Muhammad Fadhil Hilmi adalah salah satu mahasiswa aktif Kampus STT-NF. Bertempat tinggal di Kalisari, Jakarta Timur. Ada kisah inspiratif nih dari Hilmi. Saat ini dia sedang disibukan dengan perkuliahannya di STT-NF demi mengejar ilmu teknologi dan mendapatkan gelar sarjana yang kompeten. Selain masih aktif kuliah dia salah satu mahasiswa yang berprestasi.

Menurut dia, selain belajar di ranah pendidikan seperti Sekolah atau Kampus sumber referensi untuk mendapatkan ilmu saat ini sangatlah luas. Bisa di dapatkan dari buku, artikel atau sekalipun ilmu juga bisa di dapatkan dari sosial media. Ilmu sangat mudah di dapatkan untuk belajar dan dikembangkan. Tapi semua itu kembali lagi pada diri kita sendiri mau untuk mencari ilmu tersebut atau malah mengabaikannya.

Dia sangat beruntung bisa meneruskan tingkat pendidikannya di Kampus STT-NF karena banyak ilmu khususnya ilmu teknologi yang bisa dia dapatkan dengan sangat mudah karena para pendidik atau dosennya sangat berkompeten dibidangnya. Sehingga ilmu pengetahuan yang dia terima bisa dikembangkan menjadi sebuah prestasi yang membanggakan.

Inilah beberapa pencapaian atau prestasi yang telah didapatkan oleh Hilmi, diantaranya :

1. Pada saat Semester 1, 3, dan 5 menjadi Mahasiswa Berprestasi.
2. Selama di Kampus sempat megikuti Organisasi BEM di Tahun 2017 & 2018.
3. 2 Tahun berturut-turut menjadi Menteri P&K.
4. Pengalaman mengikuti Everybody Can Hack Batch 2.
5. Pengalaman mengikuti NFGH (Nurul Fikri Global Hub).
6. Pengalaman menjadi peserta Talkshow Pilmapres dan Talkshow PKM.
7. Asisten Dosen mata kuliah Basis Data.

Dari pencapaian di atas perlu kita ketahui bahwa ilmu itu selain didapatkan dan dikembangkan, kita juga harus mengamalkan agar menjadi berkah dan bermanfaat.

Published in Kisah dan Curhat
%PM, %10 %710 %2019 %16:%Jul

Usamah: “Terus Berjuang Sampai Akhir”

Kenalin nih sama salah satu Mahasiswa STT Nurul Fikri Angkatan 2018 Jurusan Teknik Informatika namanya Usamah. Usamah saat ini aktif dalam perkuliahan dan aktif dalam berorganisasi. Saat ini dia telah bergabung di Gen Qur'an. Gen Qur'an adalah salah satu Organisasi mahasiswa untuk belajar dan memahami isi Al Qur’an. Selain sibuk dengan kuliah dan berorganisasi, Usamah juga menjadi guru private dan juga guru mengajar Halaqoh. Tidak terbayang bagaimana cara dia memanajemenkan waktunya agar bisa seoptimal mungkin menjalani rutinitas setiap harinya. Tentu saja itu semua menjadi bagian perjuangannya untuk memanfaatkan waktunya sebaik mungkin.

Menurutnya, profesionalime terhadap berbagai aktifitas adalah kuncinya, meski ada salah satu aktifitas yang belum bisa sesuai dengan waktu yang telah di tentukan, namun hal itu tidak sedikit mengurangi rasa semangatnya untuk terus berjuang memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Mungkin permasalahan yang belum bisa dia atasi adalah dalam perjalanan menuju kampus ataupun perjuangan menuju tempat private karena dari segi perjalanannya yang jauh dan permasalahan transportasi yang kadang mengalami kendala. Namun, permasalahan tersebut tetap menjadi pacuan untuk dia terus berjuang dan terus belajar untuk menggapai cita-citanya dan kesuksesan.

Harapannya semoga dengan kisah Usamah bisa menjadi inspirasi untuk kita semua dan menjadikan kita semakin terus semangat untuk menggapai kesuksesan!

Published in Kisah dan Curhat

Kali ini, ada kisah inspirasi dan motivasi dari salah satu Mahasiswa STT Nurul Fikri. Namanya, Muhammad Azhar Rasyad dan panggil saja dia Azhar. Tahun ini, dia sedang menjalani perkuliahan di semester 4. Menurutnya, usaha atau ikhtiar yang sudah perjuangkan secara ikhlas dan penuh kerja keras pasti tidak akan mengkhianati hasil dari yang selama ini sudah diperjuangankan. Apa saja prestasinya? Yuk, sama-sama kita simak!

