Pernah membayangkan tidak, jika kamu bisa diundang ke acara Google yang ada di luar negeri dan bertemu dengan banyak Developer IT canggih di luar sana?

Hei..! tenang saja itu bukanlah suatu hal yang tidak mungkin, karena buktinya, Mahasiswa STT-NF yaitu M. Isfahani Ghiyath memiliki kesempatan untuk bisa berkunjung dalam acara besar tahunan Google I/O Summit 2019 di Shoreline Amphitheatre, Mountain View, California.

Isfa, merupakan mahasiswa tingkat akhir yang akan di wisuda bulan Agustus mendatang, merupakan mahasiswa berprestasi yang menciptakan Antivirus Spensav di bangku sekolah menengah, terakhir kali dia juga mewakili Indonesia dalam ajang Asia Pacific ICT Alliance (APICTA) tahun 2018 lalu. Aktivitas Isfa saat ini adalah sebagai magang di Tokopedia sebagai Android Developer.

Isfa terpilih menjadi perwakilan kampus STT-NF sebagai Lead Developer Student Club untuk menghadiri Google I/O Summit 2019, dalam acara tersebut akan ada presentasi produk terbaru mereka dan mengajak seluruh Developer di dunia untuk datang di acara tersebut.

“Benefit ikut acara adalah pengalaman datang ke acara terbesar di dunia, belajar banyak hal inovasi google untuk pengembangan kualitas hardskill dan softskill, menemukan networking dengan orang Google dan Developer seluruh dunia, yang paling utama pengalaman. Saya akan pergi tanggal 6 Mei di sana selama 1 minggu. Sedangkan acara akan dimulai pada tanggal 7 Mei hingga 9 Mei 2019,” kata Isfa.

Wah semoga, kita yang punya impian ingin jadi keluarga Google tercapai ya...!

Published in Pojok Mahasiswa

Gadget adalah perangkat elektronik yang banyak digunakan oleh manusia. Semua aktifitas manusia tak lepas dari perangkat yang satu ini. Dari bangun tidur sampai tidur lagi manusia menggunakan nya. Dan efek nya adalah kecanduan gadget. Nah, ini adalah level terparah manusia ketika kecanduan gadget. Sehari tanpanya bagaikan sayur tanpa garam. Istilah itu yang menggambarkan bagimana manusia yang kecanduan perangkat yang canggih ini. Kecanduan perangkat ini tidak hanya orang tua melainkan anak anak. Disinilah peran orang tua untuk selalu mengawasi buah hati nya dan memperhatikan apa apa saja yang anak akses ketika menggunakan nya.

Lantas efek apakah ketika seseorang kecanduan gadget ?

1.Menurunkan kemampuan daya ingat

Bersiaplah jika kalian kecanduan gadget, efek nya adalah kalian akan mudah sekali lupa. Penelitan yang pernah diterbitkan di majalah Science mengatakan bahwa mahasiswa dari Columbia dan Harvard hanya bisa mengingat bagaimana informasi itu didapatkan dari situs online ketimbang isi dari informasi tersebut. Nah itu adalah salah satu contoh efek kecanduan gadget.

2. Emosi yang tidak stabil

Jika kalian terlalu sering mengakses media sosial kejiwaan kalian bisa menjadi tidak stabil. Riset yang dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology menyatakan bahwa remaja yang sering chatting di sampai larut malam tidak bisa fokus saat di kelas. Selain itu, mereka juga tidak begitu mampu untuk menghadapi tekanan.

3. Membuat mata tegang

40% Pasien dokter mata mengalami ketegangan mata karena terlalu lama menatap layar smartpone. Dari survei yang dilakukan di tahun 2008, 45% mengalami nyeri leher dan punggung. Selain itu, terlalu dekat saat melihat monitor juga bisa mengakibatkan penghilatan kabur, sensitivitas cahaya, mata kering, dan sakit kepala.

4. Pendengaran makin berkurang

Berdasarkan penuturan seorang audiologi dari Harvard Medical Shcool, Brian Fligor, terlalu sering mendengarkan melalui speaker mini bisa mengakibatkan gangguan pendengaran di usia tua. Jadi sebaiknya mendengarkan musik seperlunya saja, tidak usah terlalu lama.

5. Nyeri otot dan sendi

Di Inggris, sekitar 3,8 juta orang mengeluhkan ibu jarinya yang sering sakit. Bahkan hampir 38% dari jumlah tersebut juga menderita sakit di pergelangan tangan dan ibu jari. Survei tersebut dilakukan oleh Virgin Mobile, perusahaan ponsel di Inggris.

Ngeri bukan ?

Dan tahukah kamu ?

Google adalah raksasa teknologi yang banyak diakses oleh manusia. Dan saat ini Google akan membatasi waktu penggunaan dalam memainkan gadget.

Kenapa begitu ? Ya, karena google telah mendapat cukup banyak kritik dari berbagai pihak agar tidak membuat orang-orang kecanduan gadget. Menurut sumber yang dikutip Kompas Tekno dari Wahsington Post, upaya pembatasan ini dilakukan Google melalui beberapa fitur yang dirilis pada Android P. Sistem operasi terbaru ini akan diperkenalkan pada perhelatan Google I/O.

Inilah satu satu cara google agar manusia tidak kecanduan gadget.

Published in Artikel

Anda pengguna smartphone Android? So pasti dong. Hampir semua orang menggunakan Adroid sebagai alat komunikasi juga alat serba guna lainnya. Zaman sekarang, penggunaan android tidak hanya terbatas pada alat untuk komunikasi saja, tapi berbagai kebutuhan lainnya juga bisa dipenuhi oleh smartphone ini. Pesan ojek saja sudah pake smartphone, hal ini membuat masyarakat menengah ke bawah harus menggunakan smartphone, palagi masyarakat kelas atas sudah pasti menggunakannya sebagai alat bisnis dan lain – lain

Penggunaan smartphone Android tidak hanya terbatas pada alat berkomunikasi atau pesan ojek saja. Bahkan sekarang Android bisa dipakai untuk usaha, alat kerja dan kebutuhan lainnya. Kita bisa membuat toko online sendiri dengan mudah dan murah, hanya bermodalkan smartphone Android dan kuota, kita sudah bisa berbisnis.

Tentu saja perkembagan Android ini didominasi oleh Aplikasinya yang beragam dan serba guna. Sebenarnya Android sendiri hanyalah sebuah wadah untuk menampung aplikasi – aplikasi yang membuat Android menjadi alat serba guna. Para pengembang aplikasi lah yang justru berjasa dalam suksesnya Android ini. Para pengembang aplikasi ini bukan berasal dari staff/ karyawan Android atau Google sebagai developernya, tapi dari berbagai jenis lapisan masyarakat. Dengan berodalkan pengetahuan pemrograman semua orang bisa membuat Aplikasi.

Membuat aplikasi Android sudah menjadi kesenangan tersendiri bagi sebagian orang, terutama mahasiswa Tekhnik Informatika. Sebenarnya pengetahuan pemrograman saja belum cukup untuk membuat Aplikasi Andorid. Ada satu alat penting yang menjadi kunci utama pengembangan aplikasi android ini yaitu Android Studio. Secara garis besarnya, Android Studio merupakan suatu aplikasi yang bisa digunakan untuk membuat aplikasi lainnya.

Android studio adalah sebuah IDE untuk Android Develoment yang dikenalkan pihak google pada acara Google I/O pada tahun 2013 lalu. Android studio merupakan suatu pengembangan dari Eclipse IDE, dan dibuat berdasarkan IDE Java populer, yaitu IntelliJ IDEA. Android studio merupakan IDE resmi untuk pengembangan aplikasi android.

Dengan Android Studio lah semua orang akhirnya bisa membuat aplikasi secara gratis dan bebas, dan berkat itu juga Smartphone Android terasa lebih bernyawa. Bukan hanya terbatas pada alat komunikasi saja tapi juga sebagai sarana hiburan dan alat berbisnis yang tentunya murah dan efektif. Sampai saat ini di Indonesia sendiri ada beberapa Aplikasi terkenal yang digunakan untuk berbisnis dan hiburann, antara lain yaitu BukaLapak, Go-Jek, dan lain sebagainya. Aplikasi tersebut berhasil meraut keuntungan miliaran rupiah setiap tahunnya dengan pengguna lebih dari 1 juta orang dan transaksi lebih dari 1000 setiap harinya.

Tentu saja sangat menggiurkan melihat keuntungan dari berbagai perusahaan besar tersebut yang berawal hanya dari Aplikasi Android yang dikembangkan perorangan. Hal ini menarik perhatian semua orang untuk membuat dan mengembangkan aplikasi android juga. Bahkan bagi sebagian orang menjadi motivasi tersendiri untuk meraih kesuksesa. Siapapun bisa melakukannya, termasuk Anda, hanya bermodalkan pengetahuan pemrograman java yang bisa dipelajari dari buku atau internet dan alat ini tentunya sebagai kunci utama, Android Studio.

