Beberapa waktu lalu acara Musyawarah Nasional IX Masyarakat Telematika (Munas Mastel) Indonesia Tahun 2018 digelar di Jakarta pada Kamis (12/4/2018). Pada kesempatan tersebut Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Darmin Nasution turut hadir untuk memberikan pandangannya soal Revolusi Industri 4.0 yang dipengaruhi oleh dunia digital.

Bagi Darmin, tidak ada comfort zone (zona aman) pada revolusi ini, karena kondisi dunia teknologi cepat berubah, seperti yang saat ini terjadi pada dinamika Revolusi Industri 4.0.

Seperti yang kita tahu bahwa saat ini kita tengah berada di era Revolusi Industri Ke-4 (Industry 4.0). Dimana era ini diwarnai oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence), era super komputer, rekayasa genetika, teknologi nano, mobil otomatis, inovasi, dan perubahan yang terjadi dalam kecepatan eksponensial yang akan mengakibatkan dampak terhadap ekonomi, industri, pemerintahan dan politik.

“Dunia memang sedang berubah. Tidak bisa dihindari, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya sebanyak mungkin sehingga benefitnya lebih besar dari mudaratnya,” ucap Darmin.

Dalam pidatonya, Darmin menjabarkan, di satu sisi digital membawa manfaat dan membuka peluang luas bagi suatu negara untuk melakukan lompatan besar, sisi lain ada juga tantangan.

Lalu, apa saja manfaat dan keuntungan platform digital menurut Darmin Nasution?

Berikut ini 3 manfaat platform digital di Era Revolusi Industri 4.0:

1. Inovasi
Munculnya model-model bisnis baru tidak lepas dari kemampuan para inovator untuk merancang strategi lewat platform digital. Di Indonesia sendiri, inovasi digital yang terjadi tidak hanya di dunia ritel, tapi juga di bidang pendidikan, katering, kesehatan, bahkan di dunia hukum. Semakin banyak orang yang berpartisipasi, maka akan timbul persaingan sehat yang berdasarkan inovasi, sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

2. Inklusivitas
Lewat platform digital, segala macam layanan dapat dengan mudah menjangkau banyak orang di berbagai daerah. Hasilnya, terjadi inklusivitas yang menguntungkan orang-orang yang bertempat tinggal jauh dari daerah metropolitan, sehingga mereka turut menikmati layanan digital.

3. Efisiensi
Tentu dengan berkembangnya inovasi platform digital, otomatis akan ada efisiensi, baik dari segi manufaktur maupun pemasaran. Hal ini tentunya memerlukan kecerdasan dari pebisnis untuk mengoptimalkan strategi mereka di dunia digital. Jika ada manfaat yang diperoleh dari platform digital di Era Revolusi Industri 4.0 pasti ada tantangan yang akan dihadapi. Namun apa saja tantangan tersebut ?

Berikut ini tantangan platform digital di Era Revolusi Industri 4.0:

1. Masalah Kendali
Ekonomi digital yang mengendalikan masyarakat pastinya mempengaruhi perilaku publik yang tadinya masyarakat belanja ke toko ritel, saat ini mulai beralih ke belanja online. Aspek sosial dan kultural seperti ini juga perlu mendapatkan perhatian dari pihak seperti pemerintah maupun masyarakat agar toko ritel tidak banyak yang berguguran satu persatu.

2. Ketidaksetaraan
Di antara semua hal positif, kehilangan pekerjaan karena digantikan robot atau semua pekerjaan saat ini bisa dikerjakan oleh sebuah sistem adalah momok yang paling mengerikan. Otomatisasi yang disebabkan Revolusi Digital 4.0 perlu disikapi dengan serius agar masyarakat dapat menyiapkan skill untuk ke depannya sehingga angka pengangguran di Indonesia bisa ditekan.

3. Kompetisi
Kompetisi yang tidak sehat patut diwaspadai. Contoh, bila ada satu platform yang melakukan monopoli, dikhawatirkan akan tidak adanya check and balance. Bila satu platform terlalu mendominasi, maka pengguna tidak dapat melakukan pilihan layanan yang paling cocok untuk mereka.

Sebagai tambahan, guna menghadapi revolusi industry 4.0, sektor industri nasional perlu banyak pembenahan terutama dalam aspek teknologi. Sebab penguasaan teknologi menjadi kunci utama untuk menentukan daya saing Indonesia di era industry 4.0.

