Tempo hari yang lalu tim konten sempat mewawancarai Tim Startup dari STT Terpadu Nurul Fikri yang mengikuti lomba pada Festival Teknologi oleh Institut Teknologi Bandung. Randi (TI 2016) menerangkan mengenai alasan tim-nya mengikuti kompetisi bisnis Call For Proposal BOPTN - Penguatan Inovasi Tahun 2019 Batch 2. Besaran dana penelitian untuk satu proposal inovasi maksimum sebesar Rp. 200.000.000 (Dua ratus juta rupiah). Sehubungan dengan hal tersebut, LPIK ITB mengundang seluruh staf dosen di lingkungan ITB untuk memasukan proposal Program Penguatan Inovasi 2019.

BOPTN adalah kependekan dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri, ditujukan untuk membiayai program riset yang dilakukan oleh individu atau kelompok dosen ITB.

Randi menceritakan jika tim-nya sudah masuk ditahap pertama perlombaan. Rencananya mereka akan mengikuti workshop lanjutan untuk perlombaan tersebut di ITB 17 Maret 2019.

Tim tersebut mengaku optimis bisa lolos ke tahap selanjutnya, “InsyaAllah bismillah kami yakin, karena ide bisnis yang kami ajukan itu berbeda dengan ide2 bisnis yang lain, kami mengangkat permasalahan mengenai ketersediaan tempat penyewaan lapangan olahraga dan ini menurut kami berbeda dengan ide bisnis pada umumnya yang banyak bermunculan sepeti kebanyakan ide bisnis itu mengangkat tema pakaian/makanan. Doain aja step selanjutnya biar masuk 10 besar.” tentu menjadi sebuah harapan besar bisa lolos dan menjadi finalis, terus berusaha dan pantang menyerah merupakan kuci untuk mewujudkannya.

Published in Pojok Mahasiswa

Hai Sobat Nufian!! Ada Kisah menarik nih yang datang dari Salah satu Mahasiswa STT Terpadu Nurul fikri yang satu ini ..

Tak di sangka Mahasiswa yang bernama lengkap Muhammad Ibnu Al-fida ini ternyata Jago ