×

Peringatan

JUser: :_load: Tidak dapat memuat pengguna denga ID: 986

Sabtu, 06 April 2019 pukul 08.00-12.00 BEM STT Terpadu Nurul Fikri telah melakasanakan Diskusi Publik atau Bedah Gagasan Dengan tema “Peran Milenial Dalam Kontestasi Politik 2019” Untuk Calon Legeslatif daerah Kota Depok yang dilaksanakan di Rumah Peduli Nurul Fikri Jln. bakti, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis Kota Depok.

Bedah Gagasan Calon Legeslatif adalah salah satu bentuk kebutuhan masyarakat dan mahasiswa di Indonesia saat ini, khususnya pada generasi millenial seluruh masyarakat dan mahasiswa pun harus cerdas dalam memilih pemimpin, bukan hanya pemimpin negara tetapi pemimpin daerah masyarakat pun harus tahu gagasan apa yang akan mereka bawa setelah terpilih sebagai pemimpin daerah maupun negara.

Setelah diadakannya acara ini diharapkan masyarakat khususnya mahasiswa dapat menentukan pilihannya dengan cerdas sehingga menghadirkan wakil yang tepat untuk memperjuangkan setiap hak-hak masyarakatnya.

Dalam bedah gagasan ini ada 4 Caleg dari partai berbeda yang hadir diantaranya Ash Shiddiq S. Sos Caleg DAPIL VI Depok 2019 PKS, Al Akbar Rahmadillah.ST Caleg DAPIL III Depok 2019 GERINDRA, Annisa Qoshida Amalia CALEG DAPIL V DEPOK 2019 PKB, dan Ahmad Heru Mahyudin SH Mkn Caleg IV Depok 2019 HANURA.

Published in Kegiatan Kampus

Mahasiswa Berprestasi - Ada kisah menarik dari salah satu mahasiswi STT Terpadu Nurul Fikri. Dia adalah Laila Nafilah atau biasa dipanggil Laila. Dia mahasiswi Angkatan 2016 Jurusan Sistem Informasi (SI). Laila tinggal di kost yang berada tidak jauh dari lokasi kampus STT Terpadu Nurul Fikri.

Laila salah satu Mahasiswa Berprestasi juga di kampus dan beraktivitas sebagai seorang Pengajar di Lembaga Belajar Mengajar yaitu Rumah Inspirasi Anak Langit (RIAL). Laila pernah mendapatkan Juara 1 Lomba Analisis Sistem Informasi yang diselenggarakan oleh Universitas Budi Luhur. Laila juga Mahasiswa yang aktif di kegiatan kampus, dia pernah menjadi Panitia di berbagai kegiatan LFK diantaranya :

- Menjadi Panitia di Kegiatan NuFest (Festival yang diselenggarakan Kampus STT Terpadu Nurul Fikri)

- Menjadi Panitia Ormik Tahun 2017

- Panitia ORMIK Tahun 2018

- Menjadi Panitia Kafillah Season 3 pada Tahun 2018

- Dan Menjadi Panitia LDMKM 2018

Saat ini, Laila Nafilah sedang menempuh di Semester 7. Untuk memanage aktivitas antara kuliah, mengajar, berorganisasi di kampus dia juga sudah mulai menyiapkan untuk PKL (Praktek Kerja Lapang) dan TA (Tugas Akhir) adalah suatu hal yang tidak mudah. Namun dengan semangat, kerja keras juga kegigihan dia bisa mengatasinya sehingga semua bisa tercapai dengan hasil yang maksimal.

Published in Kisah dan Curhat

Full Stack Developer masih terus menjadi impian bagi banyak orang. Banyak tawaran pekerjaan yang dengan jumlah nominal yang cukup lumayan yang sebagai salah satu faktor tersebut. Karena hal ini banyak lembaga khursus Developer atau sejenisnya memanfaatkan hal ini untuk mewujudkan Full Stack Developer dalam waktu singkat dan berkompeten.

