×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 986

%AM, %03 %198 %2019 %03:%Mar

Wajah Baru BEM STTNF 2019

Senin, 21 Januari 2019 sekitar pukul 22.00 WIB, Komisi Pemilihan Raya (KPR) 2019 merilis hasil voting pemilihan raya di Lobby Gedung B STT Terpadu Nurul Fikri dan disaksikan oleh kedua pasangan calon beserta tim suksesnya. KPR 2019 merilis data hasil perhitungan suara yang terkumpul yaitu 201 sah dari 350 jumlah peserta pemilihan. KPR menyatakan  paslon nomor urut 1 mendapatkan 161 suara (80 %) dari 201 suara, sedangkan paslon nomor urut 2 memperoleh 28 suara (14%) dari 201 suara, disamping itu jumlah suara tidak sah berjumlah 12 atau sekitar 6% dari 201suara yang ada.

Maka berdasarkan hasil perhitungan suara tersebut, secara otomatis pasangan calon nomor urut 1 yakni Mohammad Akmaludin & Akhmad Arip ditetapkan sebagai Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa BEM STT-NF periode 2019 – 2020. Arfian Mulya Pasha selaku ketua Pemilihan Raya (Pemira) 2019 mengucapkan “Terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang sudah mengikuti rangkaian acara dari tim pemira untuk menentukan pemimpin mahasiswa baru STT-NF 2019, Saya mewakili seluruh panitia mohon maaf apabila masih belum maksimal dan jika ada perkataan yang salah dari saya dan juga panitia lainnya kami memohon maaf”. Ucapan selamat pun datang dari mahasiswa/i kepada pasangan calon terpilih dan turut mendoakan agar kabinet yang dipimpin oleh Akmal-Arip dapat mengemban amanah sebagai Presma dan Wapresma BEM STT-NF 2019.

Published in Kegiatan Kampus

Baru-baru ini terdapat berita baik untuk kamu mahasiswa baru STT Terpadu Nurul Fikri. Ya, STT Terpadu Nurul Fikri kembali mengadakan Oprec (Open Recuitment) LFK atau Lembaga Formal Kampus. Tentu Oprec ini diperuntukan untuk kamu yang ingin mengembangkan diri serta melatih kemampuan berorganisasi. Tahun ini, Oprec LFK diadakan serentak, mulai dari LFK DPM, BEM hingga LDK Senada. Ketiga LFK ini mengusung kerjasama dan kolaborasi untuk menghadirkan suasana baru dalam berorganisasi.

 

Adalah Huda Izzatul Haq, salah satu mahasiswa yang aktif berorganisasi dan tergabung dalam LDK Senada. Totalitasnya dalam berorganisasi mengantarkan mahasiswa semester 4 ini pada kenaikan pangkat dari staff menjadi menteri. “Ya, saya merasakan perbedaan di dalam diri saya sebelum dan sesudah masuk organisasi, sangat kontra sekali perbedaannya. Dulu saya orangnya pemalu dan tidak percaya diri, Alhamdulillah setelah saya masuk LFK, saya jadi berani berbicara di depan publik.” Ujar mahasiswa yang akrab disapa Huda itu. Selain untuk mengembangkan skill, ternyata berorganisasi juga dapat menambah relasi kita sehingga tanpa disadari dapat menghadirkan keuntungan di masa depan. “Relasi banyak dan itu akan sangat menguntungkan, pokoknya masuk organisasi itu merupakan peluang bagus untuk mengembangkan diri”, tambahnya. Memang banyak sekali cara untuk mendewasakan diri, dan berorganisasi adalah salah satu pilihan terbaik, diharapkan dengan adanya Oprec LFK serentak ini dapat menjadi peluang mahasiswa yang belum merasakan kehidupan berorganisasi untuk ikut serta tergabung dalam LFK dalam rangka pendewasaan serta pengembangan diri sebagai mahasiswa yang selalu haus akan ilmu dan pengalaman.

