Bagi kita pengguna smartphone, tentu kita memiliki koleksi aplikasi di memori. Dengan banyaknya aplikasi yang kita unduh dari Play Strore, membuat smartphone berjalan lebih lambat karena memori yang terpakai hampir penuh akibat ukuran aplikasi yang memakan banyak memori. Namun, kita tidak perlu khawatir, karena saat ini google telah mengatasi masalah tersebut. Yakni dengan mengembangkan algoritma baru, bernama algoritma bsdiff, guna mengurangi ukuran (size) aplikasi di Play Store.

Google fokus terhadap hal tersebut, mengingat sebanyak 65 miliar aplikasi Android di dunia telah diunduh dari Play Store. Dengan jumlah itu, perusahaan berupaya mengurangi ukuran pemasangan (install) aplikasi dan updates-nya. Pengembang (developer) pun didorong untuk merilis lebih banyak updates pada aplikasi dengan sejumlah konten, perbaikan, terutama pada keamanan.

Saat ini, Google telah menemukan cara efektif untuk memperkecil ukuran aplikasi Android yang dapat diunduh via Play Store, termasuk juga file update. Tentunya, dengan semakin kecil ukuran file akan semakin mempercepat proses pengunduhan dan dapat membuat kapasitas memori perangkat menjadi lebih lega.

Sebelumnya, Google hanya mampu menyusutkan ukuran file aplikasi Android sebanyak 47% dari total ukuran asli file APK tersebut. Berkat algoritma bsdiff (Binary diff/patch utility) ini, Google dapat mengurangi ukuran delta hingga 50%.

apps

Dengan menerapkan patch ke file binary, bsdiff dapat menghasilkan patch binary 50% – 80% lebih kecil ketimbang Xdelta. Untuk saat ini, Google bakal menggunakan cara baru untuk menyusutkan ukuran file hingga 65% dari file yang sudah disusutkan via bsdiff.

Bahkan untuk beberapa kasus, Google dapat memangkas ukuran hingga menjadi 90% dengan menggunakan teknik patching File-by-File. Namun, untuk saat ini teknologi patching ini hanya digunakan untuk layanan update otomatis saja.

Singkatnya, Google menjelaskan bahwa keunggulan dari patch ini seperti jika kita adalah seorang penulis buku yang karyanya hendak diterbitkan, dan kemudian kita ingin mengganti satu kalimat. Maka kita hanya perlu mengganti satu kalimat tersebut, ketimbang mengirim satu buku penuh yang sudah direvisi. Jadi, buah dari perbaikan aplikasi ini akan membuat proses pengunduhan dan update menjadi lebih cepat dan efisien.

Published in Artikel

Setelah hampir empat bulan dengan versi beta, Google resmi merilis App Inventor Suite yang siap untuk pengguna. Alat pengembangan resmi Google, Android Studio sekarang kleuar dari versi beta dan dirancang dengan kemampuan baru untuk membangun aplikasi dengan lebih cepat.

Bagian yang paling menonjol untuk memperbarui ke versi 2.0 adalan instan Running, dimana Google telah melakukan pengembangan pada sebagian lingkungan pengembangan terpadu (IDE) selama setahun terakhir. Dengan ini, Anda dapat melihat bagaimana perubahan kode langsung mempengaruhi App. Jika Anda terjebak pada kompilasi ulang atau menginstal APK, dapat menjadi proses yang cukup rumit.

Selain itu, perangkat emulator dikatakan akan Tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan yang sebelumnya berkat kemampuannya untuk memasuki multicore CPU. Google mengatakan, emulator biasanya akan lebih cepat pengujiannya pada alat yang nyata dalam menjalankan fitur baru atas perangkat virtual baru untuk setiap melakukan uji coba/tes.

Android Studio juga memberikan kepada pengembang ide yang lebih baik tentang bagaimana App mereka memungkinkan dengan tampilan pada beberapa perangkat yang sudad di uji secara Cloud. Ini memungkinkan Anda untuk mencoba bagaimana App terlihat pada berbagai model ponsel, tablet, dan perangkat keras lain, dan yang sangat penting diberikan lanskap fragmentasi Android yang luas sekali.

