Mungkin Sahabat NUFIAN sudah tidak asing lagi melihat salah satu mahasiswa STT Nurul Fikri yang satu ini. Dia adalah Azmi Faiz Habibi biasa dipanggil Faiz. Dia adalah Mahaiswa STT Terpadu Nurul Fikri Angkatan 2016 Jurusan Sistem Informasi. Karena dia mempunyai skill yang hebat dan multi talenta maka bisa di katakan dialah salah satu superstarnya STT Nurul Fikri. Dia mempunyai segudang prestasi apalagi baru-baru ini dia berkunjung ke Thailand untuk menghadiri acara “Global GDG Leaders Summit 2019” Region Asia Tenggara. Suatu kebanggaan karena acara tersebut dihadiri peserta dari Singapore, Vietnam, Myanmar dan Philippines. Tujuan diadakan acara tersebut karena ingin mendidik para calon pemimpin muda untuk terus bergerak dan mengembangkan potensi di bidang IT.

Selain pengalaman tersebut, lihat juga prestasi yang sudah Faiz raih dari tahun ke tahun:

1. 2014 Chairman of Islamic Spiritual Organization of MAN 13 Jakarta
2. 2015 Member of Computer Student Club of PNJ, Web Security
3. 2016 Trainer in Andara-Tech Community, Web Development
4. 2016 3 rd Winner of Technopreneur Competition of STT Terpadu Nurul Fikri
5. 2017 Founder, Program Manager Of MargoDev+ @CodeMargonda, Developer Capacity Building Program & Community
6. 2017 Top 20 Indonesia Next Jakarta 2017, Telkomsel CSR Program
7. 2017 Finalist in the National Student Performance of Information and Communication Technology, in the business development section of ICT
8. 2017 1 st Winner of Compfest 9 App Innovation Challenge, Fasilkom University of Indonesia
9. 2017 Top 20 Finalist in the HackFest - IFEST#5, Atma Jaya University Yogyakarta
10. 2017 1 st Winner of Hacksprint Gerakan 1000StartupDigital Jakarta
11. 2017 2 nd Winner of App Competition Challenge DiLo Festival Depok
12. 2018 Top 25 Digitalent Scholarship Fasilkom UI, Balitbang Kemenkominfo
13. 2018 Awardee of Digital Talent Scholarship Program by Balitbang Kemenkominfo
14. 2018 Manager Of GDG Depok, developer group managed by a local community that is supported by Google Developers who are specifically interested in Google products and APIs.

Semoga dengan prestasi dan pengalaman dari Faiz diatas bisa menjadi salah satu motivasi dan kisah inspiratif buat teman-teman semua yang baca ya! Semangat dalam menggapainya :)

Published in Kisah dan Curhat

Muhammad Fadhil Hilmi adalah salah satu mahasiswa aktif Kampus STT-NF. Bertempat tinggal di Kalisari, Jakarta Timur. Ada kisah inspiratif nih dari Hilmi. Saat ini dia sedang disibukan dengan perkuliahannya di STT-NF demi mengejar ilmu teknologi dan mendapatkan gelar sarjana yang kompeten. Selain masih aktif kuliah dia salah satu mahasiswa yang berprestasi.

Menurut dia, selain belajar di ranah pendidikan seperti Sekolah atau Kampus sumber referensi untuk mendapatkan ilmu saat ini sangatlah luas. Bisa di dapatkan dari buku, artikel atau sekalipun ilmu juga bisa di dapatkan dari sosial media. Ilmu sangat mudah di dapatkan untuk belajar dan dikembangkan. Tapi semua itu kembali lagi pada diri kita sendiri mau untuk mencari ilmu tersebut atau malah mengabaikannya.

Dia sangat beruntung bisa meneruskan tingkat pendidikannya di Kampus STT-NF karena banyak ilmu khususnya ilmu teknologi yang bisa dia dapatkan dengan sangat mudah karena para pendidik atau dosennya sangat berkompeten dibidangnya. Sehingga ilmu pengetahuan yang dia terima bisa dikembangkan menjadi sebuah prestasi yang membanggakan.

Inilah beberapa pencapaian atau prestasi yang telah didapatkan oleh Hilmi, diantaranya :

1. Pada saat Semester 1, 3, dan 5 menjadi Mahasiswa Berprestasi.
2. Selama di Kampus sempat megikuti Organisasi BEM di Tahun 2017 & 2018.
3. 2 Tahun berturut-turut menjadi Menteri P&K.
4. Pengalaman mengikuti Everybody Can Hack Batch 2.
5. Pengalaman mengikuti NFGH (Nurul Fikri Global Hub).
6. Pengalaman menjadi peserta Talkshow Pilmapres dan Talkshow PKM.
7. Asisten Dosen mata kuliah Basis Data.