Published in Pojok Mahasiswa

Satu hal yang tidak pernah berubah dari jiwa muda para penerus bangsa adalah perjuangan. Karena dengan berjuang, Indonesia dapat merdeka dan perjuangan dimulai dari pergerakan. Menyikapi isu-isu yang ada di Indonesia, Aliansi BEM Se-Indonesia selalu terdepan dalam bergerak secara taktis untuk membela kepentingan rakyat. Dan pergerakan pada masa kini khususnya di badan BEM SI tidak lepas dari peran MEDIA sebagai sarana penyampaian pendapat dan fakta-fakta terkini. Maka BEM Se-Indonesia wilayah Jabodetabek-Banten mengadakan WORKSHOP MEDIA yang diselenggarakan di Kampus B STT Terpadu Nurul Fikri pada Hari Sabtu, 15 April 2017.


Workshop dihadiri oleh berbagai kampus diantaranya Unindra, LDK Senada NF, IPB, Polimedia, Al-Aqidah, Tazkia, STT Nurul Fikri, STEI SEBI, PNJ, STID DI Al-Hikmah, Trisakti, Politeknik AKA Bogor, STIE Hida, dll. Setiap kampus membawa delegasi sebagai perwakilannya. Dan peserta workshop wajib membawa Smartphone dan laptop sebagai penunjang untuk berjalannya workshop tersebut.

Acara pun dibuka dengan sambutan hangat oleh Presma BEM STT Nurul Fikri (Hamdani) selaku tuan rumah. Dengan pembicara yang hebat dan berpengalaman yaitu Dr. Rulli Nasrullah, M.Si atau sebutan gaulnya Kang Arul selaku Digital Content Provider, beliau menyampaikan tentang pengoptimalisasi Smartphone, karena Smartphonemu adalah senjatamu. Jadi bagaimana kita membuat konten (tulisan, video, gambar) secara cepat dan bagus hanya dengan waktu beberapa menit saja dengan menggunakan Smartphone. Mereka pun juga diberikan tips dan trik untuk menjadikan viral konten di media. Karena sesuai sekali dengan tema yang diangkat untuk workshop kali ini yaitu “ Menjadikan Media Digital Instrument Perjuangan Gerakan Mahasiswa”.

4


Tidak hanya Kang Arul yang menyampaikan materi, Kang Dudi Iskandar juga memberikan materi fotografi secara umum. Beliau ini merupakan Pakar Fotografi Founder Komunitas Tukang Poto, sekaligus seorang Barista. Dan setelah penyampaian materi selesai, peserta workshop dibentuk menjadi beberapa kelompok untuk membuat mini project guna mengimplementasikan materi yang telah didapat.

5


Walau dari berbagai kampus yang berbeda, tidak menghalangi mereka untuk bersatu dan saling bertukar ide demi menyelesaikan mini projectnya tersebut. Di akhir perjumpaan, setiap kelompok menampilkan hasil project mereka. Dan ternyata luar biasa, dengan waktu yang singkat, para peserta sudah berhasil mebuat video, gambar dan tulisan yang bagus. Kedua pembicara pun mengapresiasi kreativitas mereka.

6

 

7

Piagam penghargaan pun diberikan kepada kedua pembicara karena telah menyampaikan banyak ilmu yang sangat bermanfaat. Agen perubahan adalah dia yang tidak terkikis oleh waktu dan tetap eksis dalam mengawal pergerakan. Untuk itu, tingkatkan pengetahuan sekaligus kemampuan sebagai mediator untuk mewujudkan sosial media aktifis yang lebih profesional. Acara pun ditutup dengan sambutan penutup hangat dari Ketua Korwil BSJB (Ihsan Munawar) dan tak lupa dengan mengabadikan foto bersama dengan seluruh peserta.

8

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %27 %200 %2016 %03:%Mei

BEM STT NF Ikut Kawal Nawacita

BEM STT NF merupakan anggota aktif dari BEM Seluruh Indonesia (BEM SI). Dalam rangka peringatan hari Kebangkitan Nasional pada tanggal 20 Mei, BEM SI bergerak mencari keadilan di tengah keindahan kota dan menyuarakan aspirasi masyarakat.