Inilah Prestasi yang telah di raihnya diantaranya:

1. Contributor Google Crowdsource STTNF 2018
2. Juara 3 Web Design - Lomba Astro STTNF 2018
3. Juara 2 & 3 Web Development - Lomba SmartCity STT-NF 2018

Organisasi atau Event yang pernah diikuti diantaranya:

1. Seminar Rembulan 3D Printing STT-NF 2018
2. Seminar Communication Skills STT-NF 2018
3. Seminar Say Hello with Flutter and Meet with Modern JavaScript Astro STTNF 2018
4. Workshop Web Security NF Computer 2018
5. Staff PSDM LDK Senada 2019
6. Ketua Sekretaris Kafilah 2019

Semua yang di raih itu tidak mudah untuk di raihnya, penuh kerja keras dan pengorbanan. Setiap waktu rela dia korbankan agar dapat membuat bangga orang tuanya juga doa yang selama ini dia panjatkan agar Allah SWT meridhoi dan mempermudah jalannya untuk terus menuntut ilmu.

Alhamdulillah, disela kesibukannya Azhar merangkap menjadi anggota Senada (Lembaga Dakwah Kampus) pada bagian Media. Dia akan terus mengembangkan ilmu juga kemampuan yang dia dapat selama di kampus ini dengan cara ikut berkontribusi di kegiatan dan event kampus supaya dapat ikut mengharumkan nama baik kampus. Semoga dapat mengispirasi teman-teman semua ya :)

Published in Kisah dan Curhat
%PM, %20 %691 %2019 %15:%Jun

Annisa Tahira: "Mahasiswi Tangguh"

Untuk yang belum kenal sama salah satu mahasiswi tangguh ini, yuk kita kenalan dan kenali beberapa prestasi yang telah dia raih. Namanya Annisa Tahira sering dipanggil Anta. Anta telah meraih menjadi Mahasiswa Berprestasi Akademik di semester 1,2,3,& 5.

Mahasiswi Angkatan 2016 Jurusan Teknik Informatika ini juga sangat aktif di kampus. Kenapa Anta dijuluki Mahasiswi tangguh? karena Anta bisa meraih prestasi-prestasi sejak awal semester dan selalu dipertahankan hingga saat ini. Anta mampu bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya meskipun banyak aktivitas dari Organisasi juga aktivitas lain dari kampus dan luar kampus, bisa kita simak beberapa prestasinya:

1. 2018 staff P&K BEM STTNF 2018
2. Asdos DDP 2017
3. Panitia Grand Launching Productive Student Community
4. 2019 Menko Kema BEM STTNF 2019
5. 2018 - saat ini sedang freelance di LPPM STT-NF bagian Pemberkasan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Perjuangan dan kesabaran dalam itu dapat mempertahankan gelar mahasiswa berprestasi. Tapi tidaklah mudah untuk dijalankan, namun berkat kerja keras juga semangat yang tidak pernah pudar membuat Anta tetap bisa bertahan menjadi salah satu mahasiswi berprestasi andalan Kampus Nurul Fikri dan bisa tetap semangat dalam berkontribusi. Semoga teman-teman termotivasi ya!

Published in Kisah dan Curhat

Mahasiswa STT-NF Angkatan 2015 ini bernama Muhamad Abdul Karim. Dia sempat menjadi Presiden Mahasiswa (KETUA BEM) STT-NF Pada Tahun Akademik 2017/2018. Ini lah beberapa prestasi yang telah dia raih selama di Kampus STT-NF, diantaranya:

- Finalist Gemastik 9 (2016)

- Finalist Depicta (2016)

- Presiden BEM STT-NF 2018

Dan untuk keaktifan di Organisasi Kampus, dia juga mempunyai beberapa pengalaman:

SENADA

- Staf Kaderisasi (2016)

- Timsus KD (2019)

BEM

- Staf Media (2016)

- Menko Sospol (2017)

- Presiden Mahasiswa (2018)

Ternyata banyak suka duka selama dia menjabat sebagai Presiden Mahasiswa di STT Terpadu Nurul Fikri. Menurutnya, kita bisa jadi banyak belajar dengan hal baru, apalagi kita yang notabene background kampus IT dan harus belajar tentang politik di Indonesia juga. Selain itu, dia harus keluar dari zona nyaman dan harus belajar memahami orang lain. Banyak hikmah dan pengalaman yang dapat di ambil dari kisah inspiratif ini. Diantaranya bagaimana caranya untuk kita tetap bisa bertahan dan berusaha tegar di tengah pahitnya kehidupan dan tanggung jawab. Semoga kisah ini dapat menginspirasi untuk teman-teman lain ya!