Anda dapat mendownload Android Studio 2.0 sekarang juga. Google juga bermitra dengan Udacity pada serangkaian kursus Online bagi mereka yang ingin belajar tentang bagaimana cara membangun Aplikasi Android.

Mengapa hal ini diperlukan? Karena kualitas alat yang tersedia untuk pengembang sangat mempengaruhi kinerja jenis aplikasi yang mereka bangun. Fitur baru dalam Android Studio harus memberikan layanan yang lebih baik bagi pengembang dalam menangani kinerja perangkat dan versi Android yang digunakan, yang merupakan tantangan utama dalam membangun sistem operasi bagi Google.

Ini tidak akan mengatasi masalah mendasar, seperti peluncuran aplikasi pertama yang hanya pada iOS. Tetapi ini akan membantu pengembang aplikasi dengan kualitas lain yang mendapat keuntungan dari fitur tertentu Android.

Sumber : http://www.greenbot.com/article/3053551/android/android-studio-20-brings-new-emulator-more-tools-to-speed-app-creation.html

Published in Artikel

Indonesia Android Kejar adalah program yang diinisiasi oleh Google Developer untuk mendukukung developer Indonesia dalam mengembangkan aplikasi mobile melalui pembelajaran online Udacity dan pertemuan offline (study group) oleh komunitas lokal.

Indonesia Android Kejar juga turut mendukung program pemerintah sebagai salah satu kerja sama pemerintah Indonesia dengan Google pada bulan Februari yang lalu. Salah satu kesepakatan tersebut ialah melatih 100 ribu developer mobile di Indonesia sampai tahun 2020.

Indonesia Android Kejar Batch pertama luar biasa telah berhasil merangkul 100 lebih fasilitator dan 2500 lebih partisipan di 5 kota.

Pada Indonesia Android Kejar Batch 2, kali ini berkolaborasi dengan FemaleDev dan Women Techmakers.

Berkolaborasi dengan FemaleDev, dimana terdapat benefit lebih bagi kelompok belajar khusus perempuan. Program ini bertujuan untuk memberdayakan female developers dan startup founders agar jadi pemimpin di dunia teknologi.

Woman Techmaker, sebuah program dari Google untuk menghimpun dan memfasilitasi perempuan di seluruh dunia dalam bidang teknologi.

Keuntungan bergabung di Women Techmakers Study Group adalah dapat berkesempatan mengikuti Women Leadership Bootcamp di Jakarta dan berkesempatan juga menjadi the next FemaleDev Ambassador di tiap kota.

Terdapat beberapa mahasiswi Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri yang diterima dalam pelatihan tersebut tanpa harus mengeluarkan biaya sama sekali. Mulai dari angkatan tahun 2015 dan mahasiswa baru 2016.

Selama mengikuti program ini, mereka mengikuti pelajaran online di Udacity dan pembelajaran offline secara berkala dengan bimbingan para fasilitator. Mereka mendaftar sesuai dengan tingkat kemahiran mereka dalam melakukan pemrograman Android, mulai dari level Beginner, Intermediate, dan Advance. Selama mengikuti Indonesia Android Kejar, para peserta akan melakukan pemrograman Android dengan Android Studio.

Tempat dan waktu juga berbeda, disesuaikan dengan jadwal yang telah disediakan per fasilitator.

Pelatihan pertama yang diikuti oleh mahasiswi STTNF salah satunya yaitu di kantor KIBAR yang terletak tidak jauh dari stasiun Cikini dan berlangsung selama dua hari 19-20 November 2016. Dan kali ini di fasilitatori oleh Brizky Ramadhani Ismanto.

“Mantap sekali ilmu yang saya dapat, apalagi temen-temennya yang enak banget diajak sharing ilmu dan pengalamannya. Ditambah fasilitatornya yang seru dan gokil abis ngajarnya. Mantab jiwalah pokoknya!” Ujar Chairin (mahasiswi SI-STTNF2016).

Tak lupa para peserta mengabadikan moment terbaiknya bersama fasilitator dan teman-temannya.

“Sering-seringlah diadain pelatihan yang gratis dan bermanfaat kaya gini.” Ujar Anisa (mahasiswicTI-STTNF2016) satelah mengikuti pelatihan tersebut.