Mahasiswa dari berbagai universitas di seluruh Indonesia memenuhi jalan depan Istana Negara pada Jumat (20/5) lalu. Mahasiswa berkumpul sejak jam 08.00 pagi, berseragam merah-putih sebagai bentuk kebangkitan gerakan. Mahasiswa ingin memperjuangkan hak dan keadilan rakyat, Pada aksi kali ini ada enam agenda utama yang disampaikan kepada Pemerintah, yaitu:

1. Pendidikan

2. Lingkungan

3. Kesehatan

4. Ekonomi

5. Pertanian

6. Energi

Mahasiswa dipercaya sebagai agen perubahan. Mahasiswa dari seluruh Indonesia, termasuk STT NF, menuntut pemerintah untuk konsisten menerapkan 9 tujuan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, atau yang dikenal sebagai Nawacita. Aksi ini sebagai peringatan kepada seluruh bangsa untuk mengawal proses implementasi Nawacita.

Selain itu, mahasiswa dari seluruh Indonesia memberikan persembahan, “Surat Cinta untuk Jokowi”. Surat yang merupakan ungkapan perasaan mahasiswa sebagai perwakilan suara rakyat yang hanya bisa menjerit dalam hati. Sebab, banyak peristiwa yang memprihatinkan di Indonesia beberapa bulan terakhir, mulai dari kejahatan seksual terhadap anak-remaja hingga korupsi para pejabat. (Ratih Septia Giri)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %13 %367 %2016 %07:%Mei

Kuisioner Mahasiswa STT NF

Bidang Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa BEM STT NF menyebarkan kuisioner pada semua mahasiswa STT NF pada Kamis (28/4) lalu, Adkesma sendiri merupakan bidang yang bertugas untuk memperhatikan kesejahteraan mahasiswa. Kesejahteraan bukan berbentuk materi, namun keleluasaan mahasiswa dalam beraktifitas di kampus, Adkesma sebagai sarana advokasi atau jembatan untuk mahasiswa dan unit kemahasiswaan kampus, merangkul dan menampung seluruh aspirasi mahasiswa.

Kuisioner yang disebar bertema “Fasilitas dan Peraturan yang ada di Kampus“. Kuisioner ini merupakan salah satu program kerja yang direncanakan akan dilaksanakan setiap tiga bulan. Kuisioner kali ini bertujuan utama untuk mengetahui seberapa besar mahasiswa mengetahui tentang peraturan yang ada di STT NF dan tingkat tercapainya keberhasilan kampus menyediakan fasilitas untuk mahasiswa.

Masih ada beberapa mahasiswa yang belum mengetahui seluruh peraturan di STT NF. Terbukti masih ada mahasiswa yang menanyakan suatu perkara, padahal sudah jelas ada larangan atau peraturannya. Setelah direkap nanti hasil kuisioner akan dikaji, serta disampaikan dan didiskusikan kepada pihak Kemahasiswaan. Diskusi dilakukan untuk memecahkan masalah yang ada serta berupaya untuk memenuhi tuntutan mahasiswa.

Lalu hasil diskusi akan ditindak-lanjut melalui pengumuman dalam bentuk infografis atau poster yang akan ditempelkan di mading kampus. Dengan kuisioner ini, pihak kampus dapat mengetahui tingkat keberhasilan dalam menyediakan fasilitas dan pelayanan. Jika adanya kekurangan dapat segera diperbaiki.

“Jika dalam tiga kali kuisioner tuntutan mahasiswa belum terlaksana, maka akan didiskusikan bersama dalam dialog akbar,“ ujar Prana Yanuar Dana, salah satu pengurus BEM bidang Adkesma. (Ratih Septia Giri)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %11 %328 %2016 %06:%Mei

Debat Kompetitif Mahasiswa STT NF

Usai perkuliahan, suasana kampus B STT NF tetap ramai, karena mahasiswa menggelar Debat Kompetitif pada Rabu (4/5) sore. Acara itu diselanggarakan oleh Bidang Pendidikan dan Keilmuan BEM STT NF. Debat bertema “Peran dan Sikap Mahasiswa dalam Menyikapi Berbagai Permasalahan Bangsa”.

