Tempo hari yang lalu tim konten sempat mewawancarai Tim Startup dari STT Terpadu Nurul Fikri yang mengikuti lomba pada Festival Teknologi oleh Institut Teknologi Bandung. Randi (TI 2016) menerangkan mengenai alasan tim-nya mengikuti kompetisi bisnis Call For Proposal BOPTN - Penguatan Inovasi Tahun 2019 Batch 2. Besaran dana penelitian untuk satu proposal inovasi maksimum sebesar Rp. 200.000.000 (Dua ratus juta rupiah). Sehubungan dengan hal tersebut, LPIK ITB mengundang seluruh staf dosen di lingkungan ITB untuk memasukan proposal Program Penguatan Inovasi 2019.

BOPTN adalah kependekan dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri, ditujukan untuk membiayai program riset yang dilakukan oleh individu atau kelompok dosen ITB.

Randi menceritakan jika tim-nya sudah masuk ditahap pertama perlombaan. Rencananya mereka akan mengikuti workshop lanjutan untuk perlombaan tersebut di ITB 17 Maret 2019.

Tim tersebut mengaku optimis bisa lolos ke tahap selanjutnya, “InsyaAllah bismillah kami yakin, karena ide bisnis yang kami ajukan itu berbeda dengan ide2 bisnis yang lain, kami mengangkat permasalahan mengenai ketersediaan tempat penyewaan lapangan olahraga dan ini menurut kami berbeda dengan ide bisnis pada umumnya yang banyak bermunculan sepeti kebanyakan ide bisnis itu mengangkat tema pakaian/makanan. Doain aja step selanjutnya biar masuk 10 besar.” tentu menjadi sebuah harapan besar bisa lolos dan menjadi finalis, terus berusaha dan pantang menyerah merupakan kuci untuk mewujudkannya.

Published in Pojok Mahasiswa

Uber memang tidak pernah terdengar lagi di Indonesia pasca kalah bersaing dengan Grab dan Gojek. Tapi dibalik kegagalan Uber, ada hal menarik yang bisa kita pelajari tentang perjalanan hidup dari sosok sang pendiri. Travis Cordell Kalanick mungkin sebuah nama yang terasa sangat asing di telinga kita, namun jika terdengar kata Uber, siapa yang tidak mengenalnya? Ya, beliau adalah CEO sekaligus pendiri Uber yang kerap disapa Kalanick. Beliau lahir pada 6 Agustus 1976 di Los Angeles, California. Beliau merupakan seorang entrepreneur internet di Amerika. Selain Uber, beliau pun pernah mendirikan beberapa startup yang sukses di masanya.

Berbicara soal perjalanan bisnis, naluri bisnis Kalanick memang berawal sejak ia masih duduk sebagai mahasiswa di University of California, Los Angeles (UCLA).  Setelah lulus kuliah beliau mulai mendirikan perusahaan internet, mulai dari Scour (1998) hingga Uber (2009) yang saat ini kita gunakan sehari-hari sebagai transportasi online. Kisah Kalanick dalam memperjuangkan startup tentu tak sampai disitu saja, masih banyak sepak terjang Kalanick dalam berbisnis yang perlu kita ulik, dan berikut adalah ulasannya :


Scour
Pada tahun 1998, Travis Kalanick bersama dengan beberapa temannya dan Rodrigues, keluar dari universitas UCLA, dan mendirikan Scour, Inc. Scour adalah mesin pencari multimedia dan layanan peer to peer untuk berbagi file. Pada tahun 2000, perusahaan The Motion Picture Association of America, the Recording Industry Association of America (RIAA) dan The National Music Publishers Association (NMPA) mengajukan tuntutan hukum kepada Scour. Tuntutan tersebut berkaitan dengan pelanggaran hak cipta karya seni pada September 2000, hingga akhirnya Scour mengajukan bankrupt sebagai jalan untuk melindungi diri dari tuntutan hukum.


Red Swoosh
Pada tahun 2001, Travis Kalanick bersama tim Scour memulai perusahaan baru bernama Red Swoosh. Masih mengusung tema yang sama, Red Swoosh adalah perusahaan peer-to-peer file sharing. Red Swoosh mampu mengefisiensikan bandwidth untuk melakukan transfer file-file berukuran besar. Pada tahun 2007, Akamai Technologies mengakuisisi Red Swoosh dengan harga $19 juta.