Dan dalam menghadapi industry 4.0 ini, Indonesia juga perlu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) nya. Sebab jika tidak ditingkatkan, maka industri Indonesia akan semakin tertinggal dari negara-negara lainya. Jika tidak melakukan peningkatan kemampuan dan daya saing di sektor (industri) prioritas, kita bukan saja tidak akan mampu mencapai aspirasi, namun akan digilas oleh negara negara lain yang lebih siap di pasar global maupun domestik.

(sumber:digitalentrepreneur.id)

Published in Artikel

APICTA merupakan aliansi dari organisasi ICT untuk membangun dan meningkatkan jaringan guna meningkatkan kerjasama dalam bidang ICT serta meningkatkan inovasi teknologi serta mendorong pengembangan ICT untuk pasar global.

APICTA awards sendiri merupakan program penghargaan internasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran ICT dalam masyarakat dan membantu menjembatani kesenjangan digital, program ini dirancang untuk merangsang inovasi ICT dan kreatifitas, meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan, memfasilitasi transfer teknologi, dan menawarkan peluang bisnis yang cocok melalui paparan kapitalis ventura dan investor. Ajang yang berkaitan dengan IT tersebut digelar 9-13 Oktober 2018 di Guangzhou, China.

Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STT-NF) berkesempatan mengikuti ajang APICTA 2018 mewakili negara Indonesia yang diwakilkan oleh Mahasiswa STT-NF Jurusan TI 2015 yaitu Muhammad Isfahani Ghiyath & Dzaki Mahfuzh Hamadah.

Dalam ajang APICTA 2018 kali ini mahasiswa STT-NF melombakan karyanya berupa program WeBlocker. Weblocker adalah sebuah tools untuk mendeteksi konten pornografi dan melakukan pengawasan aktivitas browsing yang terjadi di komputer dan terintegrasi ke perangkat mobile. Weblocker ditujukan untuk memonitor laptop dan komputer milik anak agar dapat dipantau oleh orang tua. Sehingga, mencegah dampak penyalahan internet yang lebih lanjut.

Keteraturan remaja Indonesia dalam mengakses internet, masih belum terdukung secara optimal dari segi keamanan. Dengan maraknya ditemukan konten negatif yang terutama banyaknya konten pornografi, dan diikuti dengan kenyataan bahwa para remaja dan anak-anak dapat mengakses internet tanpa batas, telah memiliki dampak buruk untuk mereka terutama pada kesehatan mental dan pikiran.

Dibandingkan dengan INSAN (Internet Sehat dan Aman) yang dimiliki KOMINFO, weblocker mempunyai teknologi dan algoritma yang lebih mumpuni, karena pendeteksian yang lebih mendalam dan detail dengan beberapa metode pendeteksian terhadap penerapan filtering seperti pendeteksian berdasarkan teks, pendeteksian berdasarkan nama situs atau domain name server, atau berdasarkan citra yaitu image processing dan video detection.

Diharapkan dengan program weblocker ini dapat membantu Indonesia agar terhindar dari pornografi dan dapat memenangkan perlombaan di ajang APICTA 2018.

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %02 %160 %2018 %02:%Okt

Hari Batik Nasional, berikut kabarnya!

Berawal dari penetapan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009. Kini beragam lapisan masyarakat tidak hanya mengenakan batik saat menghadiri acara formal tetapi masyarakat sering mengenakan batik saat ke acara nonformal atau dalam kesehariannya. Kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga kerajaan di Indonesia zaman dahulu.

Awalnya, kegiatan membatik hanya terbatas dalam keraton. Batik yang dihasilkan biasanya untuk pakaian raja dan keluarga pemerintah serta para petinggi. Makin lama, kesenian batik ini ditiru oleh rakyat jelata hingga meluas dan menjadi pekerjaan kaum wanita rumah tangga untuk mengisi waktu luang mereka. Sebagai warga negara yang baik, sudah seharusnya kita turut menjaga dan melestarikan warisan leluhur ini. Salah satu caranya adalah dengan mengenal ragam motif batik nusantara.

