Untuk kamu yang mempunyai passion Desain Grafis ada acara Fumous khusus akhwat atau mahasiswi STT Nurul Fikri yang diadakan oleh LDK Senada STT-NF, tapi acaranya telah berlangsung diadakan pada tanggal 10 April 2019 dengan mentor yang profesional. Acara tersebut dilaksanakan di Gedung B1 STT-NF dan dengan sambutan antusias dari para peserta. Di dalam acara Fumous tersebut sang mentor mengajarkan cara membuat poster dengan menggunakan Adobe Ilustrator (AI) dengan metode yang mudah dan menyenangkan.

Yang menarik disini adalah sang mentor yang merupakan mahasiswi STT Terpadu Nurul Fikri Angkatan 2016 yaitu Hulwah Zuhaidah. Saat ini mahasiswi aktif yang akrab dipanggil Hulwah itu sudah bergabung dengan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Senada dan posisinya di Senada adalah sebagai PI (Pengurus Inti). Mahasiswi ini bukan hanya aktif berorganisasi tapi juga mempunyai banyak keahlian, selain bisa Desain Grafis, pandai memasak, merajut, jago public speaking dan seorang hafidzah atau penghafal Al-Qur’an. Kesibukan Hulwah adalah organisasi, asrama Qur’an dan mencari relasi. Dia juga mempunyai cita - cita “ingin jadi pengusaha dan ibu rumah tangga yang hebat”.

“Menurut aku wonderfull-nya perempuan zaman sekarang itu adalah perempuan yang dengan segala kegiatannya namun tetep bisa berkarya dan mengembangkan bakat dan terus menambah wawasan dalam artian kerennya perempuan itu dia yang bisa membagi waktu dengan segala kegiatannya, namun terus memberi manfaat ke orang banyak” pesan Hulwah.

Published in Pojok Mahasiswa

Selasa, (20/2) Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri (STTNF) telah menyelenggarakan Wisuda yang kedua. Sejumlah 52 mahasiswa merayakan kelulusannya di Balairung Dwidjosewojo Hotel Bumi Wiyata, Depok. Sidang terbuka ini di mulai pada pukul 08.00–12.00 wib. Prosesi wisuda ini dihadiri oleh Senat STTNF, Pembina STTNF, Kopertis Wilayah IV, Pemerintah Kota Depok, Ketua Yayasan STTNF, Ketua PLT STTNF, Dosen STTNF, dan Orang Tua Wisudawan. Wisudawan terdiri dari 18 wisudawan program studi Sistem Informasi dan 34 wisudawan program Teknik Informasi. 

Dari seluruh wisudawan sebanyak 19 wisudawan yang berpredikat Cum laude, terdapat 10 wisudawan Sistem Informasi dengan IPK tertinggi 3,88 yang diraih oleh Hamdani Rahman & Husna Mutmainah untuk Teknik Informatika terdapat 9 wisudawan dengan IPK tertinggi 3,96 yang di raih oleh Irfan Prasetyo. Di STTNF, umur bukanlah halangan untuk menuntut ilmu, karena pada wisuda kedua ini terdapat wisudawan tertua dan terdapat juga wisudawan termuda. Wisudawan termuda yaitu Umul Sidiqoh yang lahir pada tahun 1997 dan wisudawan tertua yaitu Firdaus Goenawan yang lahir pada tahun 1977.

Untuk membekali dunia pasca kampus yang akan dilalui oleh para wisudawan, pada sidang terbuka ini ada Seminar Ilmiah yang di sampaikan oleh Rudi Lumanto. Seminar ini membahas tentang Tantangan Dunia IT dan Prinsip Kesuksesannya. Prosesi wisuda ini kemudian dilanjutkan dengan pemberian selamat kepada para wisudawan foto bersama antara para wisudawan dengan para Senat STTNF dan yang lainnya. Semoga para wisudawan bisa mengamalkan ilmu yang telah didapat dari STTNF dengan baik dikehidupan pasca kampusnya. Aamin.

WhatsApp Image 2018 02 21 at 12.20.23

Published in Kegiatan Kampus

Indonesia menduduki peringkat keempat dalam jumlah populasi terbanyak di dunia, tetapi hal itu tidak sebanding dengan banyaknya penemuan di bidang teknologi. Penemu dari Indonesia masih terbilang sedikit dan memerlukan dukungan pemerintah untuk mengembangkannya.

Walau sedikit, penemu Indonesia mulai unjuk gigi dalam kancah internasional. Berbagai penemuan sangat bermanfaat untuk bangsa, dan bahkan untuk dunia. Berikut ini hasil karya anak bangsa yang menjadi terobosan penting di dunia teknologi dan diakui dunia.

1. Prof. Dr. Eng. Khoirul Anwar – Sang perintis 4G

Di zaman sekarang orang sangat butuh internet. Saat ini telah berkembang teknologi jaringan internet 4G berbasis Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM). Orang tak menyangka teknologi itu ternyana dirintis oleh anak Indonesia. Penemunya seorang alumni Teknik Elektro ITB, bernama Khoirul Anwar. Tak hanya menemukan ia juga pemilik paten 4G.

Selain ITB, Anwar juga lulusan Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang dan memperoleh gelar master di tahun 2005, serta doktor pada 2008. Ia penerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, di California.