Dan setelah pelatihan ini, para peserta diwajibkan untuk membuat suatu project dalam satu minggu depan guna memenuhi persyaratan mendapatkan sertifikat resmi dari Google.

w1

Suasana peserta Woman Study Sroup Indonesia Android Kejar Batch 2 di kantor KIBAR

w2

Hari pertama peserta Woman Study Sroup Indonesia Android Kejar Batch 2 di kantor KIBAR

w3

Hari kedua peserta Woman Study Sroup Indonesia Android Kejar Batch 2 di kantor KIBAR

Published in Pojok Mahasiswa

Google telah meluncurkan fitur baru, yaitu berupa label untuk memeriksa fakta dari sebuah artikel hasil pencarian yang akan ditambahkan pada artikel tersebut nantinya.

Pemeriksaan berita yang fakta atau sekedar opini saja akan muncul di berita lain dalam Google News dan Google juga mengatakan bahwa “Cahaya yang bersinar akan memisahkan sebuah artikel bersifat fiksi atau fakta ”.

Richard Gingras, kepala Google News, menambahkan “Penambahan fitur baru ini akanntu dan memudahkan pembaca untuk mengetahui apakah artikel atau berita yang didapat dari pencarian Google fakta atau hanya rekayasa saja, misalnya dalam suati berita yang sednag populer dan cukup besar dimana sifat keaslian artikel tersebut akan dipertanyakan dan diperdebatkan”.

Dia mengatakan, sebuah situs dapat mengajukan permohonan penambahan fitur ini untuk dimasukkan dan yang nantinya akan muncul pada artikelnya di hasil pencarian.

“Anda akan melihat tagged artikel di kotak pencarian yang diperluas oleh news.google.com, Google News, IOS, dan Android Apps, yang akan diluncurkan di AS dan Inggris ” tambahnya.

Untuk memeriksa apakah artikel sudah terdaftar atau belum dapat dilihat di sumber berita Google News di Desktop.

Cara Google menentukan sebuah artikel atau berita benar atau fiktif adalah dengan teknik meninjau klaim. Yaitu disediakannya label tab seperti pendapat, sumber lokal dan sumber yang terkait.

Memeriksa sebuah keakuratan berita atau artikel telah menjadi sesuatu yang sangat populer dalam beberapa tahun belakangan.

Menurut Reporter Universitas Duke Lab, ada lebih dari 100 pemeriksaan fakta situs - situs online termasuk BBC sendiri dalam Reality Check.

Namun, tidak semua pemeriksaan fakta sebuah situs dapat dijalankan oleh algoritma yang sengaja diadak-adakan. Semua itu perlu pemeriksaan yang tepat dan tidak berpihak.

Contohnya, situs besar “X” dibongkar kesalahannya oleh situs lain pada bulan Agustus lalu dan seccepatnya melakukan perbaikan untuk membuat postingan yang lebih baik setelah adanya klaim yang disampaikan.

Google pemeriksa fakta berita atau artikel ini akan dirilis menjelang akhir bulan depan saat pemilihan Presiden AS. New York Times juga sudah memiliki fitur pemeriksa fakta atau kekakuratan sebuah berita pada situsnya untuk menjaga tab pada saat kampanye untuk kantor Oval.

Sumber : http://www.bbc.com/news/technology-37657524

Published in Artikel
%AM, %08 %338 %2016 %07:%Nov

Kecerdasan Buatan (AI)

Bagi sebagian orang mungkin pernah mendengar istilah tersebut, tetapi tidak sedikit pula yang belum mengetahui mengenai hal ini. Nah, untuk itu saya akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar AI (Artificial Intelegence) yang mungkin muncul dalam benak anda.

Kecerdasan buatan atau dalam Bahasa inggris berarti Artificial Intelegence, yang kemudian disingkat AI, merupakan kawasan penelitian, aplikasi, dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk dapat melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas.

Dengan diciptakannya AI ini, komputer diharapkan dapat diberdayakan untuk mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia.

Hal ini tentu saja bertolak belakang dari fungsi awal diciptakannya komputer, yang mana awalnya komputer diciptakan hanya sebatas untuk alat hitung saja.