Tema itu dipilih untuk meningkatkan sikap kritis mahasiswa dalam mengekspresikan diri dan menyuarakan pendapat. Debat Kompetitif merupakan salah satu program kerja rutin BEM STT NF. Debat kali ini diikuti peserta yang mewakili setiap angkatan atau jurusan, yaitu:

SI 4 : Hamdani. Husna, Umul

SI 2 : Afifah, Syaiful,

TI 6 : Abdi, Izzudin, Natsir

SI 6 : Nidaul, Suranto, Berry

Debat hangat membahas permasalahan utama:

1. Pasar bebas ASEAN mematikan industri dalam negeri?

2. Sekolah Online lebih efektif dibandingkan sekolah formal?

Sebelum pelaksanaan debat, para peserta diberikan satu permasalahan secara acak agar dapat dipelajari dan dicari bahan argumentasinya. Kemudian setiap tim ditentukan pembagian kelompoknya: di pihak pro atau kontra terhdap topik yang diajukan.

Acara berlangsung seru dengan penonton yang membludak dan antusiasme tinggi. Terdengar sorak-sorai penonton dan yel-yel untuk tim angkatan yang didukungnya. Perdebatan terasa panas dengan pendapat-pendapat yang luar biasa dan cerdas membangun. Setiap tim diberi waktu untuk menjawab pertanyaan dan menanggapi pendapat tim lawan. Setiap jawaban yang diberikan peserta akan menjadi bahan pertimbangan dan penilaian juri untuk menentukan tim yang layak untuk menjadi pemenang.

Setelah terjadi perdebatan yang panjang dan cukup panas dengan berbagai permasalahan yang dibahas, akhirnya juri dari BEM STT NF memberikan nilai tertinggi untuk tim SI 4 dan TI 6. Selamat kepada para juara debat. (Ratih Septia Giri)

Published in Pojok Mahasiswa
%PM, %17 %845 %2016 %19:%Apr

Peringatan Hari Hutan Sedunia di STT NF

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki wilayah hutan atau wilayah hijau sangat luas. Tak heran jika salah satu pulau di Indonesia, tepatnya Pulau Kalimantan, diberi julukan sebagai paru-paru dunia. Letak wilayah Indonesia berada pada garis khatulistiwa, dengan tingkat kesuburan tanah yang cukup tinggi, membuat beraneka spesies flora berkembang.

Tanggal 21 Maret lalu merupakan Hari Hutan Sedunia yang baru ditetapkan pada tahun 2013. Peringatan dirayakan setiap tahunnya untuk saling berbagi dan mengingat, betapa pentingnya tumbuhan dan pepohonan untuk kelangsungan hidup manusia. Setiap tahun sekitar 13 juta hektar atau setara dengan luas negara Inggris, luas hutan menghilang di muka bumi ini. Oleh karena itu, dibutuhkan kepedulian kita untuk menjaga dan melestarikan hutan agar ekosistem tetap terjaga.

BEM STT NF ikut serta dalam perayaan Hari Hutan Sedunia dengan membuat beberapa banner peringatan berisi pesan simpatik, salah satunya menjaga kelestarian alam dan ikut serta dalam penanaman pohon di tanah kosong. "Save our earth untuk hidup lebih baik," bunyi salah sau spanduk. Tidak perlu jauh melihat keadaan negara lain, di Indonesia saja luas wilayah hutan hijau semakin menyempit akibat dari penebangan pohon secara liar, pembakaran hutan dan alih fungsi hutan menjadi kawasan perkebunan.

Semakin sempitnya wilayah hutan berarti akan berkurang juga ekosistem di dunia. Pepohonan memiliki peran sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya karena satu pohon rindang dapat memenuhi kebutuhan oksigen untuk 10 orang. Selain itu, pohon juga bermanfaat untuk mengurangi dan menyerap CO2 di udara. (Ratih Septia Giri)

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %07 %489 %2016 %10:%Apr

Rapat Kerja BEM STT NF 2016

Setelah dipilih dan disahkan menjadi pengurus, BEM STT NF 2016 mengadakan rapat kerja untuk membahas beberapa hal baru yang tidak ada pada tahun-tahun sebelumnya. Pertama, sudah pasti hadir sosok baru yang memberikan kontribusi bagi BEM STT NF. Kedua, terdapat dua kementerian baru yakni Kementerian Budaya dan Kementerian Olah Raga, yang merupakan pecahan dari Kementerian Seni dan Olahraga (SeniOr). Pemisahan kementerian ini bertujuan untuk lebih memfokuskan tugas-tugas di bagian seni-budaya dan olahraga.