Uber
Uber didirikan oleh Garrett Camp (pendiri StumbleUpon) dan Travis Kalanick pada tahun 2009. Perusahaan ini pertama kali mendapat pendanaan seed sebesar $200.000. Pada tahun yang sama Uber mendapat pendanaan tambahan sebesar $1,25 juta. Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan aplikasi Uber dan merilis versi beta pada tahun 2010. Pada tahun 2011 layanan mobile Uber resmi dirilis di San Francisco. Pada awalnya CEO Uber diduduki oleh Ryan Graves, dan  pada tahun yang sama Kalanick menggantikan perannya. Graves berpindah posisi menjadi COO atau direktur operasional. Pada akhir tahun 2011, Uber mendapat pendanaan tambahan lagi sebesar $44,5 juta dan merubah nama UberCab menjadi Uber.
Dari kisah perjalanan berbisnis Kalanick tersebut, banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil, terutama sikap pantang menyerah. Selain itu, Kalanick sebagai seorang pengusaha juga memiliki pandangan jauh ke depan.

 

Sumber :
Finansialku
CNN Indonesia

Published in Artikel

Saat ini, berbagai Aplikasi bisa dijumpai di pasaran. Termasuk di antaranya adalah Aplikasi yang bisa membantu kegiatan seorang pebisnis ataupun pendiri startup. Kehadiran Aplikasi-Aplikasi tersebut pun bisa menghemat waktu lebih banyak. Dengan begitu, Anda bisa lebih memfokuskan diri pada keperluan penting lainnya.

Berikut ini adalah 4 Aplikasi yang bisa Anda manfaatkan sebagai seorang pebisnis dan pendiri startup :

1. Membuat rencana bisnis dengan 5min Business Plan

Rencana bisnis atau business plan menjadi langkah awal setiap pebisnis dalam menjalankan usahanya. Untuk membuat proposal rencana bisnis pun biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Terutama dalam memilih template yang sesuai. 5min Business Plan pun menyediakan solusi untuk membuat rencana bisnis lewat smartphone. Dengan Aplikasi ini, pembuatan rencana bisnis pun bisa selesai dalam hitungan menit.

2. Mencari pendanaan dengan Aplikasi IABOH

Kalau rencana bisnis sudah siap, Anda bisa mencoba untuk mencari investor. Sebagai sarananya, dapat memanfaatkan sebuah Aplikasi bernama Investor and Business Owner Hub disingkat IABOH. Aplikasi ini merupakan kreator dari Prince Dykes yang merupakan Presiden Royal Financial Investment Group. Aplikasi ini pun menjadi jembatan untuk menghubungkan antara seorang entrepreneur dengan penyandang dana lewat smartphone.

3. Menjaga semuanya tetap terorganisir dengan Aplikasi Cloze

Melakukan perencanaan kegiatan rutin menjadi hal yang bisa Anda lakukan ketika berhasil memperoleh suntikan dana dari investor. Untuk membantu agar tetap terorganisir, Anda dapat menggunakan sebuah Aplikasi manajemen bernama Cloze. Aplikasi ini berguna selayaknya sebagai seorang personal asisten virtual. Aplikasi ini akan berfungsi untuk memberikan notifikasi dan pengingat ketika ada tugas yang harus diselesaikan.

4. Ekspansi ke tingkat dunia

Kalau bisnis Anda sudah berhasil dengan bagus, maka tiba saatnya melakukan ekspansi ke pasar global. Sejatinya, tersedia beragam Aplikasi translator yang bisa membantu dalam berkomunikasi dengan orang yang menggunakan bahasa asing. Hanya saja, tidak semua Aplikasi tersebut bisa diandalkan. Contoh paling parah adalah betapa buruknya hasil translasi Google Translate. Sebagai gantinya, Anda bisa memanfaatkan sebuah Aplikasi bernama Stepes. Berbeda dengan Google Translate, Stepes ini merupakan versi Uber dari sebuah layanan translasi. Anda bisa terhubung dengan seorang translator profesional yang sesuai dengan kebutuhan.