Dengan itu kita harus mengetahui yang dimaksudkan dengan Full Stack, Full stack adalah sebutan bagi mereka yang membangun web dari frontend hingga backend. Full Stack Developer tidak hanya soal kemampuan memprogram bagian depan dan belakang dari sebuah aplikasi saja, tapi juga terkait berbagai disiplin ilmu yang menunjang pembangunan tersebut. Managemen Server, Database, API, Websocket, dan perangkat lain yang menjadi pondasi aplikasi, serta disiplin ilmu lainnya seperti User Interface (UI), user Experience (UX), hingga metodologi dan kerangka kerja pengembangan sebuah aplikasi, juga harus dapat dikuasai. Sekarang, untuk mempelajari frontend atau backend saja sudah cukup rumit dan memakan waktu. Artikel ini akan memberika tips bagi para developer untuk meningkatkan kapasitasnya menjadi Full Stack Developer, berikut tips yang penting harus kita ketahui.

Tips penting bagi Developer untuk menjadi Full Stack Developer:

1. Mulai dengan bahasa pemrograman
Jika kamu ingin berkarier dalam ranah Full Stack Development, kamu harus terampil dalam berbagai bahasa pemrograman. Memang benar bahwa logika dan algoritma adalah hal yang paling penting, tetapi untuk menjadi Full Stack Developer, kamu harus kompeten dalam penataan, perancangan, implementasi, dan pengujian proyek berdasarkan bahasa pemrograman tunggal atau ganda. Misalnya, jika kamu menggunakan JAVA, maka kamu perlu menjadi efisien dalam desain dan pemrograman berorientasi objek, pola desain, komponen berbasis J2EE dan sebagainya.

2. Pelajari manajemen kode dan kontrol versi
Ketika kamu mengerjakan proyek yang lengkap, mengelola kode-mu adalah menjadi hal yang paling penting, tahu bagaimana cara berbagi file secara efisien dengan anggota tim dan memastikan cara yang sempurna untuk kontrol versi.

Jika kamu sedang menuju ranah Full Stack Development, pelajari Git dan mulai gunakan Github. Git adalah perangkat lunak yang memungkinkan-mu untuk melakukan kontrol versi, melacak semua perubahan berbeda pada file kode dan yang telah melakukannya. Ini juga memungkinkan-mu berbagi dan bertukar kode dengan pengembang lain dengan mudah.

Git digunakan oleh banyak perusahaan perangkat lunak besar dan bisa menjadi keuntungan ketika kamu menghadiri wawancara kerja. Misalkan, perubahan terbaru dalam file kode menyebabkan kegagalan aplikasi. Dalam hal ini, kamu dapat menggunakan Git untuk mengembalikan perubahan tanpa kerumitan lebih lanjut.

3. Gunakan Framework dan Libraries Pihak Ketiga
Framework yang baik menyediakan fungsi dan objek yang didefinisikan atau tidak ditentukan yang dapat ditimpa oleh pemrogram dan mengembangkan aplikasi mereka. Di sisi lain, library menyediakan fungsi, metode, dll yang dapat kamu panggil melalui kode-mu untuk mengimplementasikan fungsionalitas tertentu. Jika kamu ingin menjadi seorang Full Stack Developer, memulai setiap proyek dari awal bukanlah ide terbaik. Kamu harus terus belajar framework yang berbeda dan menggunakan libraries pihak ketiga untuk meningkatkan keterampilan-mu. Misalnya, Spring, Hibernate, Python, Django, dll.

4. Keterampilan Desain UI dan UX
User Experience (UX) terutama tergantung pada User interface (UI), dan seberapa baik kamu telah menggunakan teknologi front-end. Keberhasilan produk apa pun juga tergantung pada UI dan UX-nya. Saya telah membaca banyak artikel tentang Full Stack Development, tetapi hanya sedikit dari mereka yang berbicara tentang keterampilan mendesain.

Kamu juga harus memahami prinsip dan keterampilan desain prototipe dasar, desain UI dan UX. Sementara menguasai beberapa bahasa front-end seperti HTML5, CSS3, dan kemampuan untuk bekerja dengan libraries pihak ketiga yang populer seperti JQuery, AngularJS, dll adalah selalu dibutuhkan.

5. Belajar Basis Data
Menangani banyak basis data tanpa gangguan atau masalah apa pun adalah salah satu keahlian terbesar Full Stack Developer. Saat ini, ada opsi database yang cukup tersedia seperti MySQL, MongoDB, Redis, Oracle, dll.