Dari pencapaian di atas perlu kita ketahui bahwa ilmu itu selain didapatkan dan dikembangkan, kita juga harus mengamalkan agar menjadi berkah dan bermanfaat.

Published in Kisah dan Curhat

Mahasiswa STT-NF Angkatan 2015 ini bernama Muhamad Abdul Karim. Dia sempat menjadi Presiden Mahasiswa (KETUA BEM) STT-NF Pada Tahun Akademik 2017/2018. Ini lah beberapa prestasi yang telah dia raih selama di Kampus STT-NF, diantaranya:

- Finalist Gemastik 9 (2016)

- Finalist Depicta (2016)

- Presiden BEM STT-NF 2018

Dan untuk keaktifan di Organisasi Kampus, dia juga mempunyai beberapa pengalaman:

SENADA

- Staf Kaderisasi (2016)

- Timsus KD (2019)

BEM

- Staf Media (2016)

- Menko Sospol (2017)

- Presiden Mahasiswa (2018)

Ternyata banyak suka duka selama dia menjabat sebagai Presiden Mahasiswa di STT Terpadu Nurul Fikri. Menurutnya, kita bisa jadi banyak belajar dengan hal baru, apalagi kita yang notabene background kampus IT dan harus belajar tentang politik di Indonesia juga. Selain itu, dia harus keluar dari zona nyaman dan harus belajar memahami orang lain. Banyak hikmah dan pengalaman yang dapat di ambil dari kisah inspiratif ini. Diantaranya bagaimana caranya untuk kita tetap bisa bertahan dan berusaha tegar di tengah pahitnya kehidupan dan tanggung jawab. Semoga kisah ini dapat menginspirasi untuk teman-teman lain ya!

Published in Kisah dan Curhat

Kali ini ada kisah mahasiswa menginspirasi lagi loh! dia adalah Hadyan Abdul Aziz atau sering disapa Hadyan, tinggalnya di Mampang Pancoran Mas Kota Depok. Hadyan adalah Mahasiswa Kampus STT Terpadu Nurul Fikri Angkatan 2018, dia salah satu Mahasiswa yang sangat Berprestasi juga aktif di kegiatan Organisasi Kampus. Organisasi yang saat ini diikuti olehnya adalah LDK (Lembaga Dakwah Kampus) Senada. Selain di LDK Senada Hadyan juga aktif di berbagai kegiatan luar kampus seperti menjadi murobbi di Ma’had Al Abror, menjadi mentor QCB (Quranic Character Building) di Kota Depok dan menjadi Sekertaris buku BIGBANK (Bank Soal Untuk Jurusan Keagamaan).

Hadyan ini salah satu Beasiswa Jalur Tahfidz. Hadyan telah khatam hafalan Al-Qur’an 30 Juz. Dulu selama masa SMP dan SMA banyak prestasi yang dia raih, salah satunya menjadi Juara 2 Tingkat Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Khitobah (Pidato Bahasa Arab) dan lomba-lomba lainnya yang Tingkat Kota. “Sudah sebaiknya kita terus menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Karena Al-Qur’an itu adalah pedoman hidup umat islam, apalagi sebagai anak muda. Di saat seperti ini Al- Qur'an menjadi pembekalan hidup agar lebih bermakna dengan menjadi para Mujahadah Al-Qur’an” ujar Hadyan.

Begitulah kisah yang didapat dari seorang penghafal Al-Qur’an. Banyak hikmah dan juga motivasi kita untuk para pemuda Indonesia supaya terus mencintai Al-Qur’an dengan sepenuh hati. Insya Allah

Published in Kisah dan Curhat

Ada cerita menginspirasi dari seorang mahasiswi Angkatan 2015 STT Nurul Fikri dia bernama Nurul Azizah atau sering dipanggil Nurul. Saat ini dia sedang menyelesaikan (TA) Tugas Akhirnya namun di sela-sela kesibukannya itu dia masih banyak memberikan kontribusi kepada Kampus STT-NF dengan pengabdiannya dan ikut memajukan lembaga organisasi-organisasi yang ada di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri.