Berikut beberapa motif batik nusantara yang sangat populer saat ini, diantaranya:

1. Motif Batik Parang

Picture1

Ini merupakan motif batik paling tua di Indonesia.Dalam setiap motif batik Parang, ada sebuah susunan yang membentuk seperti huruf S dan saling terkait. Ini melambangkan sebuah kesinambungan.

2. Motif Batik Sidomukti

Picture2

Batik bermotif Sidomukti biasanya dikenakan oleh pengantin. Sidomukti bermakna kebaikan, mengisyaratkan doa-doa, dan harapan yang baik.

3. Motif Batik Mega Mendung

5 2 megamendung

Mega Mendung berasal dari Cirebon. Motif ini berbentuk awan dan biasanya diperkaya dengan warna-warna gelap, seperti biru tua, merah tua, dan hijau tua. Motif ini merupakan perlambang dari masyarakat Cirebon di daerah pesisir yang memiliki sifat lugas dan terbuka. Lebih lanjut, motif ini dipercaya sebagai akulturasi kebudayaan Tiongkok dan Jawa Barat.

4.  Motif Batik Kawung

Picture4

Motif Kawung melambangkan harapan agar manusia selalu ingat akan asal usulnya. Penggunaan batik motif Kawung oleh kalangan pejabat itu ditujukan agar mereka, sebagai seorang pemimpin, mampu mengendalikan hawa nafsu serta menjaga hati nurani agar kehidupannya seimbang.

5. Motif Batik Sekar Jagad

492489 6aaf221c 1eed 11e5 985a 8c3187772fba

Motif ini berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Sesuai dengan namanya, Sekar Jagad berarti keindahan yang membuat orang terpesona saat melihatnya. Ada pula yang menyebutnya sebagai peta dunia karena motifnya yang mirip kumpulan pulau.

Mari kita sama-sama lestarikan budaya warisan dari Indonesia. Selamat Hari Batik Nasional (2/10/18)

Published in Artikel

Jakarta Pusat – Dalam rangka mendukung tridharma (pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat) perguruan tinggi, perpustakaan STT Terpadu Nurul Fikri secara aktif mengembangkan informasi yang dihimpunnya bagi civitas akademika. Bertempat di perpustakaan nasional Republik Indonesia 5 September 2018, perpustakaan STT Terpadu Nurul Fikri telah mengadakan diskusi dan kerjasama dalam bidang penyediaan sumber informasi ilmiah dengan neliti.

Anton sebagai CEO mengatakan bahwa repositori ini dibuat untuk menghimpun seluruh artikel penelitian ilmiah dengan harapan peneliti dapat dengan mudah mendapatkan artikel ilmiah yang dibutuhkannya. “Untuk ke depannya neliti akan menyediakan repositori khusus bagi pustakawan atau organisasi yang ingin menghimpun informasinya. Repositori ini masih tahap pengembangan.” imbuhnya.

Bagi perpustakaan diskusi dan kerjasama ini sangat bermanfaat sekali sebagai pintu gerbang gerakan penelitian ilmiah khususnya di kalangan STT Terpadu Nurul Fikri. Harapan dengan adanya kerjasama ini perpustakaan STT Terpadu Nurul Fikri semakin aktif menyediakan informasi ilmiah serta mendukung secara penuh tridharma perguruan tinggi di STT Terpadu Nurul Fikri.

Bravo. STT NF Library.

_The lantern of Knowledge_

Published in Kegiatan Kampus

Hari ke-9 penyelenggaraan Asian Games 2018, Senin (27/8/2018), menjadi pesta medali emas bagi kontingen Indonesia. Sepuluh medali emas didapatkan Indonesia pada hari tersebut. Pencak silat menjadi sumber utama mendulang emas dengan menyapu bersih delapan medali yang diperebutkan. Dua medali emas lain untuk Indonesia didapatkan dari cabang sport climbing alias panjat tebing. Tambahan 10 medali membuat kontingen Indonesia secara total mengoleksi 22 medali emas Asian Games 2018 hingga Senin malam. Jumlah itu merupakan yang terbanyak sepanjang keikutsertaan Indonesia di Asian Games.