Published in Artikel
%AM, %29 %295 %2017 %06:%Mei

Cara Membangun Startup Bagi Pemula Part 2

Melanjutkan pembahasan bagian pertama bagaimana membangun sebuah startup. Sebuah startup tentunya mengalami banyak kendala selama proses pengembanganya, tidak heran banyak startup yang masih muda tumbang karena tidak memiliki visi dan misi ke depan yang jelas. Namun jika sebuah startup sudah mulai bertahan lebih dari 2 tahun, selain terasa menyenangkan, punya Startup yang berhasil sukses bisa memberikan kepuasan yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Usaha dan kerja keras kita dalam membangun bisnis selama ini, terbayar impas. Pada sesi kali ini akan dilanjutkan bagaimana merintis sebuah Startup dari awal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memulai sebuah Startup.
1. Lakukan Tes Pasar
Tes pasar sangat penting dilakukan karena untuk mengetahui sejauh mana produk atau jasa yang kita tawarkan diperlukan dan bermanfaat oleh konsumen. Tes pasar dapat menggambarkan kondisi Startup ke depannya. Melakukan tes pasar dapat dilakukan dengan beberapa hal seperti langsung terjun ke pasar, melakukan survey di internet, atau langsung survey ke pasar. Dengan adanya tes pasar maka sebuah produk atau jasa dapat diketahui apakah benar - benar dibutuhkan di pasar atau tidak dibutuhkan.

2. Onlinekan Bisnis
Pengguna internet kian hari kian meningkat, maka untuk menjangkau kebutuhan produk atau jasa dilakukan pemasaran melalui internet. Dengan adanya internet, sebuah Startup tidak hanya terkenal di kota atau negara sendiri. Bahkan adannya Internet dapat membuat Startup lebih cepat terkenal dan berkembang. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dengan mengonlinekan bisnis yaitu membuat web atau blog, ataupun social media untuk Startup yang akan dikembangkan sehingga Startup bisa dikenal masyarakat luas.

3.Manfaatkan Orang Terdekat
Mengenalkan produk atau jasa kepada orang terdekat adalah hal yang tepat, karena dengan adanya orang - orang terdekat dapat dijadikan tempat promosi gratis dalam mengembangkan sebuah Startup. Bila Startup yang ditawarkan menarik perhatian, mereka tidak akan segan menginformasikan Startup yang dikembangkan ke orang lain sehingga Startup yang dikembangkan mendapatkan dukungan dari orang terdekat. Dengan adanya orang terdekat seperti keluarga, teman dapat lebih bersemangat dan termotivasi dalam mengembangkan sebuah Startup.
4. Selalu Konsisten
Startup yang mulai berjalan memerlukan persiapan yang matang dan progres yang cepat. Jika sebuah Startup menunjukan progres yang baik dalam jangka waktu 6 bulan, maka diperlukanya konsisten dalam mengembangkan Startup. Biasanya Startup yang sedang berjalan terjadi kegagalan karena tidak adanya konsisten dalam mengembangkan Startup. Kekuatan tim yang solid juga diperlukan agar dapat memiliki strategi baru untuk memperbaiki strategi yang ada di dalam sebuah Startup. Kunci yang paling penting dalam mengembangkan Startup dalam jangka panjang ialah Selalu Konsisten terhadap apa yang dikembangkan.
5. Memperbesar Bisnis
Bila Startup yang dikembangkan sudah terlihat progres yang baik dan berjalan konsisten. Startup dapat diperluas dan diperbesar produk atau jasanya. Perlu adanya perluasan Startup yang dikembangkan, namun mengembangkan Startup perlu setahap demi setahap untuk menghindari resiko kegagalan atau kerugian yang terlalu besar sehingga Startup yang dijalankan tetap stabil walaupun terdapat perubahan.

Published in Artikel
%AM, %29 %170 %2017 %03:%Mei

Cara Membangun Startup Bagi Pemula Part 1

Membangun Startup bukanlah hal yang mudah. Data menunjukan 85 Persen startup gagal kurang dari waktu 18 bulan. Ini membuktikan bahwa untuk membangun sebuah Startup bukanlah perkara jangka pendek maupun menengah. Membangun startup haruslah memiliki visi dan misi ke depan sehingga Startup yang akan dibangun bertahan lama. Namun sebelum merancang visi dan misi Startup yang akan dibangun, hal yang paling penting untuk dipahami ialah Bagaimana cara memulainya? Pada sesi kali ini akan dibahas bagaimana merintis sebuah Startup dari awal, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memulai sebuah Startup, diantaranya :

1. Niat yang Kuat

Diperlukan niat yang kuat untuk membangun sebuah startup. Apalagi dalam sebuah startup, banyak ditemukan berbagai tantangan yang terjadi selama proses pengembangan Startup. Sangat mustahil Startup akan berjalan lebih dari waktu 2 tahun jika tidak ada niat dan kemauan yang kuat. Oleh karena itu tanamkan niat dan kemauan yang kuat untuk merintis sebuah startup, sehingga jika suatu saat menemui kegagalan maka niat dan kemauan di awal dapat membantu menghilangkan kegagalan tersebut.