Published in Kisah dan Curhat

Haloo Sobat Nufian..

Ada kisah menarik lagi nih yang datang dari salah satu Mahasiswa STT Terpadu Nurul Fikri. Dia bernama Mifakhul Aris atau Sering disapa Aris.

Aris ini adalah Mahasiswa Angkatan 2016 Program Studi Sistem Informasi. Dia juga menjadi salah satu Mahasiswa Berprestasi di Kampus. Banyak prestasi lainnya yang telah dia peroleh, mengharumkan, dan membanggakan Kampus STT Terpadu Nurul Fikri diantaranya ada Prestasi:

- Juara Favorite Dinus Competition Web Development Tingkat Nasional di Semarang Tahun 2017

- Finalis Hackton Information Festival Competition Tingkat Nasional 2017

- Mahasiswa Berprestasi Jurusan Sistem Informasi Semester 3

Dan yang baru-baru ini dia mendapat Sertifikasi Kompetensi BPPKIT yang diselenggarakan oleh Kominfo untuk kategori “Junior Web Developer”.

Selain Berprestasi di Kampus, dia juga sangat aktif di berbagai kegiatan dan juga Organisasi Kampus, dan saat ini dia menjabat di Organisasi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) STT Terpadu Nurul Fikri.

Dari berbagai Prestasi yang dia peroleh itu sama sekali tidak membuat dia merasa bangga diri, bahkan kegagalan seringkali di hampirinya sebelum memperoleh keberhasilan dan kesuksesan saat ini.

Namun hal itu tidak menjadikannya patah semangat, bahkan menjadikan kegagalan-kegagalan itu sebagai acuan diri dan menjadi penguat di setiap langkahnya.

Published in Kisah dan Curhat

Mahasiswa yang berasal Dari Bengkulu ini mempunyai segudang cerita menarik lhoo.. tepatnya dia bernama Yunika Bunga Widyastuti atau sering dipanggil Yunika. Semenjak Kuliah di Kampus STT Terpadu Nurul Fikri banyak perubahan yang di alaminya. Dulu ketika baru masuk Kampus di pikirannya pernah terbesit untuk mengundurkan diri karena merasa belum bisa beradaptasi di lingkungan yang baru juga keadaan yang sangat jauh dari ke Orang Tuanya membuatnya merasa tidak betah, tersebab lagi Yunika tinggal di Kost dan tidak mempunyai sanak saudara di Kota Depok ini.

Namun dengan seiringnya waktu dia bisa melewati semua itu hingga saat ini dia telah menjalani Semester 2. Menurutnya yang membuat dia bisa melewati masa-masa sulit itu adalah dikarenakan teman-temannya ramah juga solid, dan lingkungan yang Agamis yang membuat dia semakin betah berada di Kampus, juga menjadikannya membentuk pribadi yang lebih mandiri.

Saat ini Yunika menjadi Mahasiswa Aktif di Organisasi Lembaga Dakwah Kampus, juga aktif kajian di luar Kampus. Selain itu juga Yunika cukup berprestasi di kelasnya, saat semester 1 dia termasuk salah satu mahasiswa dengan IP (Index Prestasi) yang tinggi. Perjungan dia selama ini tidaklah sia-sia, banyak perjuangan yang harus dia tempuh untuk mendapatkan IP sebesar itu. Kerja keras juga ketulusan hati itulah, dia pegang selama ini agar mencapai cita-cita yang dia impikan selama ini.

Aktivitas saat ini, dia seorang Guru Private, selain aktivitas kuliah. Menurutnya membagi waktu antara Kuliah dan aktif di Organisasi Kampus sangat lah tidak mudah. Maka dia untuk meningkatkan kembali semangat dirinya dia selalu memegang teguh prinsip untuk tidak menyerah sebelum berhasil, agar bisa memetik yang selama ini dia perjuangkan.