Dengan koleksi 22 medali emas, Indonesia punya potensi besar untuk memenuhi target finish di posisi 10 besar klasemen perolehan medali akhir Asian Games 2018. Bahkan, bukan tidak mungkin, bisa finish di posisi lima besar. Dihitung sejak Hiroshima 1994, ketika Asian Games sudah diikuti negara pecahan Uni Soviet, hanya sekali peringkat ke-10 dalam perolehan medali mengoleksi 10 emas. Hal itu terjadi pada Incheon 2014 ketika Qatar mengoleksi 10 emas.

Sementara itu, jumlah medali emas terbanyak yang didapat negara peringkat kelima Asian Games terjadi pada Bangkok 1998. Ketika itu, Kazakstan mengoleksi 24 medali emas sama seperti tuan rumah Thailand di posisi keempat. Pada Incheon 2014, Iran pesaing terdekat Indonesia saat ini finish di posisi ke-5 klasemen perolehan medali akhir dengan 21 emas, berselisih 7 emas dengan Kazakstan yang berada di atasnya. Melihat statistik tersebut, publik Indonesia boleh optimistis melihat para atletnya finish di posisi lima besar klasemen akhir. Apalagi, Asian Games 2018 masih berlangsung beberapa hari lagi dan masih ada cabang olahraga potensial yang diproyeksikan meraih medali emas.

Berikut adalah daftar perolehan medali kontingen Indonesia hingga Senin (27/8/2018) pukul 17.00 WIB:

Medali emas - 22

Khoiful Mukhib (downhill)
Tiara Andini Prastika (downhill)
Eko Yuli Irawan (angkat berat)
Defia Rosmaniar (taekwondo)
Lindswell Kwok (wushu)
Tim putra ketepatan mendarat (paralayang)
Jafro Megaranto (paralayang)
Aries Susanti Rahayu (panjang tebing)
Tim putra LM8+ (dayung)
Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi (tenis)
Rifki Ardiansyah Arrosyid (karate)
Aqsa Sutan Aswar (jetski)
Puspa Arumsari (pencak silat)
Yolla Primadona-Hendy (pencak silat)
Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani, Anggi Faisal (pencak silat)
Aji Bangkit Pamungkas (pencak silat)
Komang Harik Adi Putra (pencak silat)
Iqbal Candra Pratama (pencak silat)
Sarah Tria Monita (pencak silat)
Abdul Malik (pencak silat)
Tim putra Indonesia 2 (panjat tebing)
Tim putri Indonesia 1 (panjat tebing)

Medali perak - 15

Sri Wahyuni Agustiani (angkat besi)
Edgar Xavier Marvelo (wushu)
Tim putri ketepatan mendarat (paralayang)
Tim putra (bulu tangkis)
Tim Putra LM4 (dayung)
Puji Lestari (panjat dinding)
Tim putra quadruple scull (dayung)
Aero Sutan Aswar (jetski)
Rifda Irfanaluthfi (senam)
I Gusti Bagus Saputra (BMX)
Tim perahu naga putri (dayung)
M Sejahtera Dwi Putra (menembak)
Emilia Nova (atletik)
Tim TBR 1.000 meter (kano/kayak)
Tim putra Indonesia 1 (panjat tebing)

Medali perunggu - 27

Nining Porwaningsih (downhill)
Surahmat (angkat besi)
Achmad Hulaefi (wushu)
Tim putri (bulu tangkis)
Tim putra (sepak takraw)
Yusuf Widianto (wushu)
Puja Riyaya (wushu)
Julianti & Rokayah (dayung)
Rika Wijayanti (paralayang)
Aspar Jaelolo (panjat tebing)
Tim putri Women's Four (dayung)
Agus Prayoko (senam)
Aqsa Sutan Aswar (jetski)
Ganda putra (sepak takraw)
Wiji Lestari (BMX)
Ahmad Zigi Zaresta Yuda (karate)
Cokorda Istri Agung Sastya Rani (karate)
Amri Rusdana (pencak silat)
Tim putra TBR 500 meter (kano)
Jintar Simanjuntak (karate)
Tim mixed (bridge)
Tim supermixed (bridge)
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (bulu tangkis)
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (bulu tangkis)
Sapwaturrahman (atletik)
Dita Juliana/Putu Dini (voli pantai)
Anthony Sinisuka Ginting (bulu tangkis)

Sumber berita:
https://lipsus.kompas.com/pestaasia/read/2018/08/28/07370048/klasemen-perolehan-medali-asian-games-indonesia-pasti-finis-10-besar

Published in Artikel

Dalam rangka memperingati Hari Koperasi 12 Juli, PT SKK - Perseroan milik koperasi, Tanibox dan komunitas BlankOn menyelenggarakan acara Sarasehan Teknologi Informasi untuk Gerakan Koperasi Indonesia bertema “Teknologi BLOCKCHAIN untuk Koperasi”. Koperasi masa kini, apalagi ke depan, mau tidak mau harus memanfaatkan dan menerapkan teknologi informasi (TI) yang telah berkembang sedemikian pesat dan masif, jika tidak ingin tertinggal, mengalami kemunduran, bahkan bisa jadi lenyap.