2. Tujuan yang Jelas

Langkah terpenting selanjutnya menyusun tujuan yang jelas. Tujuan tidak hanya sebatas ingin mendapatkan uang atau investor saja, namun ada yang lebih besar dan berharga dari pada itu seperti membangun startup untuk menghilangkan permasalahan yang ada di Indonesia, sehingga dengan adanya tujuan tersebut lebih bermanfaat bagi kebanyakan orang. Tujuan akan menjadi penyemangat disaat menemui rintangan, ingatlah kembali kepada tujuan ketika menemukan berbagai rintangan, hambatan, bahkan kegagalan. Maka dengan adanya tujuan akan menjadi arah bagi setiap langkah ke depannya.

3. Tetapkan Ide Bisnis

Mendatangkan ide bisnis tidaklah sulit, salah satu cara untuk mendapatkan ide bisnis adalah dengan memikirkan masalah yang ada di lingkungan sekitar atau masalah yang banyak di alami oleh orang saat ini. Dari ide bisnis tersebut bisa melahirkan solusi atas masalah yang terjadi. Salah hal lagi yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan ide bisnis ialah memilih ide bisnis yang sesuai dengan passiong atau minat. Karena sesuatu yan berdasarkan passion tidak akan membuat jenuh atau bosan ketika menjalaninya.

4. Rencana Bisnis / Business Plan

Pada tahap ini bagaimana menjabarkan tujuan dalam sebuah bisnis plan yang terdiri dari beberapa tahap yang akan dikerjakan selama beberapa waktu ke depan. Dalam membuat bisnis plan tidak harus rumit namun bisa konsep yang simple atau sederhana serta memikirkan apa saja yang akan dibutuhkan selama beberapa waktu ke depan. Pikirkan strategi yang sederhana dan dapat dijalankan bersama sama jauh lebih baik dalam menbangun Startup di awal perkembangan.

5. Bangun Tim yang Solid

Menjalankan tugas yang besar dengan sendiri akan terasa sangat sulit. Makanya dibutuhkan tim yang solid untuk menjalankan tugas serta mencari ide atau solusi yang kreatif atas permasalahan yang didapat. Dalam membangun startup, bisa mencari tim yang memiliki visi dan misi yang sama sehinggga dengan memiliki visi dan misi yang sama maka jalan keluar pun akan diselesaikan secara bersama sama. Hal yang tidak kalah penting ialah bagaimana meyakinkan tim bahwa dalam membangun startup diperlukan kerja sama yang solid, serta menghilangkan imbalan uang pada awal perkambangan Startup. Jadi perlu kesabaran dalam membangun startup dan membangun tim yang solid.

Published in Artikel

Berani, ambillah semangat kepercayaan diri, Fuadilah memberi tahu para pengusaha untuk bercita-cita di Konferensi Wirausaha Internasional Startup Grind Muscatine yang pertama di Lowa. Selama konferensi, Fuadilah berbicara dengan pengusaha melalui Skype, tentang perjalanan wirausaha itu sendiri di Indonesia. Fuadilah memulai sebagai Analis Proses Bisnis, dalam perjalanannya yang berawal dengan memulai bisnis bersama istrinya, Cempaka, yaitu "Bagaimana menciptakan dan menjual tas pribadi dan ramah lingkungan di media sosial?" Yakni ketika dia berada di Community College Initiative. Bertemu wirausahawan lainnya, selama program tersebut memacu Fuadilah untuk memulai usahanya, Ning Fabric Works, bersama istrinya. "Pengalaman memberi saya dorongan kepercayaan untuk memulai bisnis" kata Fuadilah.

