Yang namanya mental juara itu memang selalu berbeda, ini dia salah satu mahasiswi berprestasi Juara bertahan Pencak Silat, nama lengkapnya Widi Annissah dan panggil saja Ica. Dia mahasiswi Semester 2 STT Terpadu Nurul Fikri Angkatan 2018. Mahasiswi pesilat itu kembali menjuarai Kompetisi Silat Wilayah Jakarta Pusat 2019. Pada kompetisi tersebut Ica berhasil memperoleh Medali Silver/Juara 2. Kompetisi tersebut digelar pada 25 - 27 April 2019 terdiri dari 500 partai, dan Ica mendapat partai nomer 128.

Ica mengikuti lomba tersebut untuk mewakili Jakarta Pusat menuju kejuaraan Provinsi. Pelaksanaan kompetisinya diadakan di Gor Duren Sawit, Jakarta Timur. “Senang campur sedih karena ketemu lawan lama di Final padahal Pekan Remaja Olahraga Kota 2016 lawan saya ini Juara 2, sekarang lawan saya ini mendapatkan Juara 1. Sekarang teknik yang dia gunakan lebih bagus, itu berarti saya harus lebih meningkatkan skill lagi. ”Ujar Ica.

Banyak rintangan yang dilalui sebelum menjadi Juara, terkadang rintangan itu datang silih berganti dan kerap kali membuat Ica jatuh bangun, tapi dengan semangat dan keyakinan, Ica berhasil melewati semua itu dan menjadi Juara pada setiap Kompetisi Pencak Silat. Semangat, semoga kerja keras Ica tetap terus membuahkan hasil yang terbaik.

Published in Pojok Mahasiswa

Lizza Noor Azizah merupakan Mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri yang meraih kejuaraan Pencak Silat, saat ini Lizza masih duduk di semester 3 jurusan Sistem Informasi, Lizza memiliki bakat dan minat pencak silat sejak kecil sehingga Lizza mulai menyalurkan hobinya di berbagai ajang perlombaan, salah satu ajang perlombaan yang diikuti adalah kompetisi pencak silat yang diselenggarakan oleh Baladhika Karya, walaupun seorang perempuan namun Lizza tidak membatasi dirinya untuk menyukai bidang olahraga terutama pencak silat yang biasanya identik dengan kaum pria.

Lomba ini diselenggarakan oleh Baladhika Karya di Sport Center GOR Purnawarman Purwakarta di jalan Purnawarman timur kelurahan Sindang Kasih Purwakarta pada tanggal 14 – 16 Oktober 2017. Lizza melakukan pertandingan dua kali sampai pada akhirya Lizza dapat memenangkan Juara Umum II. Bagi Lizza, kuliah bukanlah menjadi penghalang untuk berprestasi di bidang non-akademik, serta bagi seorang muslimah seperti Lizza jilbab dan pakaian menutup aurat bukan menjadi hambatan untuk tetap berkecimpung di dalam dunia pencak silat. 

Prestasi bukanlah hanya di bidang akademik saja, prestasi juga dapat berasal dari non akademik seperti mengikuti perlombaan, mengikuti orgaisasi, menjadi volunteer, dll. Sebuah hobi jika dilakukan dan dirutinkan secara terus menerus maka akan menjadi sebuah passion bagi diri kita, sama halnya yang dialami dengan Lizza, dia mengetahui minat dan bakatnya kemudian diikuti dengan latihan yang tekun sehingga bisa berprestasi pada bidang non-akademik.

Published in Pojok Mahasiswa