%PM, %07 %852 %2019 %19:%Agu

Menjadi Juara Tidak Mustahil Lagi Bagiku

Ada pepatah yang mengatakan “raihlah mimpi setinggi langit karena jika jatuh, kamu akan ditemani bintang – bintang”. Mungkin itulah kata yang tepat untuk mewakili seluruh pemimpi muda Indonesia. Ada yang bermimpi keluar negeri, ada yang ingin jadi duta perdamaian dunia bahkan menjadi juara dunia. Seperti itulah mimpi seorang Widi Annisah, jurusan Sistem Informasi 2018. Sudah menjadi juara disetiap ajang kejuaraan, akan tetapi dia terus berusaha untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang non akademik yaitu Pencak Silat. Tidak dirasa mimpinya itu akan mencapai garis akhir, yaitu sebagai Finalis dalam kejuaraan Pencak Silat Tingkat Dunia.

Pada tanggal 10 Juni 2019, Widi berhasil lolos sebagai Finalis kompetisi dunia di Cabang Pencak Silat, dengan membawakan Pencak Silat dengan gaya khasnya. Seleksi itu dilakukan di GOR Universitas Muhammadiyah Jakarta, Widi berhasil mewakili Pemrov DKI untuk dikirim sebagai Finalis dalam kompetisi Pencak Silat Dunia. “Tinggal beberapa tahapan lagi, doakan agar saya sukses ya. Saya tidak takut untuk bermimpi besar,” terang Widi setelah menjalani sesi latihan.

Published in Pojok Mahasiswa

Yang namanya mental juara itu memang selalu berbeda, ini dia salah satu mahasiswi berprestasi Juara bertahan Pencak Silat, nama lengkapnya Widi Annissah dan panggil saja Ica. Dia mahasiswi Semester 2 STT Terpadu Nurul Fikri Angkatan 2018. Mahasiswi pesilat itu kembali menjuarai Kompetisi Silat Wilayah Jakarta Pusat 2019. Pada kompetisi tersebut Ica berhasil memperoleh Medali Silver/Juara 2. Kompetisi tersebut digelar pada 25 - 27 April 2019 terdiri dari 500 partai, dan Ica mendapat partai nomer 128.

Ica mengikuti lomba tersebut untuk mewakili Jakarta Pusat menuju kejuaraan Provinsi. Pelaksanaan kompetisinya diadakan di Gor Duren Sawit, Jakarta Timur. “Senang campur sedih karena ketemu lawan lama di Final padahal Pekan Remaja Olahraga Kota 2016 lawan saya ini Juara 2, sekarang lawan saya ini mendapatkan Juara 1. Sekarang teknik yang dia gunakan lebih bagus, itu berarti saya harus lebih meningkatkan skill lagi. ”Ujar Ica.

Banyak rintangan yang dilalui sebelum menjadi Juara, terkadang rintangan itu datang silih berganti dan kerap kali membuat Ica jatuh bangun, tapi dengan semangat dan keyakinan, Ica berhasil melewati semua itu dan menjadi Juara pada setiap Kompetisi Pencak Silat. Semangat, semoga kerja keras Ica tetap terus membuahkan hasil yang terbaik.

Published in Pojok Mahasiswa

Minggu, 14 Mei 2017
DEPOK – Depok ICT Award (Depicta) 2017 bukan hanya sekadar ajang perlombaan biasa, tapi juga punya peran strategis bagi mereka yang ingin eksis di dunia teknologi informasi. Mereka yang keluar sebagai juara dalam ajang ini, nantinya akan disalurkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok untuk bisa berkiprah di perusahaan besar.

Demikian ditegaskan Walikota Depok Mohammad Idris saat menghadiri penutupan kegiatan Depicta 2017 di D’Mall Depok, Minggu (14/5/2017) “Ada sesuatu yang baru bagi pemenang Depicta 2017 ini, kami akan pertemukan dengan pengusaha-pengusaha, perusahaan-perusahaan untuk bisa link dengan mereka yang sudah mempunyai aplikasi-apikasi yang sangat kreatif,” Ujar Idris diahadapan peserta acara.