Selasa (10/7), Pembukaan acara dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan KUKM Provinsi Bali, dihadiri oleh 40 peserta dari Kepala bagian, Staf Manager IT, General Manager, Pengurus dan Pengawas Koperasi juga dihadiri oleh 72 orang lebih dari 40 orang yang diundang, berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Lampung, Babel, Jabar, Jatim, Bali sendiri, bahkan luar negeri yaitu Timor Leste tersebut, menghadirkan nara sumber pakar TI dari Jakarta, Bandung, Jawa Tengah dan Jawa Timur; Pengembang BlankOn dan komunitas FLOSS Indonesia; PT Sakti Kinerja Kolaborasindo, yaitu perseroan milik koperasi, didirikan oleh beberapa Koperasi (CU, Kopdit, KSP) sebulan lalu di Probolinggo.

Pembicara pertama oleh Rusmanto Maryanto (Dosen Teknologi dan Sistem Informasi Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STTNF)) membahas tentang Teknologi BLOCKCHAIN untuk Koperasi, berbicara tentang Blockchain dari dasar, cara kerja, istilah, teknologi yang digunakan Blockchain dan ide kolaborasi yang dapat digunakan oleh koperasi. Rusmanto, narasumber dari pengurus Asosiasi Open Source Indonesia memaparkan bahwa blockchain adalah teknologi masa depan untuk data yang sangat besar dan kompleks, terdistribusi sehingga tersederhanakan, terkontrol, aman dan fair. Koperasi bisa menerapkan teknologi ini untuk berbagai transaksi antar dan antara anggota, antar dan antara lembaga koperasi secara aman dan fair, tanpa harus melalui pihak ketiga seperti bank dan sebagainya. Lebih jauh, beliau mengatakan bahwa teknologi blockchain telah diterapkan oleh asosiasi Credit Union di Amerika (CUNA dan MWCUA) dengan membentuk CULedger.

photo 2018 07 16 09 33 51

Pembicara kedua membawakan tema Kolaborasi Koperasi dan Komunitas FLOSS Indonesia, narasumber: Firdaus Putra, beliau memulai dengan membuka data dan fakta yang terjadi di dunia sekaligus bagaimana gagasan berkolaborasi antara Koperasi dan Komunitas FLOSS mewujudkan demokrasi ekonomi yang tidak lagi dipegang oleh 1 orang melainkan semua anggota koperasi. Pendiri dan CEO Kopkun Institute tersebut mengusulkan agenda strategis koperasi mendatang antara lain: konsolidasi pasar bersama melalui teknologi keuangan, rekayasa kelembagaan koperasi melalui pemekaran, dan kolaborasi multipihak.

Pembicara ketiga perkenalan PT Sakti Kinerja Kolaborasindo (perseroan milik koperasi)–PT SKK-SAKTI oleh Hanna dan Tim SiCUNDO-SAKTI yang memperkenalkan sebuah Aplikasi SAKTI.Link yang merupakan aplikasi untuk anggota yang terdaftar di koperasi dimana koperasi tersebut menggunakan SAKTI.Online. SAKTI.Link mempermudah anggota untuk mengakses informasi saldo rekening ponsel, pembayaran SAKTI.Pay, cek transaksi SAKTI.Pay, dll. Adapun proses registrasi yang mudah menggunakan KTP/SIM untuk identitas resmi dan mendapatkan token yang dikirimkan melalui sms dan mendapatkan Cashback setelah diminta untuk registrasi aplikasi sakti link.