Menuju Sebuah Kompetisi
Ketika Fuadilah dan Cempaka meluncurkan Ning Fabric Works pada bulan Juni 2015, mereka tahu bahwa mereka harus melakukan sesuatu yang istimewa untuk lebih menonjol dari kompetisi. Jadi, mereka merancang bisnis mereka untuk memanfaatkan kekuatan fashion, media sosial, dan narasi pribadi. Ning Fabric Works membuat tas dari kain daur ulang yang memiliki kesan tersendiri bagi pelanggan. "Ketika pelanggan memberi kami kain, mereka menceritakan kisah di balik pakaian," Fuadilah menjelaskan. "Cempaka mewawancarai mereka, dan menempatkan atau mentisipkan cerita di situs web dan di dalam kantong. Jadi saat kita membuat tas baru dari swatch itu, kita bisa membicarakan cerita dibalik pembuatannya". Konsep pemasaran yang canggih seperti ini perlu terlihat di pasar kerajinan Indonesia yang ramai. Fuadilah mengaitkan banyak keterampilan dan gagasan bisnisnya sampai di Eastern Iowa Community College - Muscatine .

Mendapatkan Keterampilan Bisnis Dan Kewirausahaan Yang Berharga
Melalui program tersebut, Fuadilah memperoleh tiga sertifikat dalam manajemen usaha kecil, pengawasan, dan kewirausahaan yang membantunya membuat rencana bisnis dan membawa produk ke pasaran. Sementara di Muscatine, Fuadilah juga membentuk ikatan yang kuat dengan instruktur kewiraswastaannya, yang menggunakan metode pengajaran langsung yang baru dikenal Fuadilah. "Dia tidak hanya menunjukkan teori saja, tapi juga prakteknya," kata Fuadilah. "Dia menyuruh kami bekerja dengan bisnis nyata dan memecahkan masalah yang sebenarnya di lapangan".

Selain berpengalaman di kelasnya, Fuadilah mengkredit perjalanannya ke bisnis dan asosiasi, seperti Kamar Dagang Muscatine, dengan membantunya mendapatkan wawasan tentang apa yang perlu dan tidak dikerjakan dengan baik di berbagai industri.
Fuadilah dan Cempaka memiliki rencana besar untuk Ning Fabric Works. Mereka baru saja mempekerjakan karyawan pertama mereka dalam sebuah langkah besar untuk usaha kecil dan mereka mewawancarai kandidat untuk posisi kedua. "Kami menetapkan target dan kami berjalan ke arah itu," Fuadilah mengatakan. "Kami tidak takut dengan tantangan itu".

Published in Artikel

Jika Anda bertanya kepada investor jenis startup apa yang kemungkinan akan meningkat tahun ini, mereka mungkin akan menyebutkan fintech, beberapa bentuk e-commerce, media, dan mungkin software-as-a-service.
Inilah daftar startups di kategori tersebut yang menurut saya akan kami dengar lebih banyak pada tahun ini.
Fintech
1. Investree
Berasal dari portofolio Mountain Kejora Ventures, Investree adalah pemain baru yang menarik dalam layanan keuangan. Fitur intinya adalah pembiayaan faktur. Usaha kecil terkadang harus menunggu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk dibayar oleh klien untuk layanan atau produk yang sudah dikirim. Melalui Investree, mereka bisa mendapatkan jumlah yang terutang kepada mereka terlebih dahulu, yang memungkinkan mereka untuk berencana lebih baik. Begitu pembayaran klien berhasil masuk, pemberi pinjaman mendapatkan uangnya kembali dengan bunga, tentu saja.

Startup yang telah menghabiskan sekitar US $ 4,5 juta pinjaman sejauh ini, adalah pasar pinjaman peer-to-peer dimana pemberi pinjaman pihak ketiga memberikan uang tunai dan mendapatkan bunga sebagai imbalan. Investree juga melihat pinjaman karyawan, di mana pemberi pinjaman dapat membantu karyawan perusahaan mitra Investree untuk membiayai pengeluaran khusus seperti perawatan medis, renovasi rumah, atau pembelian sepeda motor.

Pendiri, Aida Sutanto, Adrian Gunadi, Andi Andries, dan Dickie Widjaja adalah tim berpengalaman dan mereka masing-masing memiliki pengalaman bertahun-tahun di bidang perbankan dan keuangan. Kontribusi Investree yang terakhir diumumkan adalah seri A dari Gunung Kejora pada bulan Juni 2016.

2. UangTeman
UangTeman juga merupakan startup pinjaman, namun berbeda dengan Investree karena tidak mengundang kreditur pihak ketiga ke platform. Sebaliknya, ia memberikan uangnya sendiri kepada peminjam - pinjaman sangat kecil yang dimaksudkan untuk membantu orang melalui peregangan yang sangat ketat, misalnya menjelang akhir bulan. Jenis pinjaman ini juga dikenal sebagai pinjaman gaji.

