan bertanggung jawab. Saya bercita-cita nanti ingin menjadi Dosen yang amanah. Untuk mencapai cita-cita itu, dengan bersungguh-sungguh saya mempelajari materi yang diberikan dosen dan ,insya Allah, suatu hari bisa menjadi asisten dosen sebagai langkah awal.

Saya sangat berterima kasih kepada pihak STT-NF dan para donatur yang telah mendukung Beastudi ini. Semoga di tahun berikutnya Beastudi semakin bertambah, karena masih banyak siswa yang ingin berkuliah, namun berkekurangan dari segi ekonomi. Walaupun mereka memiliki prestasi. Saya hanya bisa berdoa agar para donatur selalu dilindungi oleh Allah SWT di manapun berada, selalu dilimpahkan kasih sayang-Nya, dan dilancarkan rezeki-Nya.

Orangtuaku pun mengucapkan terima kasih dan mendukung langkah yang saya lakukan untuk kuliah. Saya bertekad untuk membantu ekonomi keluarga. Itulah motivasi untuk membanggakan keluarga. Saya ingin menunjukkan bahwa tidak hanya orang mampu saja yang bisa kuliah. Allah Maha Adil, siswa yang berasal dari keluarga sangat berkekurangan dan biasa-biasa saja bisa ikut kuliah. Dengan kuliah, saya berani bermimpi untuk masa depan yang lebih baik. Semoga saya dan teman-teman seperjuangan bisa sama-sama meraih masa depan yang lebih cerah.

Nama : Nur Baiti Fitriana
Hobi : Membaca dan Traveling
Twitter : @NurbaitiFitri
Facebook : Nurbaiti Fitriana
Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Blog : nurbaitifitriana.blogspot.com

Khusnul, begitulah aku kerap disapa. Aku dilahirkan di kabupaten paling timur dari wilayah Jawa Tengah. Tepatnya di desa Kenteng, Purwantoro, Wonogiri. Aku bukan dari keluarga mampu. Hanya berbekal sebuah semangat, aku ingin mengubah hidupku yang dapat dikatakan serba kekurangan.

Sebagai anak kedua dari empat bersaudara, sejak SMP hingga SMA, aku selalu dalam peringkat 10 besar. Dalam beberapa kesempatan, aku pernah mengikuti ajang olimpiade matematika, lomba mapel matematika tingkat kabupaten, namun aku belum bisa meraih hasil terbaik dalam ajang tersebut. Di SMA aku mendapat beasiswa dari Bank Syariah Mandiri setiap semester untuk membayar dana pengembangan, SPP dan buku modul dari sekolah. Selain itu, alhamdulillah, aku mendapat beastudi dari Bazis Kecamatan Purwantoro untuk memenuhi penunjang sekolah. Aku pernah menjabat sebagai Sekretaris dalam Palang Merah Remaja serta Wakil Ketua ROHIS SMA bidang keputrian.

Dahulu aku pikir hanya bisa bermimpi untuk duduk di bangku kuliah, apalagi dengan jurusan Teknik Informatika. Harapanku sempat pupus untuk meraih cita-citaku. Hal itu bermula ketika aku gagal dalam seleksi SNMPTN. Tak dapat aku pungkiri, saat itu aku berada dalam jurang yang amat gelap dan di sana aku hanya bisa menangisi apa yang telah terjadi.

Aku mengumpulkan sisa-sisa kepingan semangatku untuk tetap berusaha. Hingga aku memutuskan untuk turut serta dalam seleksi SBMPTN. Semangat yang kupunya tak lantas membuat hasil menjadi memuaskan. Aku semakin terpuruk oleh keadaan. Berhari-hari aku merenungi langkah apa yang akan aku tapaki selanjutnya. Aku tak pernah membayangkan akan keadaan selanjutnya.

Aku tak ingin usahaku ini berakhir dengan sia-sia, lantas aku melanjutkannya dengan mengikuti tes SPMU di Universitas Negera Semarang. Pada saat itu aku bersemangat sekali untuk ikut seleksi. Namun hal itu tak sejalan dengan kondisi ekonomi keluargaku. Masih ingat jelas wajah dan kata-kata ibuku saat aku meminta restunya ingin ikut dalam test tersebut.