Dan pada kesempatan berbeda dihari kedua Endy Chandra, Direktur PT SKK memperkenalkan MyCOOP, salah satu produk PT SKK. Di dalamnya ada berbagai fitur yang bisa dimanfaatkan oleh koperasi mana pun dan anggotanya untuk saling terhubung dan bertransaksi secara mudah dan aman. Misi besarnya adalah bagaimana membuat koperasi Indonesia besar, menyatu dalam perbedaan dan kuat.

Pembicara keempat oleh Ibu Retno Ika (CPO dari TaniBox), memulai dengan memperkenalkan TaniBox sebagai perusahaan terintegrasi teknologi menerapkan Blockchain dan IoT, menyajikan data problem yang terjadi disitu timbul peluang dan potensi koperasi di sektor Agrikultur. Produsen (petani, koprasi petani, pengusaha agri kulture) Mitra (terlibat dalam membantu proses Produsen) hingga sampai ke tangan Konsumsi, dan sebagian belajar dari ahli di bidang teknologi dari negri tetangga Estonia (Sebelah selatan Finlandia).

Fenomena dihari kedua, Pesta Rilis BlankOn XI Uluwatu. Tim BlankOn membuat 2 sesi dimana sesi awal dijelaskan oleh Estu Ferdani selaku manajer rilis BlankOn XI Uluwatu yang menjelaskan tentang awal BlankOn, komposisi Tim Pengembang dan Proyek dimana hasil dari komunitas BlankOn adalah mencetak SDM yang kompeten dari bidang melalui kontribusi di Proyek Open Source. Dilanjutkan oleh pembicara kedua dari Tim Humas Blankon dimana menjelaskan Fitur-fitur terbaru BlankOn XI Uluwatu yang baru Rilis Bulan Mei 2018, tantangan pemanfaatan teknologi di global yang serba cepat dan kolaborasi yang dapat terjalin dengan koperasi. Mahasiswa STTNF yang ikut serta berperan dalam komunitas ini adalah Herpiko sebagai Koordinator Riset di BlankOn dan Slamet Santoso sebagai Koordinator Humas di BlankOn.

photo 2018 07 16 09 33 53

Rilis BlankOn XI Uluwatu oleh komunitas FOSS (free open source software) rupanya memberi aksen atas semangat demokrasi, kemerdekaan dan kejujuran dalam membangun keadaban ekonomi koperasi.

Referensi sumber:
https://baliberkarya.com/index.php/read/2018/07/12/201807120002/Teknologi-Informasi-Keharusan-bagi-Koperasi.html
https://docs.google.com/document/d/1PavVtmKCvzTTV5XPpq_Zr-bB5ASXTcwyhwOKSFJgVX4/edit
https://play.google.com/store/apps/details?id=io.db.saktiAnggota&hl=in

Published in Kegiatan Kampus

Kuala Lumpur (17/4) -- Dunia siber memiliki ancaman lebih besar daripada dunia riil, baik ancaman secara ekonomi atau politik dalam bentuk cyber crime, teror maupun perang. Oleh karena itu, negara-negara anggota ASEAN perlu menerapkan pendekatan terbaru agar dapat mengantisipasi dampak ancaman tersebut atau setidaknya mengurangi dampak resikonya.

Demikian pandangan pakar keamanan siber dari Indonesia, Dr. Rudi Lumanto, dalam konferensi kelima Putra Jaya Forum di Kuala Lumpur, Malaysia. Konferensi diadakan berbarengan dengan pameran produk-produk pertahanan dari seluruh dunia dan dihadiri petinggi militer baik dari angkatan darat, laut maupun udara dari berbagai negara.

Konferensi dibuka PM Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak, bertemakan “Rekalibrasi Arsitektur Keamanan Regional”. Selain membahas topik keamanan konvensional-militer, juga dibicarakan keamaan siber. Untuk tema keamanan nasional dan regional, tampil pembicara para Menteri Pertahanan dari Indonesia, Malaysia, Singapura dan Filipina.

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu menyampaikan prasaran untuk menjaga dan meningkatkan keamanan regional dari tantangan keamanan global. “Kita perlu meningkatkan kerjasama multilateral antara anggota ASEAN dan mengimplementasikan secara optimal usulan Indonesia yang sudah disetujui sebelumnya, yaitu sistem pengawasan regional ‘Our Eye’,” jelas Ryamizard. Sistem itu semacam ‘Five Eye’ yang dimiliki oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Dalam sesi keamanan siber, Rudi Lumanto, yang dikenal sebagai Ketua ID-SIRTII menekankan langkah-langkah yang perlu dijalankan dalam membentuk ASEAN yang handal berdasarkan peta ancaman siber yang dihadapi. “Langkah pertama adalah membangun kesadaran dan mindset pencegahan dalam setiap aktivitas siber,” ujar Rudi. Ia memberi contoh, hampir tidak ada layanan yang gratis 100 persen di dunia siber.