Namun seiring perkembangan zaman, para ilmuwan menciptakan penemuan-penemuan baru yang semakin mendominasi kehidupan manusia, seperti yang terlihat saat ini.

Tetapi kita tidak perlu khawatir AI akan mengambil alih dunia, sebab sampai saat ini hal paling pintar yang bisa mereka lakukan adalah hanya sebatas menganalisa kebiasaan dan bahasa dari penciptanya, yaitu manusia.

Namun demikian, Microsoft sudah semakin dekat dengan penciptaan AI yang memiliki kemampuan seperti otak manusia.

Anda bisa membayangkan, saat AI mulai bisa berpikir seperti manusia, kemungkinan akan ada banyak potensi yang bisa mereka lakukan, seperti misalnya menerjemahkan berbagai bahasa di dunia hanya melalui suara yang kita ucapkan.

Selain Microsoft, google juga sudah terjun dalam proyek AI super, yakni lewat salah satu insinyurnya, Demis Hassabis. Dalam hal ini, beliau sedang berusaha membuat AI yang diharapkan dapat meniru cara kerja sel syaraf pada manusia.

Wow! Ini menarik dan sangat keren untuk diteliti lebih dalam mengenai potensi-potensi lain yang dapat dilakukan komputer dengan adanya AI.

Published in Artikel

Raksasa teknologi Alphabet atau yang lebih dikenal dengan Google, memang memiliki kekuatan untuk mengubah dunia melalui sejumlah inovasinya.
Berkantor di Mountain View, California, Amerika Serikat, Google rupanya tak sekadar mesin pencari yang membantu jutaan pengguna internet, google juga dapat menciptakan beberapa teknologi yang dapat mengubah dunia dengan pemikiran dari para penelitinya yang futuristik.
Penasaran pada teknologi apa saja yang bakal google cetuskan untuk mengubah dunia?
Berikut adalah tujuh teknologi yang akan diciptakan oleh tim google dan mungkin dapat megubah dunia melalui teknologi yang diciptakan.

1. Project Loon

Teknologi balon udara Google atau yang lebih dikenal dengan Project Loon. Merupakan proyek ambisius Google untuk menyebarkan akses internet ke seluruh dunia, terutama untuk daerah-daerah yang tak terjangkau.
Balon udara ini rencananya akan diterbangkan dengan ketinggian antara 60.000 hingga 90.000 kaki di atas tanah atau dua kali lebih tinggi dibandingkan pesawat.

Ditenagai oleh tenaga surya, membuat balon udara ini mampu terbang nonstop hingga 100 hari. Nah, saat terbang, balon ini akan mengirimkan sinyal internet cepat LTE ke daerah-daerah yang dilaluinya.

2. Project Titan

Jika sebelumnya Project Loon menggunakan balon udara untuk menebarkan internet di seluruh dunia, maka dalam Project Titan, Google menggunakan drone atau pesawat nirawak untuk menyebarkan jaringan internet.

Drone yang bernama Titan Aerospace Solara 50 ini kabarnya bisa terbang hingga 5 tahun nonstop. Hal ini dapat dilakukan berkat tenaga matahari yang diserap melalui panel solar yang terpasang diseluruh rentang sayapnya. Menurut CEO Google Sundar Pichai, saat kedua penerbangan tersebut berjalan, Google bisa menyebarkan internet cepat kepada 4 miliar orang di dunia.

3. Pil Pendeteksi Kanker

Pil pendeteksi kanker ini diteliti oleh anak usaha Alphabet bernama Google X. Saat ini tim peneliti mengembangkan partikel magnetik yang bisa menempel pada sel, protein, atau molekul lainnya.Tak hanya itu,GoogleX juga mengembangkan perangkat wearable yang akan menggunakan magnet untuk menghitung partikel. Dengan sistem ini, pengguna akan mendapatkan notifikasi atau peringatan dini bilamana terdeteksi sel kanker di dalam tubuhnya.

4. Mobil Otonomos

Kehadiran mobil otonomos atau mobil yang dapat berjalan tanpa pengemudi ini dipercaya bisa menyelamatkan jutaan orang di dunia, Mengapa? Menurut sebuah data, sebanyak 1,24 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat kecelakaan mobil tiap tahun.