Jika kamu membuat aplikasi web atau layanan online apa pun, MongoDB adalah pilihan yang sempurna. Tetapi untuk proyek yang lebih besar, MySQL dan Oracle adalah pilihan yang lebih disukai. Kamu harus tahu cara mengelola banyak basis data, berinteraksi dengan mereka, mengambil data, dll. Terakhir, untuk meningkatkan kinerja basis data-mu melalui dukungan caching, Redis dapat digunakan.

 

Sumber Artikel:

https://www.codepolitan.com/menjadi-full-stack-developer-dalam-12-minggu-mungkinkah-58ddf70c49290

https://medium.com/level-up-web/developer-roadmaps-all-in-one-place-75c0402db0e0

https://teknologi.id/insight/tips-untuk-menjadi-full-stack-developer/

Published in Artikel
%PM, %09 %818 %2019 %18:%Apr

NGABAR Gen Qur'an STT Terpadu Nurul Fikri

Senin (1/4), Gen Qur’an mengajak seluruh mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri terkhusus pada mahasiswa yang sudah terdaftar menjadi anggota Gen Qur’an untuk NGABAR (Ngaji Bareng) di Musholla Kampus B STT Terpadu Nurul Fikri. Kegiatan ini disambut baik dan didukung civitas kampus mengingat STT Terpadu Nurul Fikri memiliki visi yang berkaitan erat dengan hal ini, yaitu “menciptakan mahasiswa yang profesional juga religius” maka kegiatan ini menjadi kegiatan yang disambut gembira oleh mahasiswa.

Dalam kegiatan ngaji bareng ini mahasiswa berkumpul dan membetuk lingkaran. Setiap mahasiswa membaca Al-Qur’an secara bergantian dan dikoreksi secara bersama jika ada Tajwid atau Makhraz yang dibaca keliru. “Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Surga bersama-sama dengan Rasul-Rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (HR. Bukhari & Muslim)

Semoga dengan kegiatan-kegiatan seperti ini dapat menambah keberkahan dan juga rahmat, patut diapresiasi kepada Gen Qur’an atas kegiatan yang penuh kebermanfaatan ini.

Published in Kegiatan Kampus

Saya Wahyu Caesar Ramadhan mahasiswa SI (Sistem Informasi) 2015. Pada kesempatan kali ini saya ingin bercerita sedikit pengalaman selama kuliah di STT Terpadu Nurul Fikri. Awalnya saya tidak menyangka bisa lulus di jalur beasiswa mengingat pada saat pendaftaran saya mengalami banyak hambatan. Tetapi kalau yang namanya rezeki, Alhamdulillah tidak akan kemana. Saya berasal dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Kalau boleh jujur pergaulan saya disana bisa dikatakan hampir masuk ke dalam kategori pergaulan bebas. Sering pulang tengah malam bahkan keluar jam 12-3 dini hari. Tidak ada batasan antara saya dan teman – teman wanita karena pada saat itu mungkin masih berpikiran liberal istilahnya.

Pada saat pertama kali ke Jakarta, sekitar pukul 08.00 pm saya sampai di STT Terpadu Nurul Fikri. Ketika itu saya disambut oleh Kak Natsir mahasiswa TI 2012 ( Ketua LDK Senada 2016 ) dan Kak Perdi mahasiswa TI 2012 ( Ketua Bem 2016 ), yang membuat saya tersentuh begitu tiba di lobby mereka bertanya “sudah sholat belum ? Kalau belum ayo kita berjama’ah.” Kenapa pertanyaan itu membuat saya tersentuh, karena biasanya kalau sesama laki – laki lain biasanya ngajak nongkrong ke suatu tempat. Dari malam itu saya berpikir sepertinya lingkungan STT Terpadu Nurul Fikri adalah lingkungan yang benar – benar positif.

