Program mentoring dan IT Club adalah program unggulan dari STT Nurul Fikri. Kegiatan non akademik mahasiswa yang bertujuan untuk mengembangkan karakter dan skill mahasiswa sesuai VISI STT NF Pada tahun 2025 menjadi Sekolah Tinggi Teknologi yang unggul di Indonesia, Berbudaya Inovasi, Berjiwa Teknopreneur, dan Berkarakter Religius

Tujuan mentoring ini adalah untuk meningkatkan mutu kualitas karakter mahasiswa dalam bidang pemahaman dalam nilai-nilai agama untuk pembentukan akhlak dan jiwa yang religius, sedangkan tujuan IT Club adalah sebagai wadah untuk mengembangkan minat bakat serta potensi hardskill IT yang dimiliki setiap mahasiswa STT Nurul Fikri.

Pada akhir bulan September 2018 dan awal bulan Oktober 2018, para mentor dan pengurus IT Club mengadakan pertemuan untuk mempersiapkan masing-masing programnya yang setiap tahun selalu berjalan dengan rutin. Pada program mentoring mengadakan dauroh mentor di Kampus B STT Nurul Fikri, begitupun dengan IT Club seperti Mudeng, Nets, Robotic, Xonin Studio, dan DSC yang mempersiapkan masing-masing fokus pada bidangnya.

Fokus bidangnya antara lain seperti Multimedia dan Design Grafis, Game Development, Android dan Web Programming, Robotic dan Networking. Beberapa IT Club STT Nurul Fikri telah menjalin kerjasama dan relasi dengan Perusahaan dan Instansi ternama seperti Google dan Mikrotik, sehingga berkesempatan mengadakan Sertifikasi Nasional/Internasional untuk mahasiswa STT Nurul Fikri yang bergabung dengan IT Club.

photo 2018 10 05 16 55 08

Published in Pojok Mahasiswa

Sebanyak 170 mahasiswa baru Program Studi Teknik Informatika dan Sistem Informasi STT Nurul Fikri mengikuti kegiatan Orientasi Akademik (Ormik) yang berlangsung selama 3 hari, 5-7 September 2018 di Kampus B STT Nurul Fikri.

Kegiatan ormik tersebut dibuka oleh Ketua Pengurus STT Nurul Fikri Dr. Rudi Lumanto. Pak Rudi menyampaikan beberapa materi mengenai pemahaman NICE (Novelty, Integrity, Care, and Excellence) kepada mahasiswa baru. Beliau mengenalkan nilai-nilai dari NICE tersebut di awal kegiatan dengan tujuan untuk membentuk karakter yang positif, melahirkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia bagi seluruh mahasiswa baru di STT Nurul Fikri.  

Serangkaian pengenalan kampus STT Nurul Fikri dilakukan oleh Satuan Kerja dan Divisi sebagai pengenalan awal kepada mahasiswa

Diakhir rangkaian Ormik Mahasiswa Baru STT Nurul Fikri ini ada kegiatan Malam Keakraban (Makrab) yang akan di laksanakan di tanggal 6 Oktober 2018 di Kampus A STT Nurul Fikri.

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %02 %160 %2018 %02:%Okt

Hari Batik Nasional, berikut kabarnya!

Berawal dari penetapan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009. Kini beragam lapisan masyarakat tidak hanya mengenakan batik saat menghadiri acara formal tetapi masyarakat sering mengenakan batik saat ke acara nonformal atau dalam kesehariannya. Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga kerajaan di Indonesia zaman dahulu.

Awalnya, kegiatan membatik hanya terbatas dalam keraton. Batik yang dihasilkan biasanya untuk pakaian raja dan keluarga pemerintah serta para petinggi. Makin lama, kesenian batik ini ditiru oleh rakyat jelata hingga meluas dan menjadi pekerjaan kaum wanita rumah tangga untuk mengisi waktu luang mereka. Sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya kita turut menjaga dan melestarikan warisan leluhur ini. Salah satu caranya adalah dengan mengenal ragam motif batik nusantara.

Berikut beberapa motif batik nusantara yang sangat populer saat ini, diantaranya:

1. Motif Batik Parang

Picture1

Ini merupakan motif batik paling tua di Indonesia.Dalam setiap motif batik Parang, ada sebuah susunan yang membentuk seperti huruf S dan saling terkait. Ini melambangkan sebuah kesinambungan.