Google mengganggap bisa mengurangi angka kecelakaan di jalan dengan adanya mobil otonomos, Menurut survei dari Eno Centre for Transportation, jika 90 persen mobil yang berjalan di jalan adalah mobil otonomos, angka kecelakaan di Amerika Serikat bakal menurun dari 6 juta hingga 1,3 juta per tahunnya.

5. Makani Power

Makani Power merupakan proyek yang dijalankan oleh divisi Google X milik Alphabet. Makani Power membuat layang-layang yang bisa menciptakan energi terbarukan.
Layang-layang energi ini sebenarnya merupakan pesawat yang dilengkapi dengan rotor. Rotor inilah yang akan membantu mengangkat layang-layang dari tanah dan menerbangkannya. Ketika terbang, rotor yang terpasang akan berubah menjadi sebuah turbin.

Dengan perangkat Makani Power ini, Google mengklaim bisa menghasilkan energi 50 persen lebih banyak dibandingkan turbin tradisional, serta 90 persen lebih hemat daya.

6. Run by Calico

Perusahaan di bawah Google, Calico atau California Life Company kini sedang melakukan penelitian mengenai gen. Dengan penelitian ini, nantinya Google berharap bisa memperpanjang usia hidup seseorang.
Sayangnya hingga kini belum terlalu banyak informasi yang beredar mengenai apa yang sebenarnya sedang dikerjakan oleh Calico ini.

7. Kecerdasan Buatan

Pernah mendengar juara dunia permainan Go dikalahkan oleh kecerdasan buatan google yang bernama AlphaGo? Nah, jika penelitian mengenai kecerdasan buatan ini terus dilanjutkan, maka bukan tak mungkin masa depan dunia bakal berubah, tentunya menjadi lebih baik. (Agung Prayoga)

Published in Artikel
%PM, %18 %762 %2016 %17:%Jul

Veteran Google dibalik Sukses Pokemon Go

Sejak kemunculannya pada awal Juli lalu, Pokemon Go sontak menjadi fenomena di dunia, game berbasis augmented reality itu sukses mencuri perhatian dunia dengan keunikannya yang menggabungkan dunia nyata dan virtual lewat sebuah smartphone. Di balik kesuksesan game fenomenal itu ada nama veteran Google, John Hanke. John merupakan ahli geospasial yang fokus bidang pemetaan dunia. Banyak karya yang sudah ia ciptakan dan berhubungan dengan geospasial, salah satu yang paling populer adalah Google Earth, Google Maps dan Google Streetview.

John Hanke kini menduduki posisi sebagai CEO Niantic Labs sebuah startup yang ia dirikan pada 2010. Niantic awalnya berada dalam perusahaan Google sebelum memutuskan berpisah, saat Google mengubah struktur organisasi perusahaan dan memiliki perusahaan induk Alphabet.

Awal mula hubungan John Hanke dengan Google pada saat perusahaan visualisasi data dan geospasial yang didirikannya, bernama Keyhole Inc. diakuisisi Google. Di Google, John menduduki posisi sebagai Wakil Presiden manajemen produk untuk divisi “Geo” yang meliputi Google Maps, Google Earth, Local, StreetView, SketchUp, dan Panoramio.

Sebelum membuat proyek Pokemon Go, Niantic telah membuat game serupa yang diberi nama Ingress. Berawal dari situ, ide pengembangan Pokemon Go dimulai. Untuk mewujudkan proyek Pokemon Go, John harus mendekati dua perusahaan yang memiliki lisensi, yaitu Pokemon Company dan Nintendo.

Dimulai dari kerjasama antara Google dan Pokemon company dalam proyek Pokemon Challenge melalui aplikasi Google Maps pada perayaan April Mop, John semakin yakin jika dirinya bisa membuat sesuatu yang hebat dengan menggabungkan Pokemon dan Geospasial. Dari proyek tersebut, barulah diketahui bahwa CEO Pokemon Company, Tsunekazu Ishihara adalah seorang gamer Ingress yang memiliki level tertinggi di Jepang. Dengan kata lain, hal tersebut menjadi kunci untuk memuluskan proyek Pockemon Go.