Published in Kisah dan Curhat

Cica Nurlatifa adalah Mahasiswi STT-NF Jurusan Sistem Informasi 2016. Saat ini rutinitas dia selain Kuliah adalah Mengajar di Rumah Inspirasi Anak Langit (suatu Lembaga Kemanusiaan). “Suatu kebanggaan tersendiri bisa kuliah sambil berbagi ilmu pengetahuan kepada adik-adik lain yang membutuhkan akan pengajaran selain di sekolah dasar” ujarnya. Selain itu Cica juga adalah Mahasantri di Asrama Indonesia Foundation di daerah Pondok Cina.

Asrama yang khusus untuk para Mahasiswa Penghafal Al- Qur’an. Dia juga Mahasiswi yang aktif berorganisasi, saat ini dia aktif di LDK Senada, salah satu Lembaga Organisasi Dakwah di kampus STT Terpadu Nurul Fikri, selain aktif di Senada dia juga Aktif di Organisasi GEN Qur’an yaitu suatu Program yang berkegiatan membaca memahami juga mentadzaburi isi Al-Qur’an.

Nahh.. seperti inilah rasanya Study di STT Terpadu Nurul Fikri yang memberikan kesempatan untuk Mahasiswanya bisa mengembangkan diri dengan berbagai aktivitas di luar kampus misal ada Mahasiswa yang Mengajar, ada Mahasiswa yang meniti karir di dunia industri dan sebagainya. Sehingga para Mahasiswa dapat membagi juga memanagekan waktunya sebaik mungkin namun masih bisa memfokuskan diri juga untuk belajar sungguh-sungguh di kampus.

Published in Kisah dan Curhat

Hai Sobat Nufian!! ada kisah menarik nih yang datang dari salah satu Mahasiswa STT Terpadu Nurul fikri yang satu ini.

Tidak di sangka Mahasiswa yang bernama lengkap Muhammad Ibnu Al-fida ini ternyata jago ngodingnyaa lhoo!! bahkan MySQL sudah tidak asing lagi untuk diopreknya selain itu kemampuan dia juga dalam perihal keagamaannya sangat hebat. “Allhamdulillah saya bisa mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun” ujarnya.

Mahasiswa yang akrab dipanggil Ibnu itu selain sibuk kuliah, dia juga mengabdi di Yayasan GEMMA (Gemar Membaca dan Menghafal Al-Qur’an) di Kota Bogor sebagai Pengajar. Hal tersebut tidak mengurangi sedikitpun semangatnya untuk terus belajar. Selain sibuk mengajar AL-Qur’an dan kuliah, dia juga aktif berorganisasi. Saat ini Ibnu menjadi bagian dari GEN Qur’an.

GEN Qur’an yaitu salah satu Organisasi di STT Terpadu Nurul Fikri yang mempelajari cara membaca dan mentadabburi isi Al-Qur’an. Tidak ada kata menyerah dalam hidupnya untuk hal-hal yang mengandung kebaikan.

Sudah menjadi visi dari STT Terpadu Nurul Fikri untuk mencetak mahasiswa dengan menerapkan karakter NICE (Novelty, Integriti, Care, Excellence) yaitu selain Jago IT namun juga dalam masalah kepribadian mahasiswanya sangat menerapkan nilai-nilai Agamis, maka tidak heran membuat jebolan para Alumni Mahasiswa yang selain hebat dalam Ilmu Teknologinya namun juga hebat dalam berkarakter religius.

Published in Kisah dan Curhat
%AM, %03 %217 %2017 %04:%Apr

Akan Ada Jalan Selama Ada Kemauan!

Akan ada banyak jalan menuju Roma! Kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan pribahasa tersebut. Namun, setiap kata atau pribahasa ataupun yang lebih tren saat ini seperti Quotes tidak akan ada efek atau bermakna, jika diri sendiri belum mengalami atau sesuai dengan rangkaian kata – kata tersebut. Namaku Nadya Yutrianti, yang biasa dipanggil Nadya atau Iya oleh keluarga atau orang rumah. Anak ke-4 dari 6 bersaudara di keluarga rantauan dari Aceh & Padang. Pada kesempatan ini, aku ingin berbagi cerita mengenai perjalananku hingga bisa menempuh Sekolah Tinggi di STTNF ini.


