Forum Human Capital Indonesia (FHCI) adalah wadah bagi para pengelola dan praktisi Manajemen Human Capital di lingkungan BUMN untuk saling berinteraksi, melakukan pembelajaran dan sinergi bagi para anggotanya untuk kemajuan pengelolaan Human Capital di Indonesia. Salah satu program unggulan dari FHCI adalah Program Magang Mahasiswa Bersertifikat.

Tujuan dari Program Magang Mahasiswa Bersertifikat ini adalah untuk menghadirkan sinergi melalui BUMN yang hadir untuk Negeri, kandidat rekrutment, dan menciptakan SDM yang berjiwa Entrepreneur. Program ini dibagi 2 jenis pelaksanaan yaitu Magang Bersertifikat Kompetensi dan Industri. Lalu, program ini dibagi menjadi 3 tahapan pelaksanaan yang melibatkan BUMN, STT Nurul Fikri dan FHCI yaitu Pra Pelaksanaan, Pelaksana, dan Sertifikasi.

Semester lalu, Angkatan 2015 Mahasiswa STT Nurul Fikri telah menjalani Program Magang Mahasiswa Bersertifikat dengan baik. Semester ini telah dibuka kembali Program Magang Mahasiswa Bersertifikat Batch 2 untuk Angkatan 2016 Mahasiswa STT Nurul Fikri. Untuk deadline pendaftaran terakhir tanggal 10 Mei 2019. Hasilnya akan keluar di akhir Bulan Mei 2019. Untuk penempatan dan mulai magangnya belum dapat dipastikan.

6 Mahasiswa STT Nurul Fikri yang telah mengumpulkan berkas-berkas persyaratan dan telah tersubmit pada program ini. Jumlah perusahaan BUMN yang mengikuti program ini terdaftar kurang lebih 144 dan Perguruan Tinggi Negeri/Swasta yang mengikuti sekitar kurang lebih 147. 

Program ini merupakan bukti komitmen STT Nurul Fikri memfasilitasi Mahasiswa dalam Program Magang Mahasiswa Bersertifikat dengan BUMN.

Published in Kegiatan Kampus

APICTA merupakan aliansi dari organisasi ICT untuk membangun dan meningkatkan jaringan guna meningkatkan kerjasama dalam bidang ICT serta meningkatkan inovasi teknologi serta mendorong pengembangan ICT untuk pasar global.

APICTA awards sendiri merupakan program penghargaan internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ICT dalam masyarakat dan membantu menjembatani kesenjangan digital, program ini dirancang untuk merangsang inovasi ICT dan kreatifitas, meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan, memfasilitasi transfer teknologi, dan menawarkan peluang bisnis yang cocok melalui paparan kapitalis ventura dan investor. Ajang yang berkaitan dengan IT tersebut digelar 9-13 Oktober 2018 di Guangzhou, China.

Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF) berkesempatan mengikuti ajang APICTA 2018 mewakili negara Indonesia yang diwakilkan oleh Mahasiswa STT-NF Jurusan TI 2015 yaitu Muhammad Isfahani Ghiyath & Dzaki Mahfuzh Hamadah.

Dalam ajang APICTA 2018 kali ini mahasiswa STT-NF melombakan karyanya berupa program WeBlocker. Weblocker adalah sebuah tools untuk mendeteksi konten pornografi dan melakukan pengawasan aktivitas browsing yang terjadi di komputer dan terintegrasi ke perangkat mobile. Weblocker ditujukan untuk memonitor laptop dan komputer milik anak agar dapat dipantau oleh orang tua. Sehingga, mencegah dampak penyalahan internet yang lebih lanjut.

Keteraturan remaja Indonesia dalam mengakses internet, masih belum terdukung secara optimal dari segi keamanan. Dengan maraknya ditemukan konten negatif yang terutama banyaknya konten pornografi, dan diikuti dengan kenyataan bahwa para remaja dan anak-anak dapat mengakses internet tanpa batas, telah memiliki dampak buruk untuk mereka terutama pada kesehatan mental dan pikiran.