Tantangan berikutnya adalah meyakinkan mendiang Satoru Iwata yang kala itu menjabat sebagai CEO Nintendo. Iwata memang dikenal tegas untuk menjaga ekslusifitas karakter legendarisnya seperti Mario Bros, Zelda, Donkey Kong, dan Pokemon sendiri ke platform lain. Namun untuk proyek Pokemon Go, Iwata langsung menyetujuinya dan mempercayakan semuanya pada Niantic karena Nintendo harus memiliki sasaran baru di bisnis Game Mobile mengingat penjualan game konsol yang sedang menurun. Di tahun 2015 proyek Pokemon Go dimulai dan Niantic mendapatkan dana sebesar US$ 330 juta dari Nintendo dan Pockemon Company untuk menjalankan proyek tersebut.

Berikut riwayat John Hanke:

* 1996, membuat Masively Multiplayer Online Game (MMO) paling pertama yang diberi nama Meridian 59.

* 2000, meluncurkan Keyhole yang menampilkan peta dengan aerial photography dan menciptakan GPS online peta 3D dunia.

* 2004, Keyhole dibeli Google dengan bantuan John Hanke, mengubah Keyhole menjadi yang sekarang dikenal dengan Google Earth.

* 2004-2010, John masuk dalam jajaran Google Geo Team untuk membuat Google Maps dan Google Street View.

* 2010, John meluncurkan Niantic Labs dibawah Google untuk membuat Game berbasis peta.

* 2012, John membuat Game berbasis peta pertama Niantic yang diberi nama Ingress.

* 2014, Google dan Pokemon Company membuat tim untuk merayakan April mop dengan memberikan tantangan mencari Pockemon melalui aplikasi Google Maps.

* 2016, John dan timnya meluncurkan Pokemon Go, yang menjadi fenomenal.

Published in Artikel

Setelah Google menyelenggarakan pelatihan Indonesia Android Kejar selama enam pekan, maka acara penutupan dilakukan pada Kamis (26/5) lalu di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta. STT NF ikut dalam rangkaian pelatihan dan turut menghadiri acara penutupan.

Rangkaian acara penutupan diisi Career Aspiration Day, Awarding Indonesia Android Kejar, dan pengumuman pemenang Hackaton Indonesia Android Kejar. Selain itu, juga digelar pameran StartUp lokal seperti Go-Jek, eFishery, HijUp, Ruang Guru, BukaLapak, Setipe, Pasienia, dan lain-lain.

Acara dimulai dengan diskusi pengembangan karir, sesi pertama bertema “Life as a Startup Founder” bersama pembicara Razi Thaplib (CEO Setipe.com) dan Fadli Wilihandarwo (CEO Pasienia.com). Mereka menjelaskan metoda mengelola segala aktivitas, mulai dari kuliah, kegiatan keluarga hingga merintis StartUpikan. Sesi kedua bertema “How StartUp Change the World” .30 Wib dengan narasumber Rian Bastian (Product Manager, Go-Jek) dan Chrisna Aditya (Co-founder dan CTO, eFishery). Dijelaskan panjang lebr, bagaimana dunia berubah lebih baik dengan kontribusi StartUp Indonesia.

Setelah istirahat dilakukan Awarding Indonesia Android Kejar dalam dua babak. Babak pertama talkshow bersama tiga fasilitator dan tiga peserta terpilih selama pelatihan Indonesia Android Kejar. Babak kedua penyerahan merchandise kepada 80 peserta terbaik. Peserta terbaik itu terbagi atas dua level,dasar dan menengah. Dari dua kategori itu, STT NF mencatatkan Toto Harjendro sebagai perserta terbaik kategori pertama dan Isfahani serta Admam pada kategori kedua. Itu membuktikan kompetensi karyawan dan mahasiswa STT NF.

Puncak acara adalah pengumuman pemenang Hackaton Indonesia Android Kejar. Terdapat lima juara dengan aplikasi yang inovatif.

1. The Alphabet, merupakan aplikasi interaktif berbasis Augmented Reality yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran huruf. Aplikasi tersebut dibuat oleh kelompok Migthy Morphin asal Yogyakarta.

2. Teras, aplikasi pemantauan perkembangan anak di sekolah yang dapat menghubungkan komunikasi antara orangtua, sekolah dan guru. Aplikasi tersebut dibuat kelompok C#11 asal Surabaya.