Terpilihnya darah-darah muda yang siap memegang amanah menjadi kepala biro serta menteri juga merupakan pertanda positif. Dari Kementerian Pendidikan dan Keilmuan terdapat Aufa Billah (TI2015), Ahmad Imaduddin (TI2015) sebagai Menteri Kajian Strategis, Muhammad Hamzah (TI2015) sebagai KaBiro Media, Alfian Rahmatullah (TI2015) sebagai KaBiro Humas, serta Muhammad Luqni Baehaqi (SI2015) sebagai KaBiro Dana Usaha dalam jajaran BEM STT NF.

Rapat kerja dilaksanakan di Kampus B STT NF pada Sabtu (20/2) lalu, dihadiri oleh seluruh Kementerian, Biro serta Pengurus Inti BEM STT NF. Kegiatan dibuka oleh Perdiansyah Ramadan selaku Presiden BEM STT NF 2016. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaparan program dari setiap divisi yang dimulai dari Kementerian Pendidikan dan Keilmuan dan Kementerian Olahraga. Dalam pemaparan program terlihat apa yang ingin diwujudkan setiap divisi cukup baik, tetapi terjadi perdebatan cukup alot terhadap rencana implementasi program. Sehingga pemaparan dari 6 Kementrian dan 5 Biro memakan waktu tujuh jam.

Setiap Kementerian dan Biro memaparkan program kerjanya. Kementerian Budaya menjadi salah satu fokus utama dalam program unggulan BEM STT NF setahun ke depan, karena dalam visi dan misi BEM STT NF 2016, meningkatkan budaya nasional merupakan fokus utama. Disamping itu, program kebersamaan dan totalitas kerja. Beberapa program unggulan yang diajukan Kementerian Budaya, yakni Pameran Budaya dan Ruang Karya, serta Gebyar Nurul Fikri. Kementerian dan Biro lain memiliki program unggulanjuga.

Setelah selesai pemaparan program kerja kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang bertujuan memastikan program kerja apa saja yang akan dilakukan BEM STT NF 2016 setahun ke depan. Dalam sesi ini ada beberapa program kerja yang dikurangi dan ditambahkan. Lalu ada juga beberapa program kerja yang dipindahtugaskan dari divisi satu ke divisi lain, seperti "Dunia STT NF" yang sebelumnya dipegang Biro Humas, kemudian dipindahkan ke Kementerian Adkesma (Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa). Diskusi forum berlangsung hingga tengah malam.

"Mudah-mudahan BEM STT NF 2016 lebih baik lagi dari tahun sebelumnya, lebih kompak, lebih total. Jaga terus komunikasi dan tingkatkan rasa kekeluargaan. Program kerja yang sudah disusun agar dapat dijalankan secara baik dan maksimal," ujar Presiden BEM STT NF, ketika menutup rapat kerja. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Kegiatan Kampus
%PM, %06 %716 %2016 %16:%Apr

Pelantikan DPM dan BEM STT NF

Setelah proses seleksi yang ketat, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STT NF untuk masa bakti 2016 - 2017 akhirnya dilantik. Pelantikan dilaksanakan pada Selasa (9/2) di Auditorium Kampus B STT NF. Wakil Ketua III STT NF, Adi Wahyu Adji hadir didampingi David Wahyu Wismanindra selaku Kepala Bidang Kemahasiswaan STT NF dan para mahasiswa STT NF.

Acara dimulai pukul 16.00 dengan pembacaan Al Qur'an oleh Arrahmani (TI2015), dan saritilawah oleh Nurul (TI2015). Dilanjutkan dengan serah terima jabatan dari DPM STT NF 2015 yang diwakili oleh Hadi Wijayadi kepada Reza Muhammad selaku Ketua DPM STT NF 2016. Kemudian serah terima jabatan dari BEM STT NF 2015 (Risky Yudo Atmaja) kepada Perdiansyah Ramadan selaku Presiden BEM STT NF 2016.