Setelah beberapa hari kemudian, semua anak yang lulus jalur beastudi dikumpulkan untuk persiapan ORMIK (Orientasi Akademik). Pada pertemuan itu, kami diberitahu apa saja yang harus dipersiapkan ketika ORMIK berlangsung. Dari serangkaian poin yang harus disiapkan yang masih teringat dalam benak saya hingga sekarang yaitu disuruh membawa al ma’tsuraat. Saya bingung Al ma’tsuraat itu apa dan mungkin jika saya tidak kuliah di STT Terpadu Nurul Fikri, sampai saat ini mungkin saya belum tahu apa itu al Ma’tsuraat bahkan mendengarnya saja saya belum pernah. Tapi Alhamdulillah melalui program Asrama STT Terpadu Nurul Fikri saya bisa hafal hampir keseluruhan Al Ma’tsuraat yang berjumlah kurang lebih 83 halaman. Bentuknya mungil, tapi manfaatnya InsyaAllah luar biasa.

Kesimpulan dari curhatan singkat saya selama berada di lingkungan STT Terpadu Nurul Fikri, banyak sekali perubahan yang saya alami. Dalam hal ini pengetahuan agama, padahal di kampus belajarnya tentang teknologi. Kalau dipikir – pikir ibadah saya juga meningkat tidak seperti dahulu sebelum masuk ke STT Terpadu Nurul Fikri.

Published in Kisah dan Curhat

Saat ini Etnis Rohingya kembali menjadi sorotan dunia, masih dalam masalah yang sama yaitu terjadinya krisis kemanusiaan dan diskriminasi terhadap minoritas di Negara Myanmar tepatnya Myanmar bagian Rakhine. Konflik ini terjadi akibat adanya diskriminasi kewarganegaraan, dikutip dari laman rappler.com menurut ahli sejarah dan warga setempat kaum rohingya merupakan kaum atau etnis asli Negara bagian Rakhine sejak abad ke-19 ketika Myanmar masih dijajah oleh Inggris. Namun pemerintah Myanmar tidak mengakui kaum Rohingya sebagai warga negara atau kelompok etnis mereka. Hanya sekitar 40.000 yang diakui oleh pemerintah Myanmar dan diberikan hak kewarganegaraan.

Melihat keadaan darurat ini, Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri ambil sikap dengan menggelar Aksi Kemanusiaan Galang Dana Untuk Rohingya dengan tema “ WE CARE ABOUT ROHINGYA ” di Pos Polisi Simpang Perbatasan Depok pada hari Senin (10/09/2017) pukul 16.00 hingga 18.00 WIB. Aksi ini merupakan kegiatan kolaborasi antara LDK Senada, BEM dan DPM STT Terpadu Nurul Fikri yang dikoordinatori oleh Miftah Amarullah mahasiswa SI/2015.

Aksi Galang Dana ini akan dilakukan selama satu pekan di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri, dimulai dari hari Senin hingga Sabtu dan Galang Dana di Jalan pada hari Senin di Pos Polisi Simpang Perbatasan Depok dan Rabu di Lampu Merah Juanda-Margonda Depok. Aksi ini diikuti oleh sebagian besar mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri dengan tujuan untuk sedikit membantu meringankan penderitaan saudara di Rohingya dalam bentuk materi.

Tak hanya Galang Dana, dalam Aksi ini Mahasiswa juga melakukan Orasi, Pembacaan Puisi dan ditutup oleh pernyataan sikap dari Ketua LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri yaitu Dhani Fitriansyah. Dana terkumpul nantinya akan dikirimkan melalui Lembaga Sosial Nasional yaitu PKNU. Semoga konflik ini segera berakhir baik di Rohingya maupun di negara manapun dan donasi kami dapat meringankan dan membantu memenuhi kebutuhan mereka. Silahkan kirimkan donasi terbaikmu ke BNI Syariah 0558429116 an LDK Senada STT NF.

Published in Pojok Mahasiswa
%AM, %06 %333 %2017 %07:%Sep

First Time

Untuk pertama kalinya Aku dapat mengunjungi dan menikmati keindahan Kota Malang. Di kota yang terkenal dengan Apel Malangnya ini Aku diberikan kesempatan untuk berjuang membawa nama baik Kampus dalam Lomba MTQMN. MTQMN yaitu kepanjangan dari “Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional” adalah Lomba Tingkat Nasional yang diadakan setiap dua tahun sekali dan dikhususkan untuk seluruh Mahasiswa Jenjang S1 seluruh Indonesia. Lomba ini diadakan oleh KEMENRISTEKDIKTI. Pada tahun ini MTQMN ke 15 dilselenggarakan di Kota Malang yaitu di Universitas Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (Unibraw). MTQMN XV 2017 memiliki Jargon yaitu “Salam Pemuda Qurani.”