“Masyarakat ASEAN punya kecenderungan menyukai yang gratis,” kata Rudi, yang juga aktif dalam dunia pendidikan sebagai Ketua Yayasan Profesi Terpadu Nurul Fikri dan mengelola STT Nurul Fikri. “Bahkan meskipun untuk itu mereka beresiko kehilangan aset data-data pribadi yang justru sekarang ini sangat tinggi nilainya.”

Data bulan Januari 2018 menyebutkan bahwa pengguna Facebook terbesar di dunia adalah masyarakat ASEAN. Demikian pula dengan pengguna Google, rata-rata mengira bahwa mereka mendapatkan layanan gratis. Padahal, sesungguhnya data pengguna Facebook atau Google lewat berbagai macam cara diprofiling dan dimanfaatkan untuk kepentingan komersial. Tahun 2017, Google mendapatkan pemasukan sebesar USD 109 miliar dari jasa tersebut, sesuatu yang tidak mungkin didapatkan jika hanya memberikan layanan super gratis.

Peneliti Center for Strategic Development Studies(CSDS), Sapto Waluyo, melihat perlunya perlindungan data pribadi bagi para pengguna platform komunikasi media sosial. Indonesia belum punya payung hukum yang kuat. “Dulu pernah dirancang RUU Perlindungan Data Pribadi oleh Kementerian Kominfo. Tetapi, kabarnya diambil alih sebagai inisiatif DPR. Semoga segera bisa dituntaskan,”Sapto berharap.

Aturan mengenai data pribadi sangat krusial karena tren data semakin meluas di luar sektor telekomunikasi dan informasi. Beberapa waktu lalu, masyarakat dikejutkan dengan kewajiban registrasi pemegang kartu selular. Saat ini, masyarakat hanya memiliki payung hukum perlindungan data pribadi melalui Peraturan Menteri (Permen) Kominfo Nomor 20 Tahun 2016. Karena itu, harus diperkuat agar masyarakat tidak menjadi korban pihak manapun yang mengeksploitasi data pribadi

Published in Artikel

Google mengumumkan produk dan program untuk Indonesia pada acara tahunan kedua Google for Indonesia. Produk baru tersebut yaitu Google Station Wifi, YouTube Go dan Asisten Google berbahasa Indonesia. Selain itu, perusahaan over the top asal Amerika Serikat tersebut mengumumkan perluasan pelatihan digital untuk pengembang, startup, female entrepreneur, usaha kecil menengah, siswa, dan keluarga.

Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia mengatakan tujuan umum Google di Indonesia bukan membangun teknologi untuk segelintir orang, melainkan membangun teknologi untuk semua orang.

Dia menambahkan saat ini pihaknya berupaya melakukan tiga hal utama yaitu memberikan akses Internet yang lebih baik, mempermudah akses informasi yang relevan dan berguna, dan memberikan lebih banyak cara bagi orang Indonesia agar Internet dapat bermanfaat.

"Melalui produk inovatif seperti Google Station dan program seperti pelatihan developer, kami berharap dapat mendukung Indonesia untuk menjadi negara yang berpengaruh dalam bidang teknologi digital di Asia Tenggara", katanya.

Semua produk yang diumumkan Google menawarkan solusi terhadap ketiga hal penting tersebut yaitu akses, informasi, dan kontribusi seperti Google Station, YouTube Go, Asisten Google dalam Bahasa Indonesia di Allo, Google Search Waze.

Sumber: Bisnis.com

Published in Artikel

Ada laporan dari industri CompTIA tentang prediksi sisi gelap teknologi di tahun 2018 ini. Bukan hanya untuk industri komputer saja tapi juga bagi ribuan organisasi yang memperoleh dan menerapkan teknologi bahkan bagi kita yang membeli dan menggunakan teknologi. Dalam beberapa dekade, industri memiliki tiga kunci agar terus meningkat, ketiga kunci itu adalah lebih baik, lebih cepat dan lebih murah. Ketiga kunci tersebut juga di terapkan pada perusahan chip dan perusahaan perangkat lunak dan jaringan. Hari ini kita memiliki akses dimana-mana.