Setelah serah terima jabatan, masuk ke acara inti yakni pelantikan pengurus DPM dan BEM STT NF 2016 yang dipimpin langsung Waket III. Pimpinan STT NF menyaksikan janji para pengurus DPM dan BEM STT NF periode 2016.

Dalam sambutannya, Adi Wahyu Adji berpesan kepada pengurus untuk melaksanakan program kerja yang dibuat dengan baik. "DPM dan BEM adalah miniatur sebuah negara, DPM diibaratkan seperti DPR dan BEM diibaratkan seperti Pemerintah. Oleh karena itu, para mahasiswa harus selalu belajar. Tidak masalah jika masih terdapat kesalahan karena organisasi mahasiswa masih miniatur negara," ungkap Adji.

Selanjutnya sambutan Ketua DPM IM STT NF 2016, Reza Muhammad. Ia menyampaikan bahwa tahun sebelumnya LFK yang ada di STT NF masih berjalan sendiri-sendiri dan tahun ini DPM ingin membuat semua LFK saling bekerja sama satu sama lain. "Karena itu DPM membuat tagline yakni 'Bersama Memberi Arti'. Itu mengisyaratkan bahwa DPM ingin mengajak semua orang untuk bersama-sama saling memberi manfaat satu sama lain," jelas Reza.

Setelah Ketua DPM memberikan sambutan, dilanjutkan dengan Perdiansyah selaku Presiden BEM STT NF 2016. "Kepada seluruh pengurus BEM yang baru saja dilantik, mari bersama sama kita berkarya untuk kemajuan STT NF," ajak Perdiansyah. Acara ditutup dengan sesi foto bersama.

Semoga pelantikan bersama pengurus DPM dan BEM STT NF membuahkan sinergi dalam menjalankan program-program kerja yang telah dicanangkan mahasiswa. Selamat bekerja, pengurus baru DPM dan BEM STT NF 2016. (Muhammad Abdul Karim)

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %27 %041 %2016 %00:%Jan

Gerakan Bina Desa BEM STT NF

DepokNews — Lembaga pengabdian masyarakat (Abdimas) dari Badan Eksikutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Teknologi Nurul Fikri (STT-NF) Kota Depok mengadakan Gerakan Bina Desa di RT 05 RW 04, Kampung Panggulan Pulo, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan.

Menurut Ketua Pelaksana Gerakan Bina Desa STT NF, Nurbaiti Fitriana, Gerakan Bina Desa adalah sebuah kegiatan yang bertujuan untuk membantu membina dan mensejahterakan masyarakat, khususnya dipedesaan yang merupakan salah satu program kerja unggulan BEM STT NF.

"Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain adalah membantu pengajaran di Paud, selain mengajar kami juga mengadakan lomba-omba yang bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar dan kreatifitas anak-anak," jelasnya kepada depoknews.com, Senin (25/1/16).

Fitri sapaan akrab dari Nurbaiti Fitriana menuturkan, Gerakan Bina Desa juga mengajarkan cara menanaman tanaman hias berupa rumput gajah yang bertujuan untuk membantu masyarakat di Kampung Panggulan Pulo yang belum memiliki pekerjaan khususnya anak muda yang masih belum memiliki penghasilan agar mereka terlatih untuk bekerja.

"Dalam kegiatan ini, diharapkan bisa membantu masyarakat sekitar lebih meningkat kesejahteraannya," katanya.

"Kerja bakti membersihkan lingkungan dan menggelar pengajian remaja, acara ini juga berfungsi sebagai ajang silaturahmi dengan remaja disekitar Kampung Panggulan Pulo," tutup Fitri.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat STT NF ini dilakukan selama 4 hari, dimulai pada hari Kamis, 21 Januari 2016 dan berakhir pada hari Minggu, 24 Januari 2016.(Mir/dn)

Sumber : http://www.depoknews.id/abdimas-stt-nf-depok-buat-gerakan-bina-desa/#

Published in Kegiatan Kampus
Halaman 1 dari 6