Saat ini dia sudah bergabung di organisasi Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Senada sebagai Staff Kaderisasi. Berikut pengalaman organisasi yang pernah diikuti oleh Nurul, diantaranya:

1. 2015 Menjadi Staf Magang LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri

2. 2016-2017 Staff Departemen Kemuslimahan LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri

3. Ketua Divisi Kreatif Ormik 2016

4. 2017- 2018 Ketua Departemen Kemuslimahan LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri

5. Forum Mentor STT Terpadu Nurul Fikri

6. Mentor Ketua Divisi Acara Ormik STT Terpadu Nurul Fikri

7. Anggota Divisi Acara LDMKM STT Terpadu Nurul Fikri 2017

8. 2018- 2019 Sekjen LDK Senada STT Terpadu Nurul Fikri

9. Forum Mentor STT Terpadu Nurul Fikri

10. Mentor SC Ormik STT Terpadu Nurul Fikri

11. Volunteer Cordova Leadership Camp 2018

Pengalaman diatas merupakan pengalaman yang paling berharga juga membuat kepribadian diri dia menjadi lebih mandiri dan tangguh. Terlebih pengorbanan ini di persembahan untuk kampus tercinta. Tidak ada kesia-siaan pada diri Nurul Azizah kuliah di kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Memberikan sumbangan jiwa, raga dan pemikiran merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri baginya karna bisa memberikan kebermanfaatan diri untuk orang lain.

Published in Kisah dan Curhat

Haloo Sobat Nufian..

Ada kisah menarik lagi nih yang datang dari salah satu Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri. Dia bernama Mifakhul Aris atau Sering disapa Aris.

Aris ini adalah Mahasiswa Angkatan 2016 Program Studi Sistem Informasi. Dia juga menjadi salah satu Mahasiswa Berprestasi di Kampus. Banyak prestasi lainnya yang telah dia peroleh, mengharumkan, dan membanggakan Kampus STT Terpadu Nurul Fikri diantaranya ada Prestasi:

- Juara Favorite Dinus Competition Web Development Tingkat Nasional di Semarang Tahun 2017

- Finalis Hackton Information Festival Competition Tingkat Nasional 2017

- Mahasiswa Berprestasi Jurusan Sistem Informasi Semester 3

Dan yang baru-baru ini dia mendapat Sertifikasi Kompetensi BPPKIT yang diselenggarakan oleh Kominfo untuk kategori “Junior Web Developer”.

Selain Berprestasi di Kampus, dia juga sangat aktif di berbagai kegiatan dan juga Organisasi Kampus, dan saat ini dia menjabat di Organisasi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) STT Terpadu Nurul Fikri.

Dari berbagai Prestasi yang dia peroleh itu sama sekali tidak membuat dia merasa bangga diri, bahkan kegagalan seringkali di hampirinya sebelum memperoleh keberhasilan dan kesuksesan saat ini.

Namun hal itu tidak menjadikannya patah semangat, bahkan menjadikan kegagalan-kegagalan itu sebagai acuan diri dan menjadi penguat di setiap langkahnya.

Published in Kisah dan Curhat

Mahasiswa yang berasal Dari Bengkulu ini mempunyai segudang cerita menarik lhoo.. tepatnya dia bernama Yunika Bunga Widyastuti atau sering dipanggil Yunika. Semenjak Kuliah di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri banyak perubahan yang di alaminya. Dulu ketika baru masuk Kampus di pikirannya pernah terbesit untuk mengundurkan diri karena merasa belum bisa beradaptasi di lingkungan yang baru juga keadaan yang sangat jauh dari ke Orang Tuanya membuatnya merasa tidak betah, tersebab lagi Yunika tinggal di Kost dan tidak mempunyai sanak saudara di Kota Depok ini.

Namun dengan seiringnya waktu dia bisa melewati semua itu hingga saat ini dia telah menjalani Semester 2. Menurutnya yang membuat dia bisa melewati masa-masa sulit itu adalah dikarenakan teman-temannya ramah juga solid, dan lingkungan yang Agamis yang membuat dia semakin betah berada di Kampus, juga menjadikannya membentuk pribadi yang lebih mandiri.

Saat ini Yunika menjadi Mahasiswa Aktif di Organisasi Lembaga Dakwah Kampus, juga aktif kajian di luar Kampus. Selain itu juga Yunika cukup berprestasi di kelasnya, saat semester 1 dia termasuk salah satu mahasiswa dengan IP (Index Prestasi) yang tinggi. Perjungan dia selama ini tidaklah sia-sia, banyak perjuangan yang harus dia tempuh untuk mendapatkan IP sebesar itu. Kerja keras juga ketulusan hati itulah, dia pegang selama ini agar mencapai cita-cita yang dia impikan selama ini.

Aktivitas saat ini, dia seorang Guru Private, selain aktivitas kuliah. Menurutnya membagi waktu antara Kuliah dan aktif di Organisasi Kampus sangat lah tidak mudah. Maka dia untuk meningkatkan kembali semangat dirinya dia selalu memegang teguh prinsip untuk tidak menyerah sebelum berhasil, agar bisa memetik yang selama ini dia perjuangkan.

Published in Kisah dan Curhat

Cica Nurlatifa adalah Mahasiswi STT-NF Jurusan Sistem Informasi 2016. Saat ini rutinitas dia selain Kuliah adalah Mengajar di Rumah Inspirasi Anak Langit (suatu Lembaga Kemanusiaan). “Suatu kebanggaan tersendiri bisa kuliah sambil berbagi ilmu pengetahuan kepada adik-adik lain yang membutuhkan akan pengajaran selain di sekolah dasar” ujarnya. Selain itu Cica juga adalah Mahasantri di Asrama Indonesia Foundation di daerah Pondok Cina.

Asrama yang khusus untuk para Mahasiswa Penghafal Al- Qur’an. Dia juga Mahasiswi yang aktif berorganisasi, saat ini dia aktif di LDK Senada, salah satu Lembaga Organisasi Dakwah di kampus STT Terpadu Nurul Fikri, selain aktif di Senada dia juga Aktif di Organisasi GEN Qur’an yaitu suatu Program yang berkegiatan membaca memahami juga mentadzaburi isi Al-Qur’an.

Nahh.. seperti inilah rasanya Study di STT Terpadu Nurul Fikri yang memberikan kesempatan untuk Mahasiswanya bisa mengembangkan diri dengan berbagai aktivitas di luar kampus misal ada Mahasiswa yang Mengajar, ada Mahasiswa yang meniti karir di dunia industri dan sebagainya. Sehingga para Mahasiswa dapat membagi juga memanagekan waktunya sebaik mungkin namun masih bisa memfokuskan diri juga untuk belajar sungguh-sungguh di kampus.

Published in Kisah dan Curhat

Kenalin, nama lengkap aku Umul Sidikoh biasanya orang-orang panggil dengan sebutan Umul. Bisa dibilang, salah satu mahasiswa yang masih berumur sangat muda, karena di umur 19 tahun sudah memasuki semester 6 di STT Nurul Fikri. Aku lahir di Tangerang, 13 Mei 1997. Tempat tinggal aku masih di Tangerang, cuma sekarang udah mulai nge-kost di daerah Depok. Cita-cita aku sih jadi pengusaha karena sifatnya fleksibel dan tidak dituntut oleh atasan, dan menjadi penulis buku atau novel. Hobi aku pertama menulis, yang lainnya olahraga, travelling, touring, baca-baca. Kalo ditanya tentang motto hidup, ya aku jawabnya " Lakukanlah yang terbaik, atau tidak sama sekali ( Do be The Best, or Nothing) ".

Berlatar belakang Siswa SMA jurusan IPA, di salah satu Sekolah Negeri di Kota Tangerang. Sejak SMA, pelajaran yang paling disuka yaitu Kimia (Chemistry). Entah, padahal itu pelajaran lumayan sulit, dimana harus hafal ikatan-ikatan kimia, yang pasti bukan ikatan aku dan kamu *eh. Namanya juga SMA Negeri, ya pastinya pas lulus SMA maunya juga kuliah di Universitas/Kampus Negeri. Dari SD-SMA memang Sekolahnya Negeri, makanya ingin nantinya Kuliah Negeri juga. Sekolah Dasar di SDN BOJONG 04, Sekolah Menengah Pertama di MTSN Cipondoh Tangerang, dan Sekolah Menengah Atas di SMAN 9 Tangerang.

Menjelang Ujian Nasional (UN) formulir pendaftaran dan kelengkapan berkas untuk mendaftar di kampus-kampus favorit-pun disiapkan, dan pilihan jurusan pastinya jurusan kimia. Berniat menjadi seorang kimia analyst, biar bisa menemukan ramuan anti galau (eh salah, biar kesukaan terhadap pelajaran kimia lebih tersalurkan dan juga lebih dalam lagi ilmunya).

Daftar melalui jalur SNMPTN, yaitu lewat nilai Raport. Namun belum menjadi rezeki aku. Dan akhirnya mencoba dijalur SBMPTN, dan ternyata masih belum lolos juga. Melihat teman-teman pada lolos di PTN, rasanya hati gundah gulana. Tidak cuma sampai disitu, tiap PTN punya jalur untuk penerimaan mahasiswa barunya. Misalnya di Universitas Indonesia (UI) ada SIMAK UI dan dikampus lainnya tidak jauh beda. Dan akhirnya aku mencoba di UIN Syarif Hidayatullah, berangkat bareng-bareng sama temen-temen SMA. Pas di pengumuman kelulusan, kenapa mereka lolos seleksi dan aku engga? Sempet ngedrop perihal masuk PTN tersebut, dana akhirnya berniat untuk mengikuti tes di tahun berikutnya saja.

Oke, selang beberapa bulan lulus. Tidak kuliah, rasanya jadi manusia engga jelas dirumah. Dan tiba-tiba dapet info dari salah satu Ustadz, ada Beasiswa Studi Berprestasi di STT Nurul Fikri, Depok. Dan aku berfikir, mungkin ini salah satu jawaban do’a aku selama ini.

Tanpa berfikir dengan waktu yang lama, berkas-berkas yang merupakan syarat untuk lolos jadi mahasiswa BEASTUDI pun dipersiapkan. Oke, and then itu pertama kalinya ke Depok sendirian untuk serah berkas ke kampus. Selang beberapa hari, ternyata buka website nurulfikri.ac.id aku lolos seleksi berkas. Langkah selanjutnya dari seleksi berkas adalah seleksi akademik dan seleksi wawancara.

Sempat kaget sih, anak IPA tiba-tiba ketika seleksi akademik ternyata soal-soalnya jauh berbeda dengan pelajaran di SMA dahulu. Waktu tes wawancara diselingi dengan tes baca Qur’an, masih inget banget dulu yang tes Bapak Mgs Hendri (Alm), semoga beliau bahagia di Surga-Nya sekarang. Aamiin.

Langsung ke intinya, akhirnya aku Umul Sidikoh lolos Beastudi Penuh S1 di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri. Pokoknya bersyukur banget, ternyata Allah punya jalan-Nya sendiri biar aku bisa kuliah dan engga gundah gulana. Disaat orang-orang pusing mikirin biaya kuliah yang katanya melangit, aku udah engga pusing mikirin hal itu, yang penting aku bisa kontribusi dan jalanin apa yang ada pada surat perjanjian Beasiswa Penuh S1 tersebut.

Awalnya aku bangga, dengan beasiswa yang aku dapatkan itu. Tapi semenjak masuk ke dunia perkuliahan, kok aku malah malu menerima beasiswa tersebut. Kesannya aku ngerasa berbeda dengan teman-teman lainnya yang bisa biaya kuliah dengan bayaran mereka sendiri. Mulai dari ngumpul-ngumpul, ngerjain tugas, ngobrol asik, dsb. Seperti ada kubu tersendiri dengan mahasiswa regular biasa dan mahasiswa beastudi.

Akhirnya kesan tak nyaman pun terasa, aku ngerasa perbedaan itu mulai muncul. Entah, apa yang melandasi hal itu sehingga timbul kubu-kubu seperti itu. Nah aku malah engga mau ambil pusing perihal hal-hal kaya gitu, jadi mulai di abaikan. Memang niatnya dikampus untuk kuliah, menimba ilmu dan berprestasi. Kenapa harus malu jadi Mahasiwa/i Beastudi? Sedangkan kamu sudah dijamin untuk kuliah tanpa harus memikirkan biaya kuliah yang kini melangit. Seharus kamu-kamu yang mendapatkan kesempatan itu, bersyukur. Karena banyak dari teman-teman kalian, yang kuliah hanya menjadi angan-angan mereka. Dan sekarang, ketika diberikan kesempatan untuk kuliah, maka maksimalkan kesempatan itu.