3. Bisindo, aplikasi belajar bahasa isyarat Indonesia secara mandiri yang dibuat oleh kelompok Bisindo asal Surabaya.

4. TeachAsk, aplikasi yang memfasilitasi pengajar dan pelajar untuk belajar apapun, di manapun dan kapanpun. Aplikasi ini dibuat oleh kelompok Invent asal Jakarta.

5. Guruku, aplikasi pencarian les umum di sekitar pengguna dengan memberdayakan para guru yang sudah mengajar. Aplikasi ini dibuat oleh kelompok Guruku asal Surabaya.

Lima startup tersebut berhak mendapatkan paket hadiah menarik dari Bukalapak dan Google Indonesia. Masing-masing pemenang mendapatkan Rp 5 juta untuk juara kelima dan keempat, Rp 15 juta untuk juara ketiga, Rp 22,5 juta untuk juara kedua dan Rp 30 juta untuk juara pertama.

Pada hari kedua, setiap kelompok mempresentasikan hasil produknya kepada dewan juri, yang terdiri dari Ir. Ananto Kusuma Seta, M.Sc., Ph.D, (Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk Inovasi dan Daya Saing), Andrew Kurniadi (Google Developer Expert, Android), Sanny Gaddafi (Google Developer Expert, Product Strategy), Sigit Adinugroho (Freelance UX Designer), dan Hasanul Hakim (Kepala Aplikasi Mobile Bukalapak).

Hackathon Indonesia Android Kejar adalah sebuah kegiatan yang ditujukan terutama bagi para pengembang aplikasi Indonesia dengan dukungan Google Indonesia bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan, serta didukung oleh Bukalapak.

Tema yang diangkat adalah pendidikan. Para pengembang ditantang menciptakan sebuah aplikasi yang dapat memberikan solusi digital untuk memenuhi kebutuhan pendidikan Indonesia melalui teknologi yang melibatkan sekolah, guru, murid dan juga orang tua.

Dalam keterangan resmi, Shinto Nugroho, Head of Public Policy and Government Relations Google Indonesia memaparkan, "Indonesia Android Kejar Hackathon merupakan bagian dari komitmen Google untuk melatih 100.000 pengembang aplikasi di Indonesia hingga tahun 2020 mendatang."

Google secara khusus mengangkat tema pendidikan pada Hackathon untuk turut serta merayakan Hari Pendidikan Nasional di Indonesia yang jatuh pada 2 Mei. Tak hanya itu, selama kegiatan Hackathon berlangsung, partisipan mendapatkan pengajaran dan bimbingan serta dapat berkonsultasi dengan para ahli di industri digital.

Para partisipan sebelumnya telah mengikuti pelatihan Indonesia Android Kejar, sebuah program kelompok belajar intensif dan dipimpin fasilitator yang juga menyediakan bimbingan bagi pengembang pada semua tingkatan. Kelompok ini didirikan di lima kota besar yaitu Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta untuk menjangkau masyarakat seluas mungkin. Pada tahun ini sudah tercatat lebih dari 2.500 partisipan. (Choniyu Azwan)

Published in Kegiatan Kampus

Saat ini internet adalah jalur komuniksi yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari belajar, hiburan, musik, bisnis, belajar memasak, dan lainnya. Sehingga banyak sekali website yang bertebaran. Beberapa situs yang terkenal, saat kita buka websitenya terdapat iklan di sebelah kiri, kanan, atas, ataupun bawah pada halaman laman. Bahkan ada yang muncul secara tiba-tiba di layar pengunjungnya.

Jika kita perhatikan, mengapa para pemilik website memberikan tempat khusus untuk orang lain dapat menuliskan iklannya di situ? Pundi-pundi rupiah pun mulai masuk ke kantong mereka secara otomatis melalui rekening.

Bagaimana caranya menambahkan iklan pada website kita? Ada beberapa layanan yang menyediakan layanan iklan dengan mudah. Layanan iklan yang paling terkenal saat ini adalah Google Adsense.

AdSense adalah program kerjasama periklanan melalui media Internet yang diselenggarakan oleh Google. Melalui program periklanan AdSense, pemilik situs web atau blog yang telah mendaftar dan disetujui keanggotaannya diperbolehkan memasang unit iklan yang bentuk dan materinya telah ditentukan oleh Google di halaman web mereka.