2. Motif Batik Sidomukti

Picture2

Batik bermotif Sidomukti biasanya dikenakan oleh pengantin. Sidomukti bermakna kebaikan, mengisyaratkan doa-doa, dan harapan yang baik.

3. Motif Batik Mega Mendung

5 2 megamendung

Mega Mendung berasal dari Cirebon. Motif ini berbentuk awan dan biasanya diperkaya dengan warna-warna gelap, seperti biru tua, merah tua, dan hijau tua. Motif ini merupakan perlambang dari masyarakat Cirebon di daerah pesisir yang memiliki sifat lugas dan terbuka. Lebih lanjut, motif ini dipercaya sebagai akulturasi kebudayaan Tiongkok dan Jawa Barat.

4.  Motif Batik Kawung

Picture4

Motif Kawung melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal usulnya. Penggunaan batik motif Kawung oleh kalangan pejabat itu ditujukan agar mereka, sebagai seorang pemimpin, mampu mengendalikan hawa nafsu serta menjaga hati nurani agar kehidupannya seimbang.

5. Motif Batik Sekar Jagad

492489 6aaf221c 1eed 11e5 985a 8c3187772fba

Motif ini berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Sesuai dengan namanya, Sekar Jagad berarti keindahan yang membuat orang terpesona saat melihatnya. Ada pula yang menyebutnya sebagai peta dunia karena motifnya yang mirip kumpulan pulau.

Mari kita sama-sama lestarikan budaya warisan dari Indonesia. Selamat Hari Batik Nasional (2/10/18)

Published in Artikel

Jakarta Pusat – Dalam rangka mendukung tridharma (pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat) perguruan tinggi, perpustakaan STT Terpadu Nurul Fikri secara aktif mengembangkan informasi yang dihimpunnya bagi civitas akademika. Bertempat di perpustakaan nasional Republik Indonesia 5 September 2018, perpustakaan STT Terpadu Nurul Fikri telah mengadakan diskusi dan kerjasama dalam bidang penyediaan sumber informasi ilmiah dengan neliti.

Anton sebagai CEO mengatakan bahwa repositori ini dibuat untuk menghimpun seluruh artikel penelitian ilmiah dengan harapan peneliti dapat dengan mudah mendapatkan artikel ilmiah yang dibutuhkannya. “Untuk ke depannya neliti akan menyediakan repositori khusus bagi pustakawan atau organisasi yang ingin menghimpun informasinya. Repositori ini masih tahap pengembangan.” imbuhnya.

Bagi perpustakaan diskusi dan kerjasama ini sangat bermanfaat sekali sebagai pintu gerbang gerakan penelitian ilmiah khususnya di kalangan STT Terpadu Nurul Fikri. Harapan dengan adanya kerjasama ini perpustakaan STT Terpadu Nurul Fikri semakin aktif menyediakan informasi ilmiah serta mendukung secara penuh tridharma perguruan tinggi di STT Terpadu Nurul Fikri.

Bravo. STT NF Library.

_The lantern of Knowledge_

Published in Kegiatan Kampus

Di bulan Agustus 2018 ini, Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF) telah melaksanakan Sertifikasi Mikrotik MTCRE yang diadakan oleh IT Club Networking dan Sertifikasi Google Cloud yang diadakan oleh IT Club Abraincode STT-NF. Jumlah peserta yang mengikuti sertifikasi ini kurang lebih terdapat 10 peserta pada masing-masing sertifikasi dan dilaksanakan di Gedung B Kampus STT-NF.  Ali Imran, merupakan mahasiswa beastudi STT-NF yang juga mengikuti Sertifikasi Mikrotik MTCRE. Kegiatan tersebut selain Ali diikuti juga oleh rekan-rekan beastudi lainnya, mahasiswa kelas reguler, dan mahasiswa kelas karyawan. Selain dua Sertifikasi IT diatas STT-NF juga memfasilitasi banyak sertifikasi nasional maupun internasional.

Sertifikasi IT ini bertujuan agar mahasiswa STT-NF dapat mengetahui cara yang standar dan terukur untuk mengukur kemampuan teknisnya di bidang IT juga sebagai bekal dalam menghadapi dunia kerja selepas menyelesaikan pendidikannya di STT-NF. Selamat kepada para peserta yang telah lulus dan mendapatkan Sertifikasi IT, terutama bagi penerima beastudi yang ilmunya kelak dapat bermanfaat untuk masyarakat.