Published in Artikel

Google mengumumkan produk dan program untuk Indonesia pada acara tahunan kedua Google for Indonesia. Produk baru tersebut yaitu Google Station Wifi, YouTube Go dan Asisten Google berbahasa Indonesia. Selain itu, perusahaan over the top asal Amerika Serikat tersebut mengumumkan perluasan pelatihan digital untuk pengembang, startup, female entrepreneur, usaha kecil menengah, siswa, dan keluarga.

Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia mengatakan tujuan umum Google di Indonesia bukan membangun teknologi untuk segelintir orang, melainkan membangun teknologi untuk semua orang.

Dia menambahkan saat ini pihaknya berupaya melakukan tiga hal utama yaitu memberikan akses Internet yang lebih baik, mempermudah akses informasi yang relevan dan berguna, dan memberikan lebih banyak cara bagi orang Indonesia agar Internet dapat bermanfaat.

"Melalui produk inovatif seperti Google Station dan program seperti pelatihan developer, kami berharap dapat mendukung Indonesia untuk menjadi negara yang berpengaruh dalam bidang teknologi digital di Asia Tenggara", katanya.

Semua produk yang diumumkan Google menawarkan solusi terhadap ketiga hal penting tersebut yaitu akses, informasi, dan kontribusi seperti Google Station, YouTube Go, Asisten Google dalam Bahasa Indonesia di Allo, Google Search Waze.

Sumber: Bisnis.com

Published in Artikel

logo gsoc      Selasa 6 Maret 2018, telah dilaksanakan Kuliah Umum di Auditorium Kampus B2 STT Nurul Fikri. Kuliah Umum merupakan kegiatan rutin sebelum masa perkuliahan semester aktif dijalankan. Tujuannya agar mahasiswa STT Nurul Fikri memiliki semangat dalam menghadapi semester selanjutnya. Kuliah Umum ini diwajibkan bagi mahasiswa kelas reguler pagi, opsional bagi kelas karyawan reguler sore dan kelas akhir pekan.

Kuliah Umum dihadiri kurang lebih oleh 100 mahasiswa serta para Dosen. Kuliah Umum tahun ini sangat berbeda dan mengispirasi dikarenakan pemateri langsung dari Google. Rangkaian acara pada Kuliah Umum diawali sambutan oleh PLT Ketua STT Nurul Fikri yaitu Bapak Ahadiyat S.Sos, dilanjutkan sambutan oleh Muh.Isfhani Ghiyath selaku PO (Project Officer) acara. Sebelum memasuki materi inti ada pengumuman Mahasiswa Berprestasi, lalu dilanjutkan pemenang Kontes Video Testimoni Mahasiswa, serta yang terakhir beranjak ke materi inti Kuliah Umum yaitu bertemakan tentang "Google Summer of Code".

Pemateri Kuliah Umum diisi oleh perwakilan dari Mitra Google yaitu Cat Allman (Program Manager Open Source Outreach, Google) dan Stephanie Taylor (Program Manager Google Summer of Code and Google Code-in, Google). Materi yang disampaikan sangat menginspirasi dan dapat menambah wawasan mahasiswa STT Nurul Fikri, betapa pentingnya belajar pemrograman dan bagaimana cara menemukan pekerjaan yang mudah dan baik, salah satunya berkarir dan berkontribusi di Google.

Perlu diketahui bahwa berkarir di Google merupakan impian semua orang karena perusahaan ini sangat populer dan besar. Google Summer of Code adalah sebagai wadah untuk melatih kemampuan pemograman. Untuk mengikuti Google Summer of Code tidak harus orang yang handal dalam pemrograman, siapa saja dapat bergabung selagi memiliki niat yang kuat untuk melatih kemampuan pemograman. Hanya cukup memiliki sebuah ide yang ditulis dalam proposal kemudian ide tersebut dikirim ke google untuk direview, setelah direview dan diterima maka kita dapat melakukan kontribusi pada project open source yang sudah dipilih.

Pemateri mengatakan bahwa beliau tidak secara instant menguasai bahasa pemrograman dengan mudah tapi butuh proses belajar yang panjang dan memiliki kesabaran dalam belajar pemrograman, serta kemampuan yang kuat dalam mengikuti dan menguasai materi.