3


UangTeman telah dikritik karena mengambil suku bunga tinggi dan biaya keterlambatan. Pendiri dan CEO Aidil Zulkifli berpendapat bahwa apa yang paling diinginkan oleh pelanggan adalah transparansi dan akses pinjaman yang cepat dan sederhana. Startup yang telah menghasilkan sekitar US $ 2,4 juta pinjaman, mengklaim bahwa tingkat kegagalannya sangat rendah, di bawah 3 persen, dan bahwa sebagian besar peminjam dapat melunasi hutang mereka tepat waktu tanpa terkena denda.
UangTeman mengangkat reksa dana pra-seri A dalam pembiayaan ekuitas di samping hutang sebesar US $ 735.000 pada bulan September tahun lalu. Bisa jadi calon babak baru tahun ini. Alpha JWC termasuk di antara para investornya.

3. CekAja
CekAja, yang didirikan pada tahun 2013, adalah dinosaurus di kalangan pemula fintek kebanyakan yang masih sangat muda.
Modelnya bisa digambarkan sebagai e-commerce finansial. Yang membawa orang-orang untuk mendapat informasi tentang semua jenis produk keuangan seperti kartu kredit, atau asuransi. Pembaca dapat melihat dan membandingkan penawaran dari berbagai penyedia dan kemudian membeli hak penawaran melalui CekAja. Ini berbeda dengan situs perbandingan lainnya, kata co-founder JP Ellis, yang biasanya mengirim pelanggan mereka ke mitra mereka sebagai lead, tanpa menjualnya secara langsung.

CekAja mengangkat putaran seri B yang dipimpin oleh Telstra Ventures , sebuah lengan telco Australia, pada bulan September tahun lalu - perusahaan pertama yang melakukannya di Asia Tenggara. Perusahaan ini juga beroperasi di Filipina dengan nama eCompareMo.
Mountain Kejora Ventures dan Monk's Hill Ventures termasuk di antara para investornya.

E-Commerce
E-Commerce umumnya sulit dilakukan saat ini, karena perusahaan besar telah menolak klaim mereka. Tapi untuk niche area perbelanjaan dengan khalayak yang canggih masih ada potensi, investor pun meyakininya.

4. Sociolla
Kosmetik adalah produk utama mereka. Pembeli cukup spesifik tentang merek yang mereka sukai dan bersedia mengeluarkan jumlah yang signifikan. Sociolla di Indonesia adalah kandidat yang sudah melakukannya dengan baik di lapangan. Sebuah startup serupa dari Singapura, Luxola, diakuisisi oleh barang mewah raksasa LVMH pada tahun 2015 . Luxola tidak pernah mendapat pijakan kuat di Indonesia. Jadi dengan penggalangan dana B baru-baru ini dari sebuah perusahaan besar Jepang, Sociolla berada dalam posisi yang baik untuk menaklukkan negara asalnya.

5. Fabelio
Fabelio sudah ada sejak tahun 2015 dan memiliki tempat unik dalam lanskap e-commerce di Indonesia. Ini adalah toko furnitur yang mendesain dan memproduksi sendiri sofa, meja, kursi, dan sebagainya yang sederhana namun elegan, dan menjualnya melalui situsnya sendiri. Startup ini menargetkan rumah tangga kelas menengah ke atas dan juga bekerja dengan klien korporat, seperti hotel dan restoran.
Mereka juga telah memoles desain dan proses produksi dalam beberapa tahun terakhir, dan sekarang bertujuan untuk membangun dirinya di kota-kota di luar wilayah metropolitan Jakarta. Ini adalah bisnis dengan ekonomi yang kuat, kata Stefan Jung dari Venturra Capital, yang memimpin seri Fabelio A pada bulan Januari tahun lalu. Mitra Investasi IMJ, 500 Startups, dan KK Fund juga masuk investor mereka.

Media

4


6. Kumparan
Sebuah situs berita hibrida dengan elemen media sosial, Kumparan adalah peserta baru dalam lanskap media digital Indonesia.
Ini agak mirip Medium dalam artian rumah itu dikuratori, konten editorial, tapi juga memungkinkan masyarakat membuat posnya sendiri dan berinteraksi satu sama lain. Kumparan menuju online beberapa bulan yang lalu. Lalu lintasnya, meski tidak masif, terus berkembang. Alasannya termasuk dalam daftar ini adalah didukung oleh tim pendiri dengan tim high-profile : sekelompok jurnalis berpengalaman, terkenal karena membangun portal berita Detik pada tahun 1998. Detik berubah menjadi salah satu properti online paling berharga di Indonesia, dijual kepada Para Group pada tahun 2011 dengan nilai US $ 60 juta, merupakan jalan keluar yang sangat besar pada saat itu. Apapun hal itu, Kumparan yang berkembang pada tahun ini akan menarik untuk ditonton.