Published in Pojok Mahasiswa

Dalam rangka memperingati Hari Koperasi 12 Juli, PT SKK - Perseroan milik koperasi, Tanibox dan komunitas BlankOn menyelenggarakan acara Sarasehan Teknologi Informasi untuk Gerakan Koperasi Indonesia bertema “Teknologi BLOCKCHAIN untuk Koperasi”. Koperasi masa kini, apalagi ke depan, mau tidak mau harus memanfaatkan dan menerapkan teknologi informasi (TI) yang telah berkembang sedemikian pesat dan masif, jika tidak ingin tertinggal, mengalami kemunduran, bahkan bisa jadi lenyap.

Selasa (10/7), Pembukaan acara dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan KUKM Provinsi Bali, dihadiri oleh 40 peserta dari Kepala bagian, Staf Manager IT, General Manager, Pengurus dan Pengawas Koperasi juga dihadiri oleh 72 orang lebih dari 40 orang yang diundang, berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Lampung, Babel, Jabar, Jatim, Bali sendiri, bahkan luar negeri yaitu Timor Leste tersebut, menghadirkan nara sumber pakar TI dari Jakarta, Bandung, Jawa Tengah dan Jawa Timur; Pengembang BlankOn dan komunitas FLOSS Indonesia; PT Sakti Kinerja Kolaborasindo, yaitu perseroan milik koperasi, didirikan oleh beberapa Koperasi (CU, Kopdit, KSP) sebulan lalu di Probolinggo.

Pembicara pertama oleh Rusmanto Maryanto (Dosen Teknologi dan Sistem Informasi Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STTNF)) membahas tentang Teknologi BLOCKCHAIN untuk Koperasi, berbicara tentang Blockchain dari dasar, cara kerja, istilah, teknologi yang digunakan Blockchain dan ide kolaborasi yang dapat digunakan oleh koperasi. Rusmanto, narasumber dari pengurus Asosiasi Open Source Indonesia memaparkan bahwa blockchain adalah teknologi masa depan untuk data yang sangat besar dan kompleks, terdistribusi sehingga tersederhanakan, terkontrol, aman dan fair. Koperasi bisa menerapkan teknologi ini untuk berbagai transaksi antar dan antara anggota, antar dan antara lembaga koperasi secara aman dan fair, tanpa harus melalui pihak ketiga seperti bank dan sebagainya. Lebih jauh, beliau mengatakan bahwa teknologi blockchain telah diterapkan oleh asosiasi Credit Union di Amerika (CUNA dan MWCUA) dengan membentuk CULedger.

photo 2018 07 16 09 33 51

Pembicara kedua membawakan tema Kolaborasi Koperasi dan Komunitas FLOSS Indonesia, narasumber: Firdaus Putra, beliau memulai dengan membuka data dan fakta yang terjadi di dunia sekaligus bagaimana gagasan berkolaborasi antara Koperasi dan Komunitas FLOSS mewujudkan demokrasi ekonomi yang tidak lagi dipegang oleh 1 orang melainkan semua anggota koperasi. Pendiri dan CEO Kopkun Institute tersebut mengusulkan agenda strategis koperasi mendatang antara lain: konsolidasi pasar bersama melalui teknologi keuangan, rekayasa kelembagaan koperasi melalui pemekaran, dan kolaborasi multipihak.

Pembicara ketiga perkenalan PT Sakti Kinerja Kolaborasindo (perseroan milik koperasi)–PT SKK-SAKTI oleh Hanna dan Tim SiCUNDO-SAKTI yang memperkenalkan sebuah Aplikasi SAKTI.Link yang merupakan aplikasi untuk anggota yang terdaftar di koperasi dimana koperasi tersebut menggunakan SAKTI.Online. SAKTI.Link mempermudah anggota untuk mengakses informasi saldo rekening ponsel, pembayaran SAKTI.Pay, cek transaksi SAKTI.Pay, dll. Adapun proses registrasi yang mudah menggunakan KTP/SIM untuk identitas resmi dan mendapatkan token yang dikirimkan melalui sms dan mendapatkan Cashback setelah diminta untuk registrasi aplikasi sakti link.

Dan pada kesempatan berbeda dihari kedua Endy Chandra, Direktur PT SKK memperkenalkan MyCOOP, salah satu produk PT SKK. Di dalamnya ada berbagai fitur yang bisa dimanfaatkan oleh koperasi mana pun dan anggotanya untuk saling terhubung dan bertransaksi secara mudah dan aman. Misi besarnya adalah bagaimana membuat koperasi Indonesia besar, menyatu dalam perbedaan dan kuat.