Ide awal penemuan 4G adalah mengurangi daya transmisi untuk meningkatkan kecepatan transmisi data dengan penurunan hingga mencapai 5dB saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari teknologi sebelumnya) dan hasilnya kecepatan transmisi meningkat. Teknologi 4G tentu sangat bermanfaat bagi orang banyak karena mempermudah dan mempercepat komunikasi di seluruh dunia.

2. Onno W. Purbo – Pakar TI untuk Rakyat

Siapa tidak mengenal Onno W. Purbo? Tokoh yang terkenal sebagai pakar di teknologi informasi untuk seluruh warga. Onno Widodo Purbo lahir di Bandung, 17 Agustus 1962, merupakan lulusan Teknik Elektro di ITB pada tahun 1981 dan kemudian melanjutkan studi ke Kanada.

Banyak hasil karya yang telah dilahirkan. Terobosan paling terkenal adalah RT/RW-Net, sebuah gagasan untuk menciptakan lingkungan bernuansa teknologi yang membuat semua orang yang ada dapat dengan mudah menggunakan internet.

Selain itu ia juga tampil sebagai penulis di bidang informasi media, menjadi pembicara seminar, konferensi nasional maupun internasional. Ia salah satu pakar open source hebat yang ada di Indonesia.

3. Iskandar Soesman – Penemu Panada Framework

Saat ini orang menggunakan internet sebagai sarana untuk berbagi informasi. Salah satu cara untuk menyebarkan informasi dengan mengunakan website. Dalam dunia website terdapat banyak framework yang digunakan oleh para programmer.

Di Indonesia ada seorang pemuda yang berhasil menciptakan framework sendiri dan digunakan oleh website terkenal seperti Detik.com. Ia adalah Iskandar Soesman, sang penemu Panada Framework. Iskandar seorang sarjana Sosiologi di Universitas Indonesia yang beralih profesi menjadi programmer.

Panada dibuat sesederhana mungkin tetapi tidak begitu saja mengabaikan performa. Panada mampu menerima 1.012,87 permintaan per detik. Jumlah ini jauh lebih besar dari CodeIgniter, Yii2, bahkan Laravel. Panada diklaim sebagai framework yang ringan, cepat, natural, aman, open source, dan united coder.

Itulah sebagian profil para ahli TI asal Indonesia yang membuka mata dunia bahwa orang Indonesia pun mampu berkarya jempolan. STT NF sebagai salah satu kampus yang berbasis teknoprneur turut membantu memberikan edukasi dan perkuliahan berkualitas. Tujuannya untuk mencetak generasi TI yang bisa bersaing dan menciptakan produk teknologi laris di masyarakat dunia. Maju terus generasi muda TI Indonesia. (Muhammad Abdul Karim)

Sumber: id.techinasia.com/orang-indonesia-berprestasi-bidang-teknologi-kancah-internasional

Published in Pojok Mahasiswa
%PM, %16 %941 %2016 %21:%Apr

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi STT NF

Demi meningkatkan kreativitas mahasiswa, STT NF menyelenggarakan kegiatan pemilihan Mahasiswa Berprestasi. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2004 dan dilaksanakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan STT NF.

Pemilihan Mahasiswa Berprestasi digelar guna memberikan penghargaan atas prestasi serta karya yang sudah dibuat oleh mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung di kalangan perguruan tinggi negeri maupun swasta. Setiap tahun kualitas pemilihan Mahasiswa Berprestasi semakin meningkat.

STT NF memberikan kesempatan bagi mahasiswanya untuk mengikuti pemilihan, setelah pihak kemahasiswaan memberikan pengumuman dan pengarahan mengenai proses pemilihan mahasiswa berprestasi. Respon mahasiswa sangat baik. Cukup banyak mahasiswa yang ingin ambil bagian dalam pemilihan. Sebelum hari pemilihan, STT NF memberikan pembekalan dan pengarahan.

Salah satu narasumber pemberikan motivasi kepada mahasiswa yang mengikuti pemilihan adalah Aulia Qisthi. Pembekalan dilakukan Senin (7/3), di Kampus B STT NF. Aulia adalah salah satu Mahasiswa Berprestasi di Universitas Indonesia. Acara yang digagas UKM SENADA itu bertujuan untuk memberikan motivasi pada mahasiswa STT NF agar tetap semangat dan terus berprestasi.

Aulia bercerita mulai dari awal perjalanannya hingga sekarang. "Dari awal saya menginjakan kaki di kampus Universitas Indonesia, saya memiliki tekad kuat untuk menjadikan diri berbeda dari sebelumnya, dengan melakukan perubahan yang bermanfaat untuk kehidupan. Saya tak pernah lelah mencari peluang dan berusaha mendapatkan serta mewujudkan cita-cita," seru Aulia dengan penuh semangat.

Tepuk tangan meriah diberikan oleh semua mahasiswa yang mengikuti acara ini. Tak hanya itu, tekad dan semangat untuk menjadi mahasiswa berprestasi semakin besar. Terus berusaha teman-teman, karena usaha tidak akan mengkhianati hasil yang akan kita dapatkan. (Ratih Septia Giri)

Published in Pojok Mahasiswa