Ibuku hanya bisa berkata, "Nduk aku sih ngolehne nangin aku ora iso nyangoni kowe, nangin asline ibu pengen kowe iso kerja disik kango bantu adikmu." Kata-kata itu bermakna bahwa ibu merestuiku tapi ibuku tak bisa memberikan aku ongkos mengikuti serangkaian tes dan ibuku sebenarnya mengharapkan aku untuk bekerja terlebih dahulu supaya aku bisa membantu perekonomiannya keluarga. Aku mulai berfikir keras memperoleh uang untuk tes yang akan aku ikuti. Akhirnya akupun mencari segenap berkas yang akan aku bawa sehingga meringankan biaya pendaftaran.

Usaha yang aku lakukan tetap sia-sia. Kini aku hanya bisa menunggu adik-adikku pergi dan pulang sekolah. Tak ada kegiatan yang aku jalani. Saat itu aku berpikir mungkin inilah jalan yang harus aku lalui dengan bekerja terlebih dahulu. Selama aku persiapan mencari berkas untuk bekerja, aku mendapatkan surat panggilan dari salah satu universitas di Semarang. Tapi aku harus membayar beberapa biaya.

Rasanya, keinginan untuk kuliah telah sirna hingga pada suatu hari ketika aku ingin berangkat untuk merantau, aku mendapatka info tentang beastudi di Jakarta. Aku mencoba memberanikan diri untuk ikut tes. Alhamdulillah, pada akhirnya keyakinanku selama ini tidak sia-sia. Aku kini duduk di bangku kuliah STT Terpadu Nurul Fikri.

Aku beserta keluarga sangat berterimakasih kepada pihak donatur dan kampus yang telah memberikan kesempatan bagiku untuk belajar di STT-NF. Hal ini memacu semangat untuk meraih prestasi yang lebih dari sebelumnya. Orangtuaku juga menyatakan, "Alhamdulillah, berkat beastudi dari STT-NF anak saya dapat melanjutkan pendidikan yang seharusnya saya yang menanggungnya. Beastudi dari STT-NF sangat berharga bagi masa depan anak saya. Terima kasih banyak STT-NF."

Cita-citaku saat ini ingin lulus dari STT-NF dengan nilai yang memuaskan dan waktu kuliah lebih cepat, jika bisa. Untuk STT-NF aku berharap dapat menambah kuota penerima beastudi agar teman-teman di luar sana yang benar-benar membutuhkan dapat melanjutkan kuliah.

Karena aku bisa dibilang pemula di dunia Teknologi Informasi, maka aku belum mempunyai kompetensi yang menonjol. Namun, saat ini aku sudah menguasai beberapa aplikasi desain dan multimedia seperti photoshop, corel, macromedia flash, camtasia, dan movie maker. Selain itu kompetensi dalam mata kuliah matematika dasar.

Untuk teman-temanku yang masih belum bisa kuliah, yakinlah pada apa yang kalian pilih. Fokuslah pada satu tujuan yang akan kau temui dan percayalah semua mimpimu itu akan terwujud, sehingga jangan pernah takut untuk bermimpi.

Nama : Khusnul Khotimah
Hobi : Menggambar
Twitter : @Khusnul_IiEma
Facebook : khusnul khotimah
Email : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Web/Blog : khusnulnf.blogspot.com
%AM, %23 %041 %2014 %00:%Des

Puisi Hari Ibu

Written by

Lembaga Sosial Edukasi "SEMAI" yang bekerja sama dengan Calon LDK SENADA, mempersembahkan sebuah puisi tentang Hari Ibu.

I.B.U

Seorang wanita yang membesarkan jiwa-jiwa di dunia.
Karena, Ibu adalah inti
ia mengajari, ia memandu
ibu adalah nafas
Ia menyayangi, ia menghargai, ia meyakini
ibu adalah jiwa
Ia melindungi, ia memelihara
Ibu adalah raga
ia merangkul, ia menghibur

Ibu adalah mulia
Ibu adalah pengemban amanah
Berbahagialah ibu - Nana SEMAI2045
There is no way to be a perfect mother, but a million way to be a good one -Jill Churchill

Untuk kasih sepanjang masa,
Kesabaran yang terus ada,
cinta tak terkira,
aku menyayangimu ibu - Hendra Aditiyawijaya

Selamat hari ibu..

Halaman 8 dari 8