Dibandingkan dengan INSAN (Internet Sehat dan Aman) yang dimiliki KOMINFO, weblocker mempunyai teknologi dan algoritma yang lebih mumpuni, karena pendeteksian yang lebih mendalam dan detail dengan beberapa metode pendeteksian terhadap penerapan filtering seperti pendeteksian berdasarkan teks, pendeteksian berdasarkan nama situs atau domain name server, atau berdasarkan citra yaitu image processing dan video detection.

Diharapkan dengan program weblocker ini dapat membantu Indonesia agar terhindar dari pornografi dan dapat memenangkan perlombaan di ajang APICTA 2018.

Published in Pojok Mahasiswa

Pada 30 Januari 2018, Indonesia kedatangan tamu yaitu, Houlin Zhou dari Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU) untuk kepentingan kunjugan kerja, pertemuan ini berlangsung di Kementrian Komunikasi dan Informatika yang disertai General Lecture untuk melihat Stakeholders bidang TIK di Tanah Air. Houlin Zhou mengungkaplan bahwa dalam beberapa tahun ini TIK memiliki dampak yang besar terhadap kesejateraan sosial. Beliau juga melihat bahwa Indonesia terdapat upaya untuk memperluas aksesibilitas informasi, yakni dengan proyek seperti Palapa Ring dan lain-lain.

Beliau menilai bahwa Indonesia telah berhasil membangun jaringan teknologi informasi melalui proyek Palapa Ring serta satelit yang bisa menghubungkan atarpulau. "Indonesia memiliki prestasi yang luar biasa. Ini adalah pengetahuan yang baik yang perlu kita dapatkan," ungkap Houlin Zhou. Beliau juga mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan Indonesia untuk lebih aktif dalam Forum Internasional agar Indonesia dapat berkontribusi dalam diskusi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

 

Palapa

 

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan bahwa Indonesia bisa menjadi ujung tombak pengembangan digital. "Indonesia ini akan menjadi (spare head) ujung tombak pengembangan digital di Asean itu yang pertama. Kedua, jangan lupa kita punya 4 unicorn dari 7 unicorn di Asean, dan 1 unicorn yang non-Indonesia itu marketnya ada di Indonesia. Jadi mereka melihat ini akan terus tumbuh," ungkap RudiantaraLanjut lagi beliau mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbesar di dunia hal ini menuntut aksesibilitas yang tinggi untuk bisa saling terhubung. "Kita negara kepulauan paling besar di dunia. Jadi dengan memastikan bahwa aksesibilitas untuk broadband itu dari program Palapa Ring dan satelit, yang high througput satellite itu solusi buat negara seperti kita," lanjut RudiantaraKeberhasilan Indonesia yang telah membangun TIK di tanah air membuatnya dilirik oleh mata global "Ini sebenarnya yang ingin dicontek oleh ITU kepada negara lain ialah affirmative policy, kebijakan keberpihakan pemerintah melalui USO yang tidak hadir di negara lain, tapi di Indonesia ini kelihatan sekali," tuturnya. 

Dikatakan bahwa terdapat 3,5 Milyar penduduk di seluruh dunia yang belum tersentuh aksebilitas atau pemanfaatan TIK, sehingga Indonesia bisa menjadi sebuah contoh melalui USO terkait penyelesaian masalah aksesibilitas tersebut. "Menurut mereka ini unik Indonesia, ini bisa di-adopt. Ini bergantung pada affirmative policy," tambah Rudiantara. Semoga bermanfaat

Source : https://techno.okezone.com/read/2018/01/30/54/1852170/menkominfo-indonesia-jadi-ujung-tombak-pengembangan-digital-di-asean

Published in Artikel

Nurul Fikri Global Hub (NFGH) merilis program IELTS preparation bagi yang ingin mengikuti tes IELTS. Tes ini diharapkan mampu memberikan acuan, bimbingan untuk memberikan hasil IELTS yang memuaskan bagi test takers. Apabila ingin mengikuti tes ini, harus memiliki kesiapan yang matang, karena tingkat kesulitan IELTS lebih kompleks dibandingkan dengan TOEFL PBT ataupun iBT dan juga TOEIC.