Software-as-a-service
Jumlah startups dengan model bisnis software-as-a-service (Saas) berkembang pesat di Indonesia. Banyak dari mereka menargetkan jutaan usaha kecil dan menengah di negara ini, misalnya dengan alat online untuk akuntansi atau manajemen sumber daya manusia.

7. Jurnal
Jurnal termasuk dalam kategori perangkat lunak akuntansi, dengan fitur seperti faktur, pelaporan, dan manajemen aset. Setelah serangkaian putaran A Februari lalu yang dipimpin oleh East Ventures, ia berencana untuk memperluas ke kota-kota seperti Bandung, Medan, dan Surabaya tahun ini.

8. Sleekr
Setelah mengakuisisi startup lain yang mengkhususkan diri pada perangkat lunak akuntansi akhir tahun lalu, Sleekr sekarang menawarkan pengelolaan sumber daya manusia dan alat akuntansi. Perusahaan sejauh ini hanya mengungkapkan investasi awal sebesar US $ 35.000 pada tahun 2014, dengan uang yang diberikan dari tiga kantong pendiri sendiri. Lalu lintas ke situsnya terus meningkat dan perusahaan memiliki sembilan lowongan pekerjaan terbuka, jadi sepertinya sudah kuat pada tahun ini.

Published in Artikel

Silicon Valley kerap disebut-sebut sebagai pusatnya perkembangan startup dunia. Apalagi, di sini menjadi rumah dari para perusahaan teknologi besar dunia. Namun siapa sangka, ekosistem yang mendukung tersebut tidak membuat Silicon Valley sebagai wilayah dengan talenta IT untuk startup nomor 1 dunia.

Sebuah laporan dari Startup Genome mengungkapkan, talenta IT startup yang dimiliki oleh negara tetangga Singapura berhasil mengalahkan Silicon Valley. Secara keseluruhan, Singapura memang berada di rangking 12 pada daftar yang dirilis Startup Genome. Namun, untuk kategori talenta IT, Singapura menjadi negara yang pertama.

Startup di Singapura memang memperoleh berbagai keuntungan. Mulai dari lokasinya yang memang dikenal sebagai pintu gerbang menuju Asia Tenggara hingga kebijakan pemerintah. Saat ini, terdapat sekitar 1.600 hingga 2.400 startup yang memperoleh bantuan subsidi dari pemerintah setempat. Buktinya, founder startup dari Singapura menjadi yang paling muda sedunia, di angka 28 tahun. Salah satu hal yang membuat talenta IT memilih Singapura adalah gaji.

Di negara tetangga itu, gaji seorang software engineer berada di kisaran 35 ribu USD. Angka ini memang masih di bawah rata-rata gaji software engineer di tingkat dunia yang berada di angka 49 ribu USD. Dalam studi ini, Startup Genome mempertimbangkan delapan faktor yang dipakai untuk menilai ekosistem sebuah negara. Di antaranya adalah performa, pendanaan, pangsa pasar, global connectedness, talenta, startup experience, resource attraction, ekosistem demografis, serta demografis founder. Dari keseluruhan faktor tersebut, Silicon Valley masih menjadi yang pertama. Hanya saja, Amerika kini mulai mengalami penurunan daya tarik, terutama muncul dari Asia dan Eropa.

Published in Artikel

Ada-ada saja cara perusahaan startup untuk mencari perhatian konsumen. Salah satunya datang dari Elretron, perusahaan ini baru saja meluncurkan produk universal Bluetooth keyboard untuk tablet dan smartphone bernama Penna di Kickstarter.

Yang menarik adalah, Penna dirancang dengan desain mirip mesin tik, tetapi dengan segala kecanggihan fitur masa kini. Berbeda dengan keyboard untuk tablet yang biasanya menekankan desain yang tipis dan cenderung menggunakan tombol elektris, Penna begitu menawan dengan prinsip tombolnya yang konvensional. Dengan Penna, kenyamanan mengetik adalah hal yang diutamakan.