Pendidikan yang umumnya di Indonesia ini diawali dengan masuk TK (Taman Kanak – Kanak) merupakan kesempatan yang mahal untukku. Kebetulan tempat tinggalku dekat dengan sebuah TK. TK yang bisa dibilang cukup elit dan sudah berdiri sejak lama ini membuatku sedih. Kenapa tidak, disaat anak – anak sebayaku bermain dan belajar disana, aku hanya bisa melihat dari kejauhan. Berada di keluarga yang merantau jauh dari kampung halaman, membuat orang tuaku harus berrpikir realistis dan tidak banyak keinginan, dan yang penting bisa menyekolahkan anak – anaknya. Bahkan bisa dibilang keadaan keluargaku yang serba kekurangan dan melarat tapi tetap berusaha untuk bertahan hidup di tengah kota yang sedang berkembang ini.


Walaupun aku tidak merasakan masa kanak – kanak di TK. Aku tetap belajar 'Calistung' setiap harinya sebelum masuk ke SD. Kebetulan tanteku selalu bersedia mendampingi belajar dan mendaftarkan sekolah ke SD dekat rumahnya juga. Karena umurku dan kakak-kakakku tidak terlampau jauh dan masih kecil-kecil, membuat keprihatian dari saudaraku atau tetangga sekitar. Ketika masuk SD, aku sangat senang. Namun, tidak cukup percaya diri karena keadaanku yang 'orang susah' berpengaruh dengan pertemanan di kelas. Masa SD adalah masa – masa yang tidak pernah aku lupakan sampai kapanpun. Karena di SD lah aku merasakan susahnya hidup sebagai 'orang susah', yaitu di saat aku tidak bisa membeli buku, tidak ada yang mau meminjamkan jika guru tidak menyuruh dan juga karena aku dari kalangan bawah mereka semakin enggan meminjamkan. Ketika aku kelas 3 SD, Orang tuaku tidak membayar SPP selama 3 bulan, aku dipanggil ke ruang guru dan berada di tengah – tengah ruangan serta ditanyakan banyak hal oleh hampir semua guru kenapa belum membayar SPP, aku hanya bisa menangis dan tidak tahu dengan semua pertanyaan mereka. SD ku negeri, namun saat itu belum banyak bantuan – bantuan seperti saat ini dan semua masih harus dibayar. Hingga pada kelas 6 SD, ada seorang guru dari Maluku yang membangkitkan semangatku untuk sekolah dan belajar dan mau membantu setiap siswanya yang kesusahan, baik kepada pihak sekolah maupun kepada Dinas Pendidikan. Beliau adalah sosok kehidupan dan juga menyelamatkan masa SD ku yang cukup mengerikan itu.


Setelah lulus SD, keinginanku hanyalah masuk ke SMP Negeri, karena sudah ada bantuan dari Pemerintah saat itu. Namun karena nilai UN ku yang tidak mencukupi, terpaksa aku mencari SMP swasta yang murah namun baik pendidikannya. SMP Kesuma Bangsa di daerah Tanah Baru inilah yang menjadi titik balik semangat pendidikanku. Di sana aku cukup rajin masuk peringkat 1 – 3, dan yang mendapatkan peringkat selalu mendapat potongan biaya SPP sehingga dapat meringankan beban orang tuaku. Disana juga aku mendapatkan teman – teman yang tidak memandang latar belakang keluarga, kita sama, si kaya, si miskin bergaul bareng – bareng.


Setelah lulus SMP, aku tetap berkeinginan masuk Sekolah Negeri, karena sudah mendapatkan bantuan sekolah gratis oleh Pemerintah. Namun, karena terlambatnya aku mendaftar dan kuotanya sudah banyak yang penuh, memaksa diriku mendaftar ke SMK swasta. Ya, aku memilih SMK karena berharap setelah lulus nanti langsung kerja dan memiliki keahlian. SMK ku ini cukup bagus dan berstandar ISO. Namun, aku salah perhitungan, karena SMK ini termasuk sekolah yang elit. Bahkan untuk membayar SPP, orangtuaku selalu datang setiap mau UTS atau UAS untuk meminta kelonggaran dari bulan – bulan sebelumnya. Beruntung, dari awal masuk sampai lulus aku masih mempertahankan prestasi akademik dan mendapatkan potongan SPP dan bantuan dana BOS dari Pemerintah setiap akhir tahun.
Karena hal itu, aku berpikir untuk langsung kerja setelah lulus SMK nanti, atau kuliah sambil bekerja atau kuliah dengan beasiswa full sehingga tidak memberatkan orang tua ku sama sekali.