Setelah diadakannya Seleksi Calon Kafilah dari pihak Kampus, akhirnya terpilihlah Kafilah MTQMN XV yang mewakili Kampus Nurul Fikri. Kami para Kafilah MTQMN XV Kampus Nurul Fikri pergi ke Kota Malang dengan menggunakan Kereta Api Indonesia (KAI). Untuk transport Jakarta - Malang dari pihak Kampus sudah menanggungnya. Karna tempat duduk kami saling berdekatan, untuk mengisi keboringan yang ada karna lamanya perjalanan Jakarta - Malang yaitu selama 16 jam, kami bermain tebak-tebakan yang menyebabkan tawa kami pecah dan membuat heboh satu gerbong kereta. Ada penumpang lain yang merasa keberisikan dan ada juga yang memikirkan jawaban dari teka-teki yang kami mainkan.

Setelah 16 jam didalam kereta, akhirnya kami sampai di Stasiun Malang. Saat kaki ini menginjak Kota Malang, Kota yang baru pertama kali Aku injak, Aku mengucapkan Syukur Alhamdulillah karna diberikan keselamatan dan diberikan kesempatan sampai di Kota Malang. Ternyata kami sudah dijemput oleh Panitia MTQMN XV yang juga menjadi LO dari Kampus Nurul Fikri. Para Kafilah MTQMN XV dari seluruh Indonesia diberikan fasilitas menetap di Asrama Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Disini semua hal tercukupi, makan diberikan selalu 3 kali sehari plus buah dan puding, transportasi yang mengangkut para Kafilah untuk pergi ke Universitas Brawijaya atau Universitas Malang sangat memadai dan cukup banyak, untuk para Akhwat disediakan mobil dari Asrama Akhwat ke Masjid tempat berkumpul, jadi tidak terlalu capek berjalan jauh, bahkan jika malam hari di Asrama UIN ini dibuka kantin yang menjual snack dan minuman hangat yang cocok untuk ngemil dengan harga murah.

Bukan hanya lomba saja, tapi di MTQMN XV 2017 ini ada berbagai macam acara yang tak kalah seru, yaitu Kajian yang dibawakan oleh ustadz-ustadz luar biasa contohnya Taqy Malik, Syekh Ali Jaber dan lainnya, Parenting dengan pembicara-pembicara yang sangat ahli dibidang Parenting, dan juga Bazzar yang menyediakan banyak barang-barang yang berbau MTQMN dan oleh-oleh khas Malang. Dan juga disediakan sepedah gratis yang dapat digunakan hanya di lingkungan Universitas Brawijaya.

Pada malam harinya setelah kami tiba di Kota Malang diadakanlah pembukaan MTQMN XV 2017. Saat tiba di Panggung Utama kami semua terkagum karna panggung utamanya sangatlah besar dan dekorasi dari panggungnya sangatlah indah. Kafilah dari cabang lomba lain sangatlah terkagum kagum, tapi bagi tim MSQ panggung sebesar ini menambah ke khawatiran kami, karna Lomba MSQ ditampilkan di Panggung Utama.

Serangkaian acara ditampilkan pada Pembukaan MTQMN XV 2017. Penampilan-penampilan yang luar biasa membuat kami kagum sampai bengong melihatnya. Karna waktu sudah cukup malam, kami pun memutuskan untuk pulang ke Asrama UIN, tetapi ada satu hal yang membuat kami ingin kembali ke panggung utama yaitu penampilan dari Opick. Dia menyanyikan sebuah lagu yang membuat kami ragu dan bimbang antara pulang atau kembali ke panggung, tetapi kami memilih pulang. Jika saat ini tidak bisa melihat Opick, saat penutupan nanti kami bisa melihat Fatin Sidqia Lubis.