Di STT ada beberapa jabatan dan organisasi yang udah aku pilih dan laksanakan. Tahun 2015, aku menjabat sebagai staff Departemen Kemuslimahan LDK SENADA STT NF dan merangkap jabatan sebagai Staff Pendidikan & Keilmuan BEM STT NF 2015, aku pernah menjadi salah satu pegurus terbaik periode September-Oktober BEM STT NF 2015. Di tahun 2016, aku dapet amanah menjadi Kepala Komisi (III) Kelembagaan dan Kaderisasi DPM STT NF 2016. Dan di tahun 2017 ini, aku masih melanjutkan amanah di DPM, yaitu Kepala Komisi Kaderisasi Dewan SANUBARI DPM STT NF 2017.

Pada bulan Mei 2015, aku pernah menjadi Volunteer (Sukarelawan) di acara se-Asia yaitu GNOME. Asia Summit 2015. Dan karena acara itu penyelenggaranya dari Komunitas GLiB (GNU/Linux Bogor), aku akhirnya gabung di komunitas itu sampai sekarang.

Dan pada bulan Agustus 2015, aku jadi perwakilan kampus pada acara Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional yang dilaksanakan oleh Kemenristek Dikti tiap dua tahun sekali. Aku mewakili kampus pada cabang lomba Tilawatil Qur’an, dan masa karantina 8 hari di Makara Universitas Indonesia selama pelaksanaan lomba berlangsung.

Dan diakhir 2015, tepatnya pada bulan November. Aku mendapatkan tugas sebagai Ketua Pelaksana acara Seminar Teknologi, dimana pada acara tersebut mampu menghadirkan perwakilan dari Kominfo yaitu Pak Bambang (biasa di sapa dengan Pak Ibenk) dan StartUp E-fishery.

Pada bulan Oktober 2016, aku menjadi salah satu pembicara di acara Se-Asia yaitu OpenSUSE Asia Summit 2016, yang bertempat di Jogja. Mengangkat judul pada presentasi yang disampaikan yaitu “Women Contribution In Technology Era’s”.

Dan di tahun 2016, aku menjadi salah satu Ambassador Kampus, yaitu Baidu Campus Ambassador Batch 2. Bukan hanya itu, karena kegemaran aku dalam menulis. Pernah menjadi salah satu penulis pada tahun 2016 di Technomuslim.com dan sekarang sedang menjadi penulis paruh waktu pada salah satu dosen di kampus. Dan ketika semester 4, aku pernah menjadi Asistan Dosen Lab pada mata kuliah Basis Data 1.

Pada rilis BlankOn X Tambora, aku sebagai salah satu Tim Dokumentasi pada rilis tersebut. BlankOn apa? Itu salah satu Operating System Opensource karya para pemuda Indonesia.

Di tahun 2017 ini belum ada hal-hal berkesan dan menarik. Sekarang aku lagi sibuk mengerjakan skripsi, karena aku pengen lulus 3,5 tahun. Target aku yaitu umur 20 tahun udah punya gelar S.Kom. Setiap orang punya mimpinya masing-masing, ya salah satu mimpi aku itu. Kalo punya mimpi, yang dibuat target, dilaksanakan, jangan cuma sekedar mimpi dan angan-angan. Dan jangan lupa, do’anya juga diperkuat, karena penentu akhir dari Kuasa-Nya.

Jangan malu, kamu jangan jadi mahasiswa apa adanya. Tapi jadi mahasiswa yang ada apanya ( punya keahlian atau prestasi khusus, karena masa muda tidak bisa diulang kembali). Mahasiswa regular biasa, maupun mahasiswa beastudi, kalian semua sama. Tidak ada perbedaan derajat, terkadang hanya diri kalian yang membuat perbedaan tersebut.

Mulai-lah beraksi, dan jadikan hidup yang berarti..

Published in Kisah dan Curhat
%AM, %03 %217 %2017 %04:%Apr

Akan Ada Jalan Selama Ada Kemauan!

Akan ada banyak jalan menuju Roma! Kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan pribahasa tersebut. Namun, setiap kata atau pribahasa ataupun yang lebih tren saat ini seperti Quotes tidak akan ada efek atau bermakna, jika diri sendiri belum mengalami atau sesuai dengan rangkaian kata – kata tersebut. Namaku Nadya Yutrianti, yang biasa dipanggil Nadya atau Iya oleh keluarga atau orang rumah. Anak ke-4 dari 6 bersaudara di keluarga rantauan dari Aceh & Padang. Pada kesempatan ini, aku ingin berbagi cerita mengenai perjalananku hingga bisa menempuh Sekolah Tinggi di STTNF ini.