Pembicara keempat oleh Ibu Retno Ika (CPO dari TaniBox), memulai dengan memperkenalkan TaniBox sebagai perusahaan terintegrasi teknologi menerapkan Blockchain dan IoT, menyajikan data problem yang terjadi disitu timbul peluang dan potensi koperasi di sektor Agrikultur. Produsen (petani, koprasi petani, pengusaha agri kulture) Mitra (terlibat dalam membantu proses Produsen) hingga sampai ke tangan Konsumsi, dan sebagian belajar dari ahli di bidang teknologi dari negri tetangga Estonia (Sebelah selatan Finlandia).

Fenomena dihari kedua, Pesta Rilis BlankOn XI Uluwatu. Tim BlankOn membuat 2 sesi dimana sesi awal dijelaskan oleh Estu Ferdani selaku manajer rilis BlankOn XI Uluwatu yang menjelaskan tentang awal BlankOn, komposisi Tim Pengembang dan Proyek dimana hasil dari komunitas BlankOn adalah mencetak SDM yang kompeten dari bidang melalui kontribusi di Proyek Open Source. Dilanjutkan oleh pembicara kedua dari Tim Humas Blankon dimana menjelaskan Fitur-fitur terbaru BlankOn XI Uluwatu yang baru Rilis Bulan Mei 2018, tantangan pemanfaatan teknologi di global yang serba cepat dan kolaborasi yang dapat terjalin dengan koperasi. Mahasiswa STTNF yang ikut serta berperan dalam komunitas ini adalah Herpiko sebagai Koordinator Riset di BlankOn dan Slamet Santoso sebagai Koordinator Humas di BlankOn.

photo 2018 07 16 09 33 53

Rilis BlankOn XI Uluwatu oleh komunitas FOSS (free open source software) rupanya memberi aksen atas semangat demokrasi, kemerdekaan dan kejujuran dalam membangun keadaban ekonomi koperasi.

Referensi sumber:
https://baliberkarya.com/index.php/read/2018/07/12/201807120002/Teknologi-Informasi-Keharusan-bagi-Koperasi.html
https://docs.google.com/document/d/1PavVtmKCvzTTV5XPpq_Zr-bB5ASXTcwyhwOKSFJgVX4/edit
https://play.google.com/store/apps/details?id=io.db.saktiAnggota&hl=in

Published in Kegiatan Kampus
%AM, %12 %290 %2018 %05:%Jul

Auzan: “Say Hello to Junior”

Tahun ajaran baru hampir dimulai, semua kampus sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut calon mahasiswa baru (camaba), begitu pula kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Bukan hanya bagian staff dan adminitrasi kampus saja yang sibuk bekerja mempersiapkan pendaftaran, tapi juga mahasiswa yang ikut serta dalam panitia Orientasi Akademik. Memang sudah menjadi adat dan budaya perguruan tinggi, mengadakan Orientasi Akademik guna memperkenalkan kepada calon mahasiswa baru seputar kampus yang akan ditinggalinya.

Setiap kampus mempunyai gaya masing – masing dalam pelaksanaan orientasi akademik ini, begitu pula di kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Kampus ini punya gaya tersendiri dalam pelaksanaan orientasi akademiknya, di kampus ini pelaksanaan orientasi akademik dikenal dengan nama ORMIK. Panitia ORMIK sendiri diambil dari mahasiswa – mahasiswa pilihan dari angkatan 2015 sampai angkatan 2017.

Dari sekian banyak panitia ORMIK tahun ini, Auzan Assidqi mencantumkan Namanya dalam deretan panitia. Ya, memang mahasiswa yang kerap dipanggil ozan ini merupakan mahasiswa yang aktif baik dalam organisasi maupun akademik. Tercatat auzan mengikuti BEM dan juga IT Klub Robotik, selain itu juga dia sempat lolos seleksi Dicoding depok. Selain aktif berorganisasi, ozan juga berprestasi dibidang akademik. Terbukti pada semester lalu dia mendapat gelar “Mahasiswa Berprestasi”.

Bagi ozan sendiri, ORMIK tahun ini sangat berkesan karena ini pertama kalinya dia menjadi panitia. “Tidak terasa udah satu tahun di STT NF, kemarin di ospek sekarang nge-ospek. Yah berkesan banget lah karena pertama kalinya jadi panitia” ujar Auzan. Dirinya tak menyangka akan menjadi panitia ORMIK tahun ini. meskipun begitu, dia tetap senang mendapat kesempatan menjadi panitia. “Ya.. nanti saya bisa bilang hello ke junior saya hehe.. Alhamdulillah bisa bertemu dan berkenalan lebih awal dengan camaba” tambahnya.

Menjadi panitia ORMIK merupakan pekerjaan baru bagi Auzan, artinya berbagai kesibukan baru akan dihadapinya. ORMIK merupakan satu dari sekian banyak kesibukan yang dihadapinya. Selain ORMIK, Auzan mempunyai kesibukan di IT Klubnya membuat project untuk demonstrasi di acara ORMIK. Meskipun begitu, auzan tetap bisa memanajemen waktu dengan sangat baik. Dia selalu aktif mengikuti rapat pannitia ORMIK dan juga tidak lupa dengan pekerjaannya di IT Klub. “Capek sih enggak, tapi kadang suka bingung, hari ini ada acara apa dan dari mana. Tapi alhamdulillah jika dijalani dengan ikhlas, pekerjaan berat pun terasa ringan”. Imbuhnya pada saat pers.

Menjadi mahasiswa aktif dalam organisasi tidak menutup dirinya dari target “mahasiswa berprestasi” semester ini. Berbagai kesibukannya tidak mengurangi semangat belajarnya dan melupakan akademik. Berbagai kesibukannya dijadikan tolak ukur kebehasilannya memanajemen waktu. Sebuah pelajaran berbarti bagi mahasiswa lainnya untuk tetap aktif beroraganisasi tapi juga tidak melupakan akdemik.

Published in Kisah dan Curhat

Teknologi selalu menjadi pembahasan menarik bagi semua orang. Tidak hanya yang bergelut dibidang IT saja, tapi juga orang awam dari semua kalangan. Bagaimana tidak, teknologi merupakan faktor utama penentu maju atau tidaknya sebuah bangsa, bahan hal ini telah turun temurun dari zaman ke zaman, mulai dari zaman manusia pertama sampai saat ini.

Berbicara masalah teknologi, saat ini para pakar dan ilmuan IT tengah mengembangkan salah satu teknologi terbaru yaitu nano teknologi. Sebuah teknologi yang disusun dari perangkat-perangkat berukuran nano (0,000000001 m). ukuran ini jika dibandingkan maka 50.000 lebih kecil dari rambut manusia. Perangkat yang digunakan berukuran 1 – 100 nano meters, dari ukuran inilah para pakar sains menamai teknologi ini sebagai teknologi nano.

Teknologi nano ini bukan merupakan hal yang baru. Pertama kali konsep nanoteknologi diperkenalkan oleh Richard Feynman pada sebuah pidato ilmiah yang diselenggarakan oleh American PhysicalSociety di Caltech (California Institute of Technology), 29 Desember 1959 dengan judul “There’s Plenty of Room at the Bottom”. Richard Feynman adalah seorang ahli Fisika dan pada tahun 1965 memenangkan hadiah nobel dalam bidang fisika. Istilah Nanoteknologi pertama kali diresmikan oleh Prof Norio Taniguchi dari Tokyo Science University tahun 1974 dalam makalahnya yang berjudul “On Basic Concept of ‘Nano-Technology’,” Proc. Intl Conf. Prod. Eng. Tokyo, Part II, Japan Society of Precision Engineering, 1974. Pada tahun 1980-an definisi Nanoteknologi dieksplorasi lebih jauh lagi oleh Dr. Eric Drexler melalui buku yang berjudul “Engines of Creation : The Coming Era of Nanotechnology”.

Teknologi Nano adalah teknologi masa depan. Diperkirakan 5 tahun kedepan seluruh aspek kehidupan manusia akan menggunakan produk-produk yang menggunakan teknologi nano yang diaplikasikan dalam bidang Medis & pengobatan, Otomotif, Komputer, Kosmetik, Farmasi Tekstil, Militer, Lingkunagan hidup maupun konservasi energi.

Published in Artikel

Tepat sebelum UAS dimulai, mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri mendapat waktu luang selama dua minggu untuk persiapan menghadapi UAS. Sebagian besar mahasiswa menghabiskan waktu luangnya untuk belajar dan sebagian lainnya liburan. Bukan hanya sibuk dengan UAS, ada juga mahasiswa yang menghabiskan waktu luangnya dengan kegiatan club. Salah satunya IT Club Robotik 2018 STT NF.