Dengan Web dan Database bisa memenuhi kebutuhan informasi kita hanya dalam hitungan detik. Dan kita juga dapat menyelesaikan masalah atau sekedar mencari hiburan di web. Teknologi telah mengubah cara kita bekerja dan berbisnis. Sekarang AI, 5G, Cloud, Software dan teknologi-teknologi lain telah menetukan segalanya. Dengan kata lain, sekarang kita sudah terlalu bergantung pada teknologi. Walaupun teknologi sudah memudahkan kita, namun tetap saja ada sisi negatifnya juga dari teknologi itu sendiri. Salah satunya tentang privasi, di zaman yang mengandalkan teknologi ini privasi kurang terjaga. Bagi industri walaupun teknologi akan terus dipandang sebagai kekuatan untuk kebaikan, namun industri perlu menghabiskan lebih banyak waktu.

Sumber : https://www.informationweek.com/think-do-we-rule-technology-or-does-tech-rule-us/a/d-id/1331007

Published in Artikel

Pada 30 Januari 2018, Indonesia kedatangan tamu yaitu, Houlin Zhou dari Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU) untuk kepentingan kunjugan kerja, pertemuan ini berlangsung di Kementrian Komunikasi dan Informatika yang disertai General Lecture untuk melihat Stakeholders bidang TIK di Tanah Air. Houlin Zhou mengungkaplan bahwa dalam beberapa tahun ini TIK memiliki dampak yang besar terhadap kesejateraan sosial. Beliau juga melihat bahwa Indonesia terdapat upaya untuk memperluas aksesibilitas informasi, yakni dengan proyek seperti Palapa Ring dan lain-lain.

Beliau menilai bahwa Indonesia telah berhasil membangun jaringan teknologi informasi melalui proyek Palapa Ring serta satelit yang bisa menghubungkan atarpulau. "Indonesia memiliki prestasi yang luar biasa. Ini adalah pengetahuan yang baik yang perlu kita dapatkan," ungkap Houlin Zhou. Beliau juga mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan Indonesia untuk lebih aktif dalam Forum Internasional agar Indonesia dapat berkontribusi dalam diskusi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

 

Palapa

 

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan bahwa Indonesia bisa menjadi ujung tombak pengembangan digital. "Indonesia ini akan menjadi (spare head) ujung tombak pengembangan digital di Asean itu yang pertama. Kedua, jangan lupa kita punya 4 unicorn dari 7 unicorn di Asean, dan 1 unicorn yang non-Indonesia itu marketnya ada di Indonesia. Jadi mereka melihat ini akan terus tumbuh," ungkap RudiantaraLanjut lagi beliau mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbesar di dunia hal ini menuntut aksesibilitas yang tinggi untuk bisa saling terhubung. "Kita negara kepulauan paling besar di dunia. Jadi dengan memastikan bahwa aksesibilitas untuk broadband itu dari program Palapa Ring dan satelit, yang high througput satellite itu solusi buat negara seperti kita," lanjut RudiantaraKeberhasilan Indonesia yang telah membangun TIK di tanah air membuatnya dilirik oleh mata global "Ini sebenarnya yang ingin dicontek oleh ITU kepada negara lain ialah affirmative policy, kebijakan keberpihakan pemerintah melalui USO yang tidak hadir di negara lain, tapi di Indonesia ini kelihatan sekali," tuturnya. 

Dikatakan bahwa terdapat 3,5 Milyar penduduk di seluruh dunia yang belum tersentuh aksebilitas atau pemanfaatan TIK, sehingga Indonesia bisa menjadi sebuah contoh melalui USO terkait penyelesaian masalah aksesibilitas tersebut. "Menurut mereka ini unik Indonesia, ini bisa di-adopt. Ini bergantung pada affirmative policy," tambah Rudiantara. Semoga bermanfaat

Source : https://techno.okezone.com/read/2018/01/30/54/1852170/menkominfo-indonesia-jadi-ujung-tombak-pengembangan-digital-di-asean

Published in Artikel
Halaman 1 dari 4