Pada MTQMN XV 2017 ada 13 cabang lomba, dan cabang lomba yang Aku pilih adalah Musabaqah Syarhil Quran (MSQ). MSQ ini berbentuk sebuah tim yang terdiri dari Pensyahr (pidato), Tilawah, dan Puitisasi, dan aku pada bagian Puitisasi. Sebelum lomba MTQMN ini dimulai, tim MSQ sudah berlatih selama kurang lebih 2 bulan dan kami tim MSQ disuruh memilih 5 tema dari 10 tema yang diberikan oleh panitia dan harus membuat 5 naskah dari 5 tema yang sudah dipilih.

Tim MSQ mendapatkan urutan tampil pada hari Ahad dan masih ada satu hari untuk latihan kembali. Saatnya pun tiba, tema baju tim MSQ kami adalah coklat susu. Aku yang ditugaskan untuk mengambil nomor urut tampil, “Bismillahirrahmanirrahim”, yeay Alhamdulillah nomor urut “035” itu yang artinya nomor urut 2 dari terakhir dan kami bisa berlatih dan mempedalam kembali tema yang akan kami bawakan.

Tibalah waktu tampil kami dengan rasa gugup karna tampil di atas Panggung Utama yang sangatlah besar, tapi kami akan menampilkannya dengan sebaik mungkin. Dan akhirnya Alhamdulillah, semuanya lancar walaupun ada beberapa kesalahan tapi menurut yang lainnya itu sudah sangatlah bagus. Selain MSQ, Tartilil dan Tilawatil dari Kafilah Kampus Nurul Fikri tampil pada hari Ahad.

Ada 122 tim yang mendaftar pada Lomba MSQ, dan yang masuk Final hanyalah 6 tim. Setelah semua peserta MSQ tampil, pengumuman pun tiba, dan Takdir Allah berkata bahwa untuk tahun ini tim MSQ kami belum masuk Final tapi Insya Allah masuk Final pada MTQMN XVI 2019. Aamiin. Walaupun sedih, tapi yang namanya perlombaan pasti ada yang menang dan ada yang kalah, apalagi saingannya Kafilah dari seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia, walaupun nilainya beda tipis itu sangatlah berpengaruh. Perlombaan ini Aku jadikan pengalaman dan pembelajaran untuk kedepannya.

Sebelum para Kafilah pulang ke daerahnya masing-masing, Panitia MTQMN XV mengadakan agenda wisata yaitu pergi ke Pantai Balekambang dan Pantai Goa Cina. Dan ini untuk pertama kalinya juga Aku pergi ke pantai dengan pemandangan yang sangat indah. Aku sangat suka dengan pemandangan di pantai ini, Masya Allah apalagi Pantai Goa Cina yang menyajikan pemandangan ombak yang tinggi dan kencang. Selama di pantai Aku sangat senang bermain basah-basah dan menyeburkan diri ke pantai. Pengalaman dan Kenangan di Kota Malang ini sangatlah indah dan menyenangkan, terlebih lagi Aku menemukan keluarga baru yang mensupport satu sama lain, merasakan senang dan sedihnya bersama-sama selama satu minggu di Kota Apel ini.

Published in Kisah dan Curhat
%AM, %06 %193 %2017 %03:%Jul

Manfaat Cloud ERP untuk Bisnis UMKM

Berdasarkan laporan aliansi bisnis US-ASEAN tahun 2015, bisnis UMKM tumbuh pesat di negara-negara anggota ASEAN hingga 96%. Saat ini kawasan Asia Tenggara menjadi pasar paling menjanjikan bagi bisnis Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan jumlah konsumen yang mencapai 67 juta. Jika ingin memaksimalkan hasil penjualan bisnis Anda, mulailah untuk membuka bisnis di kawasan Asia Tenggara. Namun tahukah Anda, teknologi bisa membuat bisnis berjalan lebih efisien sekaligus mampu mengantarkan bisnis selangkah lebih maju?

Alat manual seperti pembukuan dan spreadsheet tradisional kini sudah mulai ditinggalkan oleh para pelaku bisnis, terutama pelaku UMKM. Seiring berjalannya waktu, pelaku UMKM mulai mengenal dan memanfaatkan tools dengan solusi Enterprise Resource Planning (ERP). ERP merupakan sistem aplikasi di sebuah platform tertentu yang dijalankan dengan data terpusat (client-server). Misalnya melalui perantara sebuah browser. Pelaku UMKM disarankan memanfaatkan sistem cloud dari ERP untuk membangun infrastruktur dan menjaga layanan agar tetap berjalan dengan baik. Sistem cloud ERP juga menawarkan kemudahan untuk meng-upgrade modul ataupun jumlah user.