Penna menggunakan baterai AA yang bisa bertahan sampai 6 bulan, dan mendukung perangkat PC, Windows, iOS maupun Android. Kita juga bisa menghubungkan Penna dengan Bluetooth 4.2 ke beberapa perangkat sekaligus. Yang paling menarik, adalah fitur handle di sebelah kiri yang berfungsi untuk merekam kata-kata yang kita ketik saat menariknya seperti saat kita meng-Copy. Bila telah selesai, saat kita menekannya ke bawah, kata-kata yang direkam tadi akan muncul seperti saat kita menekan Paste.

Penna sudah dapat dipesan di laman Kickstarter dengan harga $89 untuk wearna selain Wood yang seharga $99. Hingga kini target pencapaian dana sudah melebihi target bahkan sampai 300 persen! Bila Anda ikut memesan, maka Elretron akan mengirimnya kira-kira pada bulan Agustus nanti. Penna bisa menjadi keyboard alternatif yang cocok, jika Anda berjiwa “retro” dan senang merasa berbeda.

Published in Artikel
%AM, %18 %378 %2017 %08:%Apr

Startup Indonesia Yang Mengguncang Dunia

Startup adalah sebuah perusahaan rintisan, umumnya disebut startup (atau ejaan lain yaitu start-up), merujuk pada semua perusahaan yang belum lama beroperasi. Sudah banyak sekali startup yang berasal dari Indonesia yang sukses dan sudah menghaslkan keuntungan yang sangat besar, selain mendapatkan keuntungan yang besar, startup karya anak bangsa ini juga sudah mendunia. Ini dia 5 startup anak bangsa yang saat ini sudah mendunia .

1. Kaskus
Kaskus alias kasak kusuk merupakan situs komunitas yang didirikan oleh tiga sekawan, yaitu Andre Darwis, Ronald dan Budi. Forum yang didirikan sejak 6 Nopember 1999 ini kini telah menjadi forum komunitas terbesar di Indonesia. Dalam perkembangannya, kaskus telah mendapatkan berbagai penghargaan seperti The Best Marketing Driving Company, The Best Innovation in Marketing yang diberikan oleh Marketing Magazine serta The Greatest Brand of the Decade tahun 2009-2010 oleh Mark Plus Inc.

2. Tokopedia
Tokopedia merupakan salah situs jual beli atau marketplace terbesar di Indonesia yang berhasil menghilangkan sekat antara konsumen dengan produsen. Dalam kiprahnya, Tokopedia berhasil meraih penghargaan Marketeers of the year pada acara Markplus Conference 2015 yang digelar oleh Markplus Inc. Pada 2016 lalu, tokopedia terpilih sebagai Best Company in Consumer Industry Digital Economy Award 2016. Tidak hanya penghargaan, tokopedia juga berhasil mendapatkan pendanaan dari berbagai perusahaan multinasional.

3. Go-Jek
Siapa yang tidak mengenal Go-Jek? Startup bidang transportasi dengan memanfaatkan aplikasi secara online ini merupakan karya anak bangsa, Nadiem Makarim. Dengan berbagai fitur tambahan yang ada, Go-Jek berhasil menjadi salah satu startup yang diboyong presiden ke Silicon Valley. Selain itu, Go Jek juga berhasil menerima penghargaan “Asean of The Year” dari The Strait Times.

4. Kakatu
Fakta bahwa pengguna internet di Indonesia didominasi oleh anak usia 10-19 tahun membuat Roby Tanzil Ganepi tergerak untuk menciptakan kakatu. Kakatu merupakan aplikasi yang berfungsi untuk menyeleksi, membatasi dan mengawasi aplikasi apa saja yang boleh diakses oleh anak. Saat ini, kakatu telah berhasil bekerjasama dengan Samsung Galaxy Tab 3V dan berhasil memenangkan penghargaan Bubu Awards v.09 sebagai startup terbaik.

5. Cubeacon
Cubeacon merupakan perusahaan startup asal Indonesia yang memanfaatkan jaringan nirkabel bluetooth untuk mempromosikan suatu barang kepada pelanggan. Dengan menggunakan cubeacon, pemilik pusat belanja dapat mengirim promosi dan penawaran kepada customer yang sedang melintas di depan toko melalui sinyal bluetooth. Dikancah Internasional, Cubeacon telah berhasil meraih juara pertama dalam ASEAN ICT Awards 2016 serta telah memproduksi 2500 unit box Cubeacon untuk pangsa pasar global.

Published in Artikel
Halaman 1 dari 2