Banyak hal yang aku temukan dan alami setelah UN. Waktu menunggu ijazah, langsung kumanfaatkan untuk melamar kerja dan mencari info beasiswa di kampus negeri maupun swasta. Mulai dari menghadiri job fair di Depok sampai di Senayan. Dengan memanfaatkan uang tabungan yang pas - pasan, aku mempersipkan semua berkas – berkas yang dibutuhkan untuk melamar kerja atau mendaftar kuliah. Tidak terasa waktu selama Empat bulan terlewati dengan cukup banyak rintangan. Dimana hampir semua jalur masuk perguruan tinggi negeri seperti PMDK, SNMPTN, SBMPTN yang ada uang pendaftarannya pun belum ada yang lolos (pendaftaran sebesar seratus ribu rupiah hasil kolektif dari kakak – kakakku menjadi harapan terakhir). Hal ini kusadari karena minimnya persiapan menghadapi ujian dan mengetahui passing grade jurusan yang ada di masing - masing PTN. Jika saja ada satu PTN yang lolos, aku sudah mengantongi salah satu beasiswa PTN yang cukup menjanjikan. Namun takdir berkata lain, lamaran kerja yang suah aku applypun belum menemui titik terang. Akupun masih mencari beasiswa lain, salah satunya Kursus di Kampung Inggris, Pare. Alhamdulillah tes I lolos, namun karena tes ke II wawancara langsung kesana & tidak ada persiapan, dengan terpaksa aku mundur dan akhirnya didiskualifikasi.


Sebagai manusia biasa, aku sudah berada diamang keputusasaan, dimana aku merasa lelah dan sedih dengan usahaku yang belum membuahkan hasil. Ditambah lagi, uang tabunganku yang sudah sangat menipis dan tidak memungkinkan untuk meminta ke orang tua. Sampai suatu hari, abangku menshare info beasiswa Sarjana Dhuafa Berprestasi di STT-NF. Awalnya aku ragu, karena sudah mengalami banyak kegagalan. Namun, dengan niat yang masih ingin berusaha, aku mencobanya. Dengan uang yang tersisa, aku maksimalkan untuk melengkapi berkas - berkas dibutuhkan dan langsung aku kirim ke Kampus A yang saat itu masih di Jl. Margonda. Tidak lama kemudian, telepon dari kampus STTNF mengabarkan bahwa aku lolos seleksi berkas dan diminta untuk ikut tes akademik dan wawancara di kampus B STTNF.

MasyaAllah, benar – benar di luar dugaan, saat awal wawancara yang pertama dilakukan adalah membaca Al – Quran. Alhamdulillah, aku merasa bahwa lingkungan di kampus STTNF aman dan nyaman. Setelah itu, aku menunggu info akhir dari rangkaian tes yang sudah dijalani. Kabar bahwa aku diterima di kampus STTNF tidak bisa diungkapkan dengan kata -kata. Aku hanya terdiam dan langsung mengabarkan ke orang tua bahwa aku akan mulai Ormik sebagai salah satu syarat mahasiswi baru kuliah disana. Mereka kaget dan bertanya bagaimana bisa? Ya, selama aku melakukan tes - tes beasiswa atau masuk kuliah dan melamar kerja, hanya meminta izin dan doa yang terbaik. Aku berjanji pada diri sendiri, hanya akan mengabarkan kepastian jika aku diterima di salah satu tes – tes yang aku ikuti tersebut. Hal itu kulakukan, agar mereka tidak kecewa jika aku ditolak dari tes -tes tersebut.


Alhamdulillah, sudah memasuki tahun ke tiga ini aku menjalani kehidupan sebagai mahasiswi kampus STTNF dengan berbagai pengalaman baru. Seperti ikut organisasi, yang belum pernah aku ikuti semasa SMK dulu. Lingkungannya pun sangat agamis dan terdapat Mentoring yang dapat menjadi recharge imanku. Dan uang saku yang diberikan dari program beastudi ini sangat membantu. Aku dan keluarga sangat bersyukur dengan adanya Beastudi dan para donatur yang berbaik hati membantu anak – anak yang ingin menggapai mimpinya walau terbatas dari kemampuan ekonomi.
Semoga STTNF dapat menjadi jawaban dari setiap anak – anak yang mau menggapai impian dan cita -citanya yang didukung dengan lingkungan yang bersahabat, nyaman, dan agamis.

Published in Kisah dan Curhat
Halaman 1 dari 2