Kini pelaku UMKM tidak perlu merasa khawatir bisnis mereka mengalami kemandekan karena sistem ERP tidak berjalan atau down. Sebab, pelaku UMKM bisa menerapkan sistem pay as you use. Investasi jadi lebih efisien karena tidak ada penurunan nilai pada aset (pelaku UMKM membeli servis bukan aset). Faktanya, solusi cloud ERP memiliki manfaat yang nyata dan berfokus pada efisiensi biaya operasional perusahaan. Selain menekan biaya operasional, pelaku bisnis juga mendapatkan fakta lain bila solusi cloud ERP menawarkan sistem keamanan yang lebih baik.

Jika ingin mengetahui peran cloud ERP bagi pelaku UKM, Anda bisa melihat kesuksesan Tokopedia. Sebagai salah satu online marketplace terbesar di Indonesia, Tokopedia juga mengadopsi solusi cloud ERP dari SAP Business One untuk menghasilkan laporan mengenai transaksi online mereka.

Ada tiga alasan yang mendorong pelaku bisnis untuk beralih ke solusi cloud ERP. Pertama, cloud dapat disesuaikan sesuai kebutuhan setiap saat. Hal itu memungkinkan pengguna untuk mengelola dan membuat sistem perusahaan berjalan dengan lebih cepat. Kedua, memungkinkan pelaku UMKM untuk menyesuaikan sumber daya yang dibutuhkan dengan sistem yang digunakan. Ketiga, solusi cloud ERP bisa digunakan sesuai dengan apa yang pelaku UMKM gunakan.

Namun sebelum memanfaatkan solusi cloud ERP, pelaku UMKM diharuskan untuk mengevaluasi kebutuhan bisnisnya dengan lebih cermat. Hal itu dilakukan agar penggunaan solusi cloud ERP bisa dijadikan investasi di bidang teknologi. Sebagai calon pemilik UMKM di Asia Tenggara, Anda perlu memaksimalkan infrastruktur teknologi yang ada untuk menumbuhkan bisnis yang nantinya Anda miliki. Dengan kemudahan yang ditawarkan, implementasi sistem cloud ERP menjadi pilihan yang tepat untuk bisnis UMKM di Indonesia.

Published in Artikel
%AM, %11 %127 %2016 %02:%Agu

Tenis Meja Dies Natalis STT NF 2016

Gebyar Dies Natalis STT NF telah dimulai pada Senin (8/8) lalu, dengan mempertandingkan perlombaan Tenis Meja yang berlangsung di Kampus A STT NF, Jalan Situ Indah No.116 Kelapa Dua. Pertandingan di gelar sejak pukul 15.00 Wib hingga pukul 21.00 Wib, karena memainkan dua nomor yaitu ganda dan single yang harus diselesaikan dalam satu hari.

Pertandingan dimulai dari nomor tunggal, di babak penyisihan ada 8 pertandingan yang terjadwal di meja panitia. Dari 8 pertandingan babak penyisihan nantinya akan ada 4 pertandingan lagi untuk memperebutkan tiket ke semi final dan final. Di nomor ganda, peserta yang mendaftar lebih sedikit terlihat hanya ada 8 pasangan dan hanya ada 4 pertandingan babak penyisihan, semi final dan final.

Pada nomor Tunggal, pertandingan seru dan menegangkan tersaji di babak 8 besar yang mempertemukan Edo Riansyah (Waket 1) melawan Mulyadi (Waket 2) yang merupakan sama-sama pemain unggulan. Pertandingan berlangsung ketat dengan kejar mengejar point, dan jual beli serangan, namun Edo mampu mengungguli Mulyadi dengan 2 set langsung dengan skor yang sangat tipis edo pun berhak melaju ke partai semi final. Di babak semi final mempertemukan Edo (Waket 1) Vs Anwar (Waket 3), Dian Sofyan (Waket 3) Vs David (Waket 3). Di pertandingan Final berlangsung antara Edo melawan Dian Sofyan dari Waket 3 setelah mereka mengalahkan lawan-lawannya di semi final. Dian Sofyan mengalahkan Edo di final dengan rubber set dan membawanya menjadi kampiun Lomba Tenis Meja Dies Natalis STT NF ke 4.