Kuliah Umum tahun ini sangat berkesan dan membanggakan bagi Kampus STT Nurul Fikri dikarenakan telah resmi menjadi Mitra Google se-Indonesia. Faktanya hanya 20 Kampus yang terpilih dan hanya 4 Kampus yang dikunjungi oleh Mitra Google dan salah satu dari ke-4 kampus tersebut adalah Kampus STT Nurul Fikri.

Semoga ini langkah awal untuk menjadikan STT Terpadu Nurul Fikri lebih baik lagi dalam menciptkan generasi hebat.

Published in Kegiatan Kampus

Mesin pencarian atau search engine digunakan oleh masyarakat di berbagai belahan dunia untuk berselancar di intenet. Diantaranya untuk mengakses informasi pada suatu website hingga bersosial media. Adapun mesin pencarian yang banyak dikenal oleh masyarakat dengan pangsa besar di dunia, yakni Google. Selain mesin pencari google, ada pula bing search. Bing Search merupakan mesin pencari hingga saat ini masih banyak digunakan oleh penggemar Microsoft di Amerika Serikat.

Baru-baru ini, Microsoft melakukan update untuk peramban karyanya, Bing Search pada versi Androidnya. Update tersebut berbekal peningkatan pengalaman browser di Android, terutama di video, tab gambar dan kemampuan menemukan teks di halaman. Selain itu, update ini juga menambahkan tampilan peta dan jawaban lokal lebih baik, serta sejumlah perbaikan bug, perbaikan kecepatan, tampilan lebih rapi dan sebagainya. Sayangnya, sejumlah fitur ini tidak tersedia di wilayah lain di luar Amerika Serikat.

Saat ini, Microsoft juga dilaporkan tengah menjalankan program beta Bing, yang dapat dicoba pengguna peramban tersebut dengan bergabung ke komunitas beta, sebelum versi stabil dari Bing tersebut dirilis di Google Play StoreSebelumnya, Microsoft meluncurkan Edge versi beta pada tahun lalu, dan kemudian tersedia untuk pengguna di negara terpilih. Selain Amerika Serikat, Microsoft Edge versi Android dan iOS belum diluncurkan secara di global.

Pada awal minggu lalu, Product Manager Microsoft Edge Sean Lyndersay  mengumumkan bahwa Edge versi Android dan iOS telah diluncurkan di lebih banyak negara. Menurut Lyndersay, browser ini kini digulirkan di hampir seluruh pasar berbahasa Inggris dan Perancis. Sementara itu, fitur terbaru Microsoft OneDrive for Business memungkinkan pengguna untuk mengembalikan file dari berbagai titik dalam kurun waktu 30 hari terakhir. Fitur ini Microsoft sebut sebagai Files Restore. Semoga bermanfaat.

Published in Artikel

Fitur video call saat ini banyak diminati dan digunakan oleh pengguna dalam maupun luar negeri. Orang-orang dalam melakukan video call dengan lawan bicaranya, biasanya melalui social media seperti halnya WhatsApp dan LINE. Pada umumnya, untuk melakukan panggilan video kedua belah pihak, baik penelepon maupun penerima harus mendownload dulu aplikasinya. Namun, berbeda dengan Google Duo, bahwasanya penelepon bisa melakukan video call terhadap siapapun, meskipun lawan bicaranya ini belum menginstall dan mendaftarkan ke Google Duo. Dengan catatan, di akhir panggilan telepon penerima akan didorong untuk menginstall aplikasi tersebut.

Guna menjaga privasi, Google Duo memiliki sebuah opsi, yakni calon penerima berhak untuk menolak panggilan Duo dari orang atau nomor yang menghubunginya tersebut. Cara ini merupakan langkah yang bagus untuk memperluas aksesibilitas Duo, serta mempromosikan Duo kepada mereka yang belum menggunakannya. Google Duo pertama kali dirilis pada Agustus 2016 lalu. Dimana aplikasi ini menawarkan kualitas video call yang diklaim lebih stabil dibandingkan dengan aplikasi video call yang sudah ada.

Selain itu, Duo juga menawarkan pengalaman simpel yang didesain untuk memberikan kemudahan saat sedang digunakan. Yakni hanya dengan menggunakan nomor telepon, pengguna bisa langsung menghubungi orang-orang di daftar kontak. Dengan begitu, pengguna tidak perlu lagi membuat akun terpisah, karena dapat secara langsung melakukan sign up dan mulai menelepon. Aplikasi yang bisa dipakai antar platform Android maupun iOS ini juga dibuat untuk memberikan pengalaman berkomunikasi yang cepat dan tetap bekerja meski koneksi sedang lambat.