Anak - anak IT Klub Robotik ini mempunyai cara tersendiri menghabiskan waktu luangnya yaitu dengan membuat “proyek liburan”. Proyek liburan ini adalah kegiatan ngoprek Robotik dengan proyeknya yaitu membuat kunci rumah RFID. Seperti Namanya, kunci rumah ini menggunakan RFID (sejenis sensor pembaca ID) sebagai alat untuk membukanya. kunci yang digunakan berupa katu ID yang telah tersimpan alamat di dalamnya. Satu alat ini bisa mempunyai banyak kunci (kartu) tergantung kodingan yang dibuat. Tentunya alat ini sangat efisien dan tentunya kelihatan canggih dan modis.

Kunci rumah RFID ini hanya salah satu dari sekian banyak proyek Robotik 2018. Pasalnya mereka sedang merancang proyek lain untuk persiapan demonstrasi IT Klub dalam acara ORMIK tahun ini. “Kunci rumah RFID ini hanyalah proyek liburan aja, kita masih ada proyek ORMIK dan juga proyek lainnya”. Ujar salah satu anggota Robotik 2018.

Kreatifitas tanpa batas. Itulah yang selalu mereka pegang teguh demi keberlangsungan IT Klub nya. Dengan bermodalkan kreatif, mereka bisa membuat alat – alat yang bermanfaat tidak hanya bagi mereka sendiri tapi juga bagi kampus dan lingkungan sosialnya.

Published in Pojok Mahasiswa

Tak terasa Ujian Akhir Semester (UAS) tinggal beberapa hari lagi. Bagi sebagian mahasiswa, UAS merupakan mimpi buruk, bahkan ada yang sampai stress menghadapi UAS. Tapi tidak untuk mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri kelas TI-02 2017. Semester ganjil lalu tercatat kelas TI-02 2017 paling banyak mendapat gelar mahasiswa berprestasi daripada kelas yang lain diangkatan 2017.

Bukan berarti mahasiswa TI 02 ini berlatar belakang siswa berprestasi di sekolahnya dulu, bahkan ada mahasiswa yang waktu sekolahnya dulu tidak pernah masuk 10 besar ranking kelas tetapi menjadi mahasiswa berprestasi di kampus. Kuncinya adalah Think Win – Win atau berpikir menang – menang. Bukan hanya pada saat belajar dikelas atau saat mengerjakan tugas, prinsip ini juga mereka terapkan pada saat menhadapi UAS. Mereka menekan ego sendiri dan mengutamakan kebersaam demi mencapai tujuan yang sama yaitu lulus semua dengan predikat A. “Kita gak mentingin ego masing – masing karna ini bukan SMA yang hanya ada Ranking 1, 2 dan 3. Harapan nya sih sekelas kita dapet predikat mahasiswa berprestasi”. Ujar Huda Izzatul, mahasiswa kelas TI 02.

Untuk merealisasikan tujuan tersebut, kelas TI 02 punya metode tersendiri yaitu dengan kongkow bareng sebelum ujian berlangsung, baik itu ujian kelas, UTS ataupun UAS. Dengan menghilangkan rasa “saya paling”, anak – anak TI 02 ini berhasil menciptakan suasana nyaman setiap kali belajar bersama. Dengan begitu, tidak ada yang merasa paling pintar dan merasa paling kurang.

Dalam menghadapi UAS kali ini pun, anak - anak TI 02 beberapa kali melakukan kongkow bareng satu hari sebelum ujian berlangsung. Aktivitas ini bahkan memicu semangat belajar kelas lainnya bahkan beberapa orang dari kelas lain sering kali ikut serta dalam belajar bersama. “terkadang ada anak kelas lain yang ikutan, yah kita mah seneng – seneng aja, tambah banyak orangnya jadi tambah seru belajarnya”. Imbuh salah satu anak kelas TI 02 pada saat kongkow bareng.

Berprestasi tidak harus sendirian karena kampus bukan lagi SMA”. Kalimat itulah yang selalu dipegang teguh oleh anak – anak TI 02 sebagai motivasi untuk saling membantu. Pemandangan yang sangat indah yang dilakukan oleh mahasiswa TI 02 ini, Mereka berharap hal ini bisa ditiru dan dilakukan oleh kelas lain dengan harapan semua mahasiswa minimal memahami matakuliah yang tidak diketahuinya, lebih jauhnya semua mahasiswa bisa mendapat gelar “mahasiswa berprestasi”.

Published in Pojok Mahasiswa