Kali ini ada kisah mahasiswa menginspirasi lagi loh! dia adalah Hadyan Abdul Aziz atau sering disapa Hadyan, tinggalnya di Mampang Pancoran Mas Kota Depok. Hadyan adalah Mahasiswa Kampus STT Terpadu Nurul Fikri Angkatan 2018, dia salah satu Mahasiswa yang sangat Berprestasi juga aktif di kegiatan Organisasi Kampus. Organisasi yang saat ini diikuti olehnya adalah LDK (Lembaga Dakwah Kampus) Senada. Selain di LDK Senada Hadyan juga aktif di berbagai kegiatan luar kampus seperti menjadi murobbi di Ma’had Al Abror, menjadi mentor QCB (Quranic Character Building) di Kota Depok dan menjadi Sekertaris buku BIGBANK (Bank Soal Untuk Jurusan Keagamaan).

Hadyan ini salah satu Beasiswa Jalur Tahfidz. Hadyan telah khatam hafalan Al-Qur’an 30 Juz. Dulu selama masa SMP dan SMA banyak prestasi yang dia raih, salah satunya menjadi Juara 2 Tingkat Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Khitobah (Pidato Bahasa Arab) dan lomba-lomba lainnya yang Tingkat Kota. “Sudah sebaiknya kita terus menghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Karena Al-Qur’an itu adalah pedoman hidup umat islam, apalagi sebagai anak muda. Di saat seperti ini Al- Qur'an menjadi pembekalan hidup agar lebih bermakna dengan menjadi para Mujahadah Al-Qur’an” ujar Hadyan.

Begitulah kisah yang didapat dari seorang penghafal Al-Qur’an. Banyak hikmah dan juga motivasi kita untuk para pemuda Indonesia supaya terus mencintai Al-Qur’an dengan sepenuh hati. Insya Allah

Published in Kisah dan Curhat

Masih seputar kisah inspiratif, kali ini datang dari mahasiswa STT Nurul Fikri Angkatan 2016 dia bernama lengkap Ibrahim Syafiq Musyaffa atau yang sering dipanggil Syafiq. Mahasiswa yang satu ini mempunyai segudang prestasi membanggakan di Kampus STT Nurul Fikri.

Pada Tahun 2016 Semester 1 lalu, Syafiq pernah menjuarai Lomba Desain Poster UI Quranic Olympiade, hal ini merupakan awal dari rentetan prestasinya. Selanjutnya, pada Tahun 2017 Syafiq mendapat Sertifikasi Internasional Adobe Ilustrator, Tahun 2018 Juara Favorite Desain Poster Nederland Festival dan Juara 3 Lomba Desain Logo KSB Kementrian Sosial.

Suatu kebanggaan mendapatkan semua hal itu terutama untuk orang tua Syafiq, namun dibalik semua itu perjuangan yang Syafiq lalui untuk mendapatkan semua itu adalah hal yang tidak mudah, bisa juga dikatakan “Tidak semudah membalikan telapak tangan” karena banyak kerikil berduri, ada kegagalan yang pernah Syafiq lalui. Namun hal itu justru menjadikan Syafiq lebih kuat dalam menghadapi masalah, dan juga lebih tahu letak kesalahan dalam proses belajar untuk mencapai semua itu.

Sekarang Syafiq telah diamanahkan menjadi Ketua dari Organisasi LDK SENADA. Alhamdulillah sekarang Syafiq dapat menikmati raihan prestasi-prestasi yang dulu dia perjuangkan. Buah hasil dari kerja keras pantang menyerah juga tawakal kepada Allah SWT serta diiringi do’a dari orangtuanya.

Published in Kisah dan Curhat

Cica Nurlatifa adalah Mahasiswi STT-NF Jurusan Sistem Informasi 2016. Saat ini rutinitas dia selain Kuliah adalah Mengajar di Rumah Inspirasi Anak Langit (suatu Lembaga Kemanusiaan). “Suatu kebanggaan tersendiri bisa kuliah sambil berbagi ilmu pengetahuan kepada adik-adik lain yang membutuhkan akan pengajaran selain di sekolah dasar” ujarnya. Selain itu Cica juga adalah Mahasantri di Asrama Indonesia Foundation di daerah Pondok Cina.

Asrama yang khusus untuk para Mahasiswa Penghafal Al- Qur’an. Dia juga Mahasiswi yang aktif berorganisasi, saat ini dia aktif di LDK Senada, salah satu Lembaga Organisasi Dakwah di kampus STT Terpadu Nurul Fikri, selain aktif di Senada dia juga Aktif di Organisasi GEN Qur’an yaitu suatu Program yang berkegiatan membaca memahami juga mentadzaburi isi Al-Qur’an.

Nahh.. seperti inilah rasanya Study di STT Terpadu Nurul Fikri yang memberikan kesempatan untuk Mahasiswanya bisa mengembangkan diri dengan berbagai aktivitas di luar kampus misal ada Mahasiswa yang Mengajar, ada Mahasiswa yang meniti karir di dunia industri dan sebagainya. Sehingga para Mahasiswa dapat membagi juga memanagekan waktunya sebaik mungkin namun masih bisa memfokuskan diri juga untuk belajar sungguh-sungguh di kampus.

Published in Kisah dan Curhat

Kembali ramai menjadi perbicangan di STT Terpadu Nurul Fikri setelah salah satu mahasiswanya menjuarai kejuaraan pencak silat Sinar Wangi Nusantara Championship 5 yang diselenggarakan oleh Yayasan Sinar Wangi Nusantara (SWN). Adalah Widi Annissah, mahasiswi kelas weekend STT Terpadu Nurul Fikri yang sukses mengalahkan peserta lainnya dengan meraih juara pertama di kejuaraan tersebut.

Mahasiswi yang akrab dipanggil Icha ini tidak pernah menyangka akan meraih juara pertama, mengingat peserta lainnya berasal dari perguruan silat ternama. Tapi dengan bermodalkan tekad yang kuat dan atas nama lembaga yang dibawanya menjadi sebuah dorongan dan spirit tersendiri untuk tidak menyerah sampai akhir. “Ya Allah, bahagianya bukan main” ungkapan bahagianya ketika pers. “Bahagia banget, suatu kenikmatan dan kebahagiaan yang tidak bisa tergantikan dengan apapun setelah merasakan sakitnya perjuangan” tambahnya.

Dia menilai kemenangan adalah buah dari perjuangan, setelahmati-matianbertanding dengan lawan yang tidak kalah kuat, dengan kegigihan dan perjuangan buah manis pun dipetiknya, hasil memang tidak akan membohongi proses. “Medali emas yang didapat itu bukan emas murni, tapi emas berlapis keringat, usaha, air mata serta do’a”. tegas Icha saat pers. Menjadi juara bukanlah bakat sejak lahir, namun karena usaha dan perjuangan. Siapapun bisa menjadi pemenang jika dia sungguh-sungguh dalam perjuangannya. Begitupun dengan Icha, karena kesungguhan dan do’a adalah kunci utamanya menjadi jawara. “Teruslah berusaha dan berdo’a, jadikan keduanya sebagai tali yang saling berhubungan. Kita tidak akan tahu tali mana yang akan Allah tarik untuk menarik derajat kita” Widi Annissah.

Published in Pojok Mahasiswa
Halaman 2 dari 2