Meskipun demikian, kualitas panggilan akan tetap menyesuaikan dengan perubahan jaringan. Dengan kata lain, saat bandwidth terbatas, Duo akan secara otomatis mengurangi resolusi gambar, dengan tujuan supaya panggilan tetap mulus. Kelebihan lain yang dimiliki Duo yaitu terdapat pada kemampuannya dalam beralih dari WiFi ke jaringan ponsel atau sebaliknya, secara otomatis tanpa memutuskan panggilan yang sedang berlangsung. Semoga bermanfaat.

Published in Artikel

Kita tahu bahwa terdapat banyak sekali bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi. Bahkan setiap negara memiliki bahasa nasionalnya tersendiri. Di samping bahasa nasional, beragam pula bahasa daerah di dalamnya negara tersebut. Dengan berkembangnya teknologi, memungkinkan seseorang untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain walaupun menggunakan bahasa yang berbeda. Dan baru-baru ini Google menghadirkan sebuah produk teknologi yang dapat merealisasikan hal tersebut.

 

Di tengah presentasi terkait teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelegence (AI),Augmented Reality (AR), kamera canggih, serta miniatur asisten cerdas Home. Google kemudian mengumumkan produk terbarunya, yaitu Pixel Buds dengan fitur penerjemah. Pixel Buds ini merupakan earphone nirkabel, yang memiliki fungsi serupa dengan Apple AirPods dan Samsung Gear IconX. Selain itu, Google Pixel Buds diketahui dapat dihubungkan dengan smartphone Pixel. Teknologi ini juga menggunakan mesin penerjemah dari Google, yang tujuannya tidak lain untuk memberikan terjemahan secara langsung terhadap 40 macam bahasa yang berbeda.

 

Pihak dari Phone Arena memberi penjelasan terkait cara kerja perangkat baru ini, dimana produk ini memungkinkan dua pihak saling berbicara dengan menggunakan bahasa mereka masing-masing. Untuk sistemnya, pembicara yang satunya menggunakan teknologi Pixel Buds tersebut, sementara lawan bicaranya mendengarkan via Ponsel Pixel. Selanjutnya, masing-masing pihak mengucapkan kalimat yang ingin disampaikan dalam bahasa mereka kepada perangkat, sehingga terjemahan kalimat tersebut akan diterima langsung oleh telinga si pendengar.

 

Adapun penjelasan dan demontrasi terkait cara kerja dari fitur-fitur yang ada pada earphone ini dinilai begitu mengagumkan. Namun, perangkat ini diperkirakan tidak dapat berfungsi dengan mulus layaknya seperti pada demontrasi yang telah ditayangkan itu. Hal ini dikarenakan mesin dari penerjemah Google masih memiliki kendala dalam menangani kalimat yang tergolong sulit, walaupun disisi lain telah mampu menangani kalimat yang sederhana.

 

Fitur Pixel Buds ini merupakan awal yang baik bagi Google Translate, dan sekaligus mengingatkan masyarakat tentang mitos Tower of Babel, yakni sebuah mitos yang menjelaskan alasan masyarakat di dunia terkait keinginannya melakukan komunikasi dalam bahasa yang berbeda.

 

-Semoga Bermanfaat-

Editor : Sep/Uml

Published in Artikel

Google menegakkan HTTPS untuk semua situs di bawah domain tingkat atas (TLD) masing-masing, seperti .google, .how, and .soy.

Seiring dengan menjadi perusahaan pencari dan iklan, Google juga merupakan registrar TLD dan memiliki 45 nama yang dapat digunakan situs sebagai pengganti TLD konvensional, seperti .org or .com.

Dari 45 TLD tersebut, yang saat ini tinggal meliputi .google, .how, and .soy, dengan .app launching segera. Dengan pengecualian .google, pendaftar domain Google Google Domain dan mitranya menjualnya kepada siapa saja yang ingin membuat situs web. Yang lainnya mengklaimnya termasuk .ads, .boo, di sini, .meme, .ing, .mov, dan .rsvp.

Google memperketat jeratan pada HTTP: Chrome menempel 'Tidak aman' pada halaman dengan bidang pencarian. Pada bulan Oktober, Google akan memulai tahap kedua dari rencananya untuk memberi label pada semua halaman HTTP sebagai tidak aman.