Cara ini dianggap cukup ampuh untuk mendapatkan keuntungan dengan mudah, karena baik pemilik situs maupun pemilik iklan sama-sama mendapatkan untung. Dari sisi pemilik situs, ia akan mendapat komisi untuk setiap iklan yang dikunjungi oleh pengunjung situs dan untuk pemasang iklan, ia dapat memasarkan iklannya dengan mudah sehingga produknya dapat dikenal luas.

Lalu bagaimana cara mendaftar ke Google Adsense? Caranya cukup mudah yakni dengan memiliki akun google (Gmail, Google+, Blogger, dan sebagainya), maka kita dengan mudah bisa langsung mendaftarkannya. Setelah memiliki akun Google Adsense, maka kita bisa mulai memasang iklan di blog atau website yang kita miliki dan jika orang menekan iklan Adsense tersebut maka kita akan mendapatkan komisi. (Muhammad Abdul Karim)

Sumber: www.2createawebsite.com/money/google-adsense.html

Published in Artikel

Sabtu (2/4) bertempat di Kampus B Sekolah Tinggi Terpadu Nurul Fikri Jalan Lenteng Agung Raya No.20, di selenggarakan program Indonesia Android Kejar pertemuan pertama dari tiga kali pertemuan yang direncanakan. Kurang lebih 40 orang peserta mengikuti program yang terbagi dalam dua kelas level Beginner dan Intermediate ini. Selain dari mahasiswa dan staff STT NF terdapat juga peserta dari luar.

Dari data yang ada Pada tahun 2014 jumlah orang Indonesia yang memiliki Ponsel berjumlah sekitar 180 juta orang dan di ramalkan akan meningkat mencapai angka 195 juta di tahun 2017. Dari jumlah tersebut hampir 60% pemilik ponsel di Indonesia menggunakan Sistem Operasi Android. Melihat potensi akan besarnya pengguna ponsel khususnya Android di Indonesia para developer Android di Indonesia dituntut untuk berinovasi dan mengambil kesempatan untuk mengakses pasar Aplikasi Mobile di Indonesia dengan menyediakan konten yang bermutu.

Indonesia Android Kejar merupakan sebuah program yang diinisasikan oleh Google Developers untuk mendukung developer Indonesia dalam mengembangkan aplikasi mobile melalui pembelajaran online di Udacity dan pertemuan offline (study group) dengan komunitas lokal. Misi dari program ini adalah membantu para developer Indonesia untuk tumbuh dan terus menciptakan Aplikasi tidak hanya untuk lokal melainkan juga untuk Global. Program ini menyediakan pengalaman pembelajaran online melalui Udacity dan pembelajaran offline bersama anggota komunitas sehingga memberikan pemahaman yang lebih mendalam di ekosistem yang menyenangkan dan kolaboratif. Indonesia Android Kejar akan memfasilitasi pembahasan materi di level Beginner, Intermediate, dan Advance.

Sebagai salah satu kampus yang berbasis IT dan memiliki misi untuk menciptakan Technopreneur handal di bidang IT STT NF mengambil peran sebagai Fasilitator dari program Indonesia Android Kejar yang diisiasi oleh Google Developer ini. Fasilitator adalah pihak yang akan menjadi pengajar & pembimbing dalam sesi pembelajaran offline. Fasilitator akan bertugas mengadakan study group dan memonitor perkembangan anggotanya. Dalam hal ini STT NF memberikan fasilitas berupa lab komputer sebagai tempat untuk pelatihan dan tenaga pengajar bagi para peserta.

Toto Harjendro Kepala UPT Komputer STT NF mengatakan "STT NF Sebagai kampus Technopreneur siap memfasilitasi kegiatan ini sebagai bentuk dari peranan STT NF menciptakan Technopreneur dan mengembangkan IT di Indonesia. Lab komputer kami sudah siapkan selama kegiatan berlangsung mulai dari pertemuan pertama hingga pertemuan terakhir nanti. Semoga tidak ada kendala teknis yang bisa menghambat kelancaran pelatihan ini." (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
Halaman 3 dari 5