Kelompok Andara Tec dari STT Nurul Fikri berhasil menjadi Juara dalam Depicta 2017 dengan Aplikasi Traspedia yang bertujuan untuk memudahkan para nasabah bank sampah dalam melakukan transaksi ini, berhasil mengalahkan delapan kelompok peserta lainnya.

Salah seorang personel Andara Tech, Irfan Prasetyo, menjelaskan Aplikasi Trashpedia ini merupakan Aplikasi manajemen bank sampah secara mobile di Kota Depok yang menghubungkan antara pengepul dan para nasabah bank sampah. Selama ini para nasabah masih banyak yang melakukan transaksi dan juga pendataan menggunakan cara manual, yakni dengan menulis di kertas atau buku yang sewaktu-waktu bisa saja hilang.

“Aplikasi ini akan mencatat semua transaksi sekecil apapun, dan sekalian juga untuk mensosialisasikan tentang bank sampah karena bank sampah ini adalah untuk mewujudkan green smart city, termasuk zero waste atau pengolahan sampah hijau,” ujar Irfan.

Selain itu, karya yang sudah dihasilkan oleh bank sampah juga bisa disalurkan di Aplikasi ini, dan dapat diambil oleh para pengepul. Sebab, salah satu kendala yang dihadapi oleh bank sampah saat ini adalah jaringan untuk menyalurkan hasil-hasil dari bank sampah tersebut.

“Di sini mereka bisa memasukkan data mengenai hasil dari bank sampah mereka, pengepul akan membeli dan menjual dan hasilnya akan masuk ke tabungan para nasabah,” ujar Irfan, saat penutupan kegiatan DEPICTA 2017 di D’mall Depok, Minggu (14/05/2017).

Lebih lanjut Irfan mengatakan bahwa dalam Aplikasi ini kemudahan yang disediakan antara lain adalah mengenai lokasi bank sampah yang sangat berguna bagi para pengepul, saldo para nasabah dan informasi event-event bank sampah dilaksanakan baik oleh Pemkot Depok, bank sampah itu sendiri maupun komunitas lingkungan.

“Aplikasi ini juga kan mendukung green smart city, melalui aplikasinya bisa dibilang cerminan dari smart city, dan dari kontennya mendukung green city agar Depok menjadi zero waste city melalui kegiatan bank sampah,” tambahnya.

Ke depan dirinya berharap, Aplikasi ini bisa digunakan oleh Pemerintah Kota Depok untuk meningkatkan keberadaan bank sampah, dan juga memberikan kemudahan bagi para pelaku bank sampah di Kota Depok dalam melakukan rutinitasnya.

“Hingga saat ini sudah ada tiga bank sampah yang menggunakan Aplikasi ini, dengan menangnya kami di Depicta ini, diharapkan Pemkot Depok bisa turut mensosialisasikan Aplikasi ini kepada bank sampah lainnya,” pugkas Irfan.

Hal tersebut diamini oleh Plt Kepala Diskominfo Kota Depok Widyati Riyandani, yang mengatakan bahwa pihaknya tentu akan mengkaji Aplikasi tersebut.

“Karena kita kebetulan juga sedang berjuang terkait dengan permasalahan sampah, mudah-mudahan Aplikasi itu bisa menjadi pilot project untuk membantu bank-bank sampah yang sekarang sudah terkelola dan terstruktur pengelolaannya,” jelas Widyati.

Widyati menambahkan bahwa pihaknya saat ini melihat yang dibutuhkan adala organisasi bank sampah yang terstruktur dulu, untuk kemudian bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersian (DLHK) agar Aplikasi tersebut bisa digunakan. (San)

Sumber : http://www.depokpos.com/arsip/2017/05/aplikasi-trashpedia-buatan-stt-nurul-fikri-juarai-depicta-2017/

Published in Artikel