Sebagai bagian dari dorongan untuk penerapan HTTPS yang lebih luas, Google kini telah mulai mengaktifkan HTTP Strict Transport Security (HSTS) untuk "jumlah besar" TLD-nya.

Kebijakan HSTS memastikan bahwa peramban web hanya menggunakan sambungan terenkripsi HTTPS ke situs yang mendukung HTTPS. Semua peramban utama beralih ke, misalnya https://gmail.com meskipun pengguna mengetik di alamat http. HSTS bertujuan untuk mencegah serangan downgrade, seperti POODLE, yang melemahkan atau menghapus enkripsi.

Daftar pramuat HTTPS HSTS nama host memastikan bahwa browser secara otomatis menerapkan koneksi HTTPS kepada mereka. Daftar ini digunakan di Chrome, Firefox, Safari, Internet Explorer, Edge, dan Opera.

Ben McIlwain, seorang insinyur perangkat lunak untuk Google Registry, menjelaskan bahwa .google menjadi TLD pertama yang bergabung dengan daftar preload HSTS. Google meluncurkan .google TLD pada tahun 2014 dan sekarang menggunakannya untuk blog Kata Kunci, Google Registry, dan Google Design-nya.

TLDs non.google pertama yang bergabung dengannya adalah .foo dan .dev, yang akan segera disiapkan oleh Google untuk pendaftaran.

Menurut McIlwain, memungkinkan HSTS tingkat TLD jauh lebih efisien daripada sistem saat ini karena adanya jeda antara daftar preload saat ini dan update browser yang sampai ke pengguna.

"Penggunaan HSTS tingkat TLD memungkinkan ruang nama tersebut aman secara default," tulis McIlwain.

Pendaftar masih perlu mengonfigurasi sertifikat SSL untuk mengaktifkan HTTPS di situs mereka. Sertifikat gratis bisa didapatkan dari Let's Encrypt. Tetapi jika pemilik situs tidak perlu menambahkan situs mereka ke daftar preload HSTS, yang McIlwain katakan bahwa dapat memakan waktu berbulan-bulan karena waktu yang dibutuhkan agar peramban dengan daftar terbaru menjangkau sebagian besar pengguna.

Menggunakan TLD yang sudah diamankan memberikan perlindungan di awal daripada perlindungan sesudahnya. Menambahkan keseluruhan TLD ke daftar preload HSTS juga lebih efisien, karena mengamankan semua domain di bawah TLD tanpa biaya overhead harus mencakup semua domain tersebut secara terpisah.

Pada bulan Oktober, Google akan memulai tahap kedua dari rencananya untuk memberi label pada semua halaman HTTP sebagai tidak aman.

 

Published in Artikel

Kemarin netizen di tanah air, khususnya yang berada di daerah Bekasi dihebohkan dengan munculnya perubahan nama Jalan Dewi Persik, yang seharunya adalah Jalan Dewi Sartika. Atas kejadian ini, tentu pihak Google dibanjiri oleh keluhan dan protes atas pergantian nama tersebut.

Bahkan, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Bekasi, Titi Masrifahati telah melayangkan surat keberatan yang ditujukan kepada pihak Google selaku penyedia layanan Maps. Menurut keterangan dari Google Indonesia, mereka mengakui memang ada kesalahan yang terjadi atas perubahan nama jalan tersebut. Menanggapi isu tersebut, pihak Google meminta maaf dan segera mengambil tindakan untuk memperbaiki masalah tersebut.

Selain itu, pihak Google juga menjelaskan bagaimana mereka mengumpulkan data yang ada di Google Maps, dimana mereka mendapatkan data dari berbagai sumber yang berbeda. Jika Anda melihat berbagai informasi di Google Maps seperti nama jalan, kafe, atau tempat umum lain, data tersebut merupakan kombinasi dari penyedia pihak ketiga, sumber data publik, dan kontribusi dari pengguna.

Dengan sistem pengumpulan data tersebut, Google mengklaim jika informasi yang ditampilkan di Google Maps bisa up-to-date. Namun mereka juga menyadari jika kekeliruan data mungkin saja bisa terjadi sewaktu-waktu, dan butuh waktu yang bervariasi untuk memperbarui data.

Nah, Google mengimbau para pengguna untuk memanfaatkan fitur “Send Feedback” yang terletak yang di pojok kiri bawah jika pengguna menggunakan aplikasi mobile, atau pojok kanan bawah jika pengguna menggunakan Google Maps via PC untuk memberikan masukkan.

Published in Artikel
Halaman 1 dari 5