Seperti TOEFL, IELTS memiliki 5 sesi dalam pengambilan test nya, Writing, Speaking, Reading dan Listening. Dan khusus untuk sesi speaking ini, penguji nya merupakan native speaker. Bila  test takers memiliki kemampuan berbicara bahasa Inggris yang kurang lancar, NFGH pun setiap minggunya ada sesi melatih kemampuan speaking melalui diskusi dengan toast master yang ada disetiap daerah.

Kembali ke kelas persiapan IELTS, NFGH memberikan harga terjangkau yakni 1.500.000 untuk 4 bulan dan tentunya bisa dicicil tiap bulannya. Tutornya adalah ka Pramesti Widya yang merupakan lulusan S2 Cardiff University jurusan jurnalistik dari beasiswa LPDP Batch 42. Sebelumnya, Ka Pramesti sudah menggapai score IELTS 7.5 dengan speaking nya 9.0.

Fasilitas yang akan didapatkan dari Program IELTS Preparation Class ialah sertifikat setelah menyelesaikan rangkaian preparation class, materi IELTS dalam bentuk hand – outs, coffee break disaat mengikuti kelasnya dan souvenir dari NFGH. Kelas persiapan IELTS ini akan dimulai di setiap hari Sabtu pada tanggal 27 Januari 2018. Bagi yang tertarik untuk mengikuti kelas ini dapat menghubungi ka Fathan Sembiring selaku kordinator dari NFGH.

Published in Kegiatan Kampus

Analis intelijen militer, adalah mereka yang sebagian besar waktunya dihabiskan untuk melakukan penelitian mengenai sistem yang berkaitan dengan Angkatan Darat di Amerika Serikat. Mereka bekerja melakukan penelitian dari berbagai sumber seperti drone juga melalui sistem pengawasan.

Kini, Dr. Anthony Ries, seorang ilmuwan saraf kognitif telah mengembangkan solusi untuk mempermudah proses penelitian yang dilakukan oleh lembaga militer tersebut. Yaitu dengan sebuah program otomatis yang akan membantu proses penelitian tersebut menjadi lebih cepat.

Ries memang bekerja pada sebuah fasilitas penelitian Angkatan Darat Amerika Serikat yang disebut dengan “The MIND (Mission Impact Through Neurotecnology Design) Lab”. Dimana lab tersebut merupakan pusat penelitian bagi militer angkatan darat di negeri Paman Sam. Fasilitas penelitian atau Lab tersebut telah melakukan sebuah pengujian dari teknologi baru program yang dapat menafsirkan gelombang otak manusia.

Secara mudahnya, program ini telah mampu membaca pikiran manusia. Program yang sebelumnya hanya dapat diciptakan pada film-film layar lebar, kali ini telah benar-benar dikembangkan di dunia nyata. Dalam tes yang telah dilakukan beberapa waktu ini pada program tersebut, dilakukan dengan cara menghubungkan salah seorang prajurit ke EEG yang telah terhubung pada salah satu komputer dan komputer tersebut akan diminta untuk menunjukkan serangkaian gambar ada layar dengan tingkatan gambar setiap satu detik. Pada komputer tersebut kemudian disajikan lima jenis gambar dimana seorang prajurit tersebut disuruh untuk memfokuskan otaknya pada salah satu gambar saja.

Kemudian, pada hasilnya ternyata dapat diketahui bahwa tentara tersebut memilih fokuskan otaknya pada gambar perahu. Bagaimana komputer tersebut mampu mengetahuinya? Pada sistem ini komputer akan membaca perubahan gelombang otak pada subyek atau orang yang sedang diujinya.

Jadi, komputer akan membaca seperti apa perubahan gelombang otak yang terjadi pada setiap kali analis tersebut melihat gambar yang dirasa menarik dan membuat dirinya untuk memperhatikan gambar tersebut, maka respon berbeda akan diterima oleh komputer.

Untuk mengembangkan hal ini agar menjadi lebih sempurna, ilmuwan tersebut berencana untuk menambahkan fitur baru , seperti kontrol mata. Dengan adanya pengembangan tersebut, nampaknya kehidupan di dunia ini akan semakin dikendalikan dengan perangkat digital bukan hanya pada robot saja, namun pikiran dan gerak gerik manusia akan bisa terbaca oleh sistem digital.

Published in Artikel