Di babak penyisihan nomor ganda tersaji 4 pertandingan penyisihan dimana pemenang babak penyisihan akan langsung melaju ke babak semi final. Di babak semi final Bertanding pasangan Dudi-Daseh dari LP3 STT NF melawan Zaki-Edo dari Waket 1, di semi final lainnya mempertemukan pasangan Anwar-Dian dari waket 3 melawan Yuliadi-Andi dari Waket 2. Akhirnya di babak final bertemu pasangan Zaki-Edo melawan Anwar-Dian yang dimenangkan Zaki-Edo dengan 2 set langsung.

Hari ini lomba Dies Natalis akan memainkan pertandingan Futsal yang cukup bergengsi, pertandingan antar Satuan Kerja lingkungan STT NF ini akan di mainkan di lapangan Futsal Sekolah Islam Terpadu Nurul Fikri pada sore hari.(Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus

Tim Andara Tech yang mewakili STT NF pada ajang GEMASTIK ke-9 di Universitas Indonesia berhasil melalui seleksi tahap pertama dan berhak melaju ke tahap selanjutnya untuk memperebutkan tiket final. Andara Tech berlomba pada kategori Pengembangan Bisnis TIK dengan mengajukan karya, “YUCLEAN: Memberi Solusi Kesejahteraan Masyarakat”. Yuclean merupakan nama aplikasi buatan tim Andara Tech untuk membantu pengelolaan administrasi Bank Sampah.

Pada tahap pertama seluruh tim yang ikut pada kategori ini diwajibkan mengajukan ringkasan proposal (executive summary) agar dinilai tim juri. Selanjutnya, di tahap kedua nanti tim juri meminta tim yang lolos untuk mengajukan proposal Bussines Plan dan video Presentasi penggunaan aplikasi. Dari sekian banyak tim yang mengajukan proposal tahap pertama, dipilih 30 tim yang berhak melaju ke tahap kedua dan salah satunya Andara Tech dari STT NF yang harus bersaing dengan 29 kontestan dari Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia. Di final nanti akan bertahan 10 tim terpilih untuk memperebutkan gelar juara pada kategori ini.

Batas akhir pengumpulan proposal dan video pada tahap kedua yakni tanggal 22 Agustus 2016. Sedang pengumuman lolos ke final tanggal 5 September 2016 dan final akan dilaksanakan pada 22-24 September 2016 di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

Suranto sebagai Team Leader Andara Tech mengaku tak gentar melihat kompetitor yang berasal dari PTN maupun kampus swasta lain yang memiliki nama besar. “Kami tim Andara Tech tidak sedikitpun gentar untuk menghadapi para pesaing dalam kompetisi ini. Dengan keyakinan bahwa karya yang kami buat bisa diterima dan dapat berguna bagi masyarakat. Kami yakin bisa memberikan yang terbaik dalam kompetisi kali ini,” ujar Suranto penuh semangat. “Jika kemungkinan terburuk tim kami tidak lolos ke final, maka proyek ini akan terus berjalan dan kami kembangkan, sehingga nantinya bisa dilepas di pasar aplikasi.”

Muhammad Abdul Karim, salah satu personil tim Andara Tech, mendukung pernyataan Suranto. “Jika melihat deretan tim peserta yang lolos ke tahap kedua, sudah jelas bahwa pesaing kami tidak bisa dianggap remeh. Mereka berasal dari PTN dan PTS yang memiliki nama besar. STT NF merupakan kampus baru, mahasiswanya mampu bersaing dengan mereka dalam event berskala nasional,” ungkat Karim. “Sungguh pengalaman luar biasa bahwa STT NF tidak kalah dengan kampus-kampus ternama lainnya. Tidak salah rasanya, saya memilih kuliah di STT NF.” Semoga Tim Andara Tech dan tim lain bisa berprestasi dan memberikan yang terbaik untuk kampus tercinta STT NF. (Hendri Nurdiansyah)

Published in Kegiatan Kampus
Halaman 1 dari 2