Pendidikan yang umumnya di Indonesia ini diawali dengan masuk TK (Taman Kanak – Kanak) merupakan kesempatan yang mahal untukku. Kebetulan tempat tinggalku dekat dengan sebuah TK. TK yang bisa dibilang cukup elit dan sudah berdiri sejak lama ini membuatku sedih. Kenapa tidak, disaat anak – anak sebayaku bermain dan belajar disana, aku hanya bisa melihat dari kejauhan. Berada di keluarga yang merantau jauh dari kampung halaman, membuat orang tuaku harus berrpikir realistis dan tidak banyak keinginan, dan yang penting bisa menyekolahkan anak – anaknya. Bahkan bisa dibilang keadaan keluargaku yang serba kekurangan dan melarat tapi tetap berusaha untuk bertahan hidup di tengah kota yang sedang berkembang ini.


Walaupun aku tidak merasakan masa kanak – kanak di TK. Aku tetap belajar 'Calistung' setiap harinya sebelum masuk ke SD. Kebetulan tanteku selalu bersedia mendampingi belajar dan mendaftarkan sekolah ke SD dekat rumahnya juga. Karena umurku dan kakak-kakakku tidak terlampau jauh dan masih kecil-kecil, membuat keprihatian dari saudaraku atau tetangga sekitar. Ketika masuk SD, aku sangat senang. Namun, tidak cukup percaya diri karena keadaanku yang 'orang susah' berpengaruh dengan pertemanan di kelas. Masa SD adalah masa – masa yang tidak pernah aku lupakan sampai kapanpun. Karena di SD lah aku merasakan susahnya hidup sebagai 'orang susah', yaitu di saat aku tidak bisa membeli buku, tidak ada yang mau meminjamkan jika guru tidak menyuruh dan juga karena aku dari kalangan bawah mereka semakin enggan meminjamkan. Ketika aku kelas 3 SD, Orang tuaku tidak membayar SPP selama 3 bulan, aku dipanggil ke ruang guru dan berada di tengah – tengah ruangan serta ditanyakan banyak hal oleh hampir semua guru kenapa belum membayar SPP, aku hanya bisa menangis dan tidak tahu dengan semua pertanyaan mereka. SD ku negeri, namun saat itu belum banyak bantuan – bantuan seperti saat ini dan semua masih harus dibayar. Hingga pada kelas 6 SD, ada seorang guru dari Maluku yang membangkitkan semangatku untuk sekolah dan belajar dan mau membantu setiap siswanya yang kesusahan, baik kepada pihak sekolah maupun kepada Dinas Pendidikan. Beliau adalah sosok kehidupan dan juga menyelamatkan masa SD ku yang cukup mengerikan itu.


Setelah lulus SD, keinginanku hanyalah masuk ke SMP Negeri, karena sudah ada bantuan dari Pemerintah saat itu. Namun karena nilai UN ku yang tidak mencukupi, terpaksa aku mencari SMP swasta yang murah namun baik pendidikannya. SMP Kesuma Bangsa di daerah Tanah Baru inilah yang menjadi titik balik semangat pendidikanku. Di sana aku cukup rajin masuk peringkat 1 – 3, dan yang mendapatkan peringkat selalu mendapat potongan biaya SPP sehingga dapat meringankan beban orang tuaku. Disana juga aku mendapatkan teman – teman yang tidak memandang latar belakang keluarga, kita sama, si kaya, si miskin bergaul bareng – bareng.


Setelah lulus SMP, aku tetap berkeinginan masuk Sekolah Negeri, karena sudah mendapatkan bantuan sekolah gratis oleh Pemerintah. Namun, karena terlambatnya aku mendaftar dan kuotanya sudah banyak yang penuh, memaksa diriku mendaftar ke SMK swasta. Ya, aku memilih SMK karena berharap setelah lulus nanti langsung kerja dan memiliki keahlian. SMK ku ini cukup bagus dan berstandar ISO. Namun, aku salah perhitungan, karena SMK ini termasuk sekolah yang elit. Bahkan untuk membayar SPP, orangtuaku selalu datang setiap mau UTS atau UAS untuk meminta kelonggaran dari bulan – bulan sebelumnya. Beruntung, dari awal masuk sampai lulus aku masih mempertahankan prestasi akademik dan mendapatkan potongan SPP dan bantuan dana BOS dari Pemerintah setiap akhir tahun.
Karena hal itu, aku berpikir untuk langsung kerja setelah lulus SMK nanti, atau kuliah sambil bekerja atau kuliah dengan beasiswa full sehingga tidak memberatkan orang tua ku sama sekali.


Banyak hal yang aku temukan dan alami setelah UN. Waktu menunggu ijazah, langsung kumanfaatkan untuk melamar kerja dan mencari info beasiswa di kampus negeri maupun swasta. Mulai dari menghadiri job fair di Depok sampai di Senayan. Dengan memanfaatkan uang tabungan yang pas - pasan, aku mempersipkan semua berkas – berkas yang dibutuhkan untuk melamar kerja atau mendaftar kuliah. Tidak terasa waktu selama Empat bulan terlewati dengan cukup banyak rintangan. Dimana hampir semua jalur masuk perguruan tinggi negeri seperti PMDK, SNMPTN, SBMPTN yang ada uang pendaftarannya pun belum ada yang lolos (pendaftaran sebesar seratus ribu rupiah hasil kolektif dari kakak – kakakku menjadi harapan terakhir). Hal ini kusadari karena minimnya persiapan menghadapi ujian dan mengetahui passing grade jurusan yang ada di masing - masing PTN. Jika saja ada satu PTN yang lolos, aku sudah mengantongi salah satu beasiswa PTN yang cukup menjanjikan. Namun takdir berkata lain, lamaran kerja yang suah aku applypun belum menemui titik terang. Akupun masih mencari beasiswa lain, salah satunya Kursus di Kampung Inggris, Pare. Alhamdulillah tes I lolos, namun karena tes ke II wawancara langsung kesana & tidak ada persiapan, dengan terpaksa aku mundur dan akhirnya didiskualifikasi.


Sebagai manusia biasa, aku sudah berada diamang keputusasaan, dimana aku merasa lelah dan sedih dengan usahaku yang belum membuahkan hasil. Ditambah lagi, uang tabunganku yang sudah sangat menipis dan tidak memungkinkan untuk meminta ke orang tua. Sampai suatu hari, abangku menshare info beasiswa Sarjana Dhuafa Berprestasi di STT-NF. Awalnya aku ragu, karena sudah mengalami banyak kegagalan. Namun, dengan niat yang masih ingin berusaha, aku mencobanya. Dengan uang yang tersisa, aku maksimalkan untuk melengkapi berkas - berkas dibutuhkan dan langsung aku kirim ke Kampus A yang saat itu masih di Jl. Margonda. Tidak lama kemudian, telepon dari kampus STTNF mengabarkan bahwa aku lolos seleksi berkas dan diminta untuk ikut tes akademik dan wawancara di kampus B STTNF.

MasyaAllah, benar – benar di luar dugaan, saat awal wawancara yang pertama dilakukan adalah membaca Al – Quran. Alhamdulillah, aku merasa bahwa lingkungan di kampus STTNF aman dan nyaman. Setelah itu, aku menunggu info akhir dari rangkaian tes yang sudah dijalani. Kabar bahwa aku diterima di kampus STTNF tidak bisa diungkapkan dengan kata -kata. Aku hanya terdiam dan langsung mengabarkan ke orang tua bahwa aku akan mulai Ormik sebagai salah satu syarat mahasiswi baru kuliah disana. Mereka kaget dan bertanya bagaimana bisa? Ya, selama aku melakukan tes - tes beasiswa atau masuk kuliah dan melamar kerja, hanya meminta izin dan doa yang terbaik. Aku berjanji pada diri sendiri, hanya akan mengabarkan kepastian jika aku diterima di salah satu tes – tes yang aku ikuti tersebut. Hal itu kulakukan, agar mereka tidak kecewa jika aku ditolak dari tes -tes tersebut.


Alhamdulillah, sudah memasuki tahun ke tiga ini aku menjalani kehidupan sebagai mahasiswi kampus STTNF dengan berbagai pengalaman baru. Seperti ikut organisasi, yang belum pernah aku ikuti semasa SMK dulu. Lingkungannya pun sangat agamis dan terdapat Mentoring yang dapat menjadi recharge imanku. Dan uang saku yang diberikan dari program beastudi ini sangat membantu. Aku dan keluarga sangat bersyukur dengan adanya Beastudi dan para donatur yang berbaik hati membantu anak – anak yang ingin menggapai mimpinya walau terbatas dari kemampuan ekonomi.
Semoga STTNF dapat menjadi jawaban dari setiap anak – anak yang mau menggapai impian dan cita -citanya yang didukung dengan lingkungan yang bersahabat, nyaman, dan agamis.

Published in Kisah dan Curhat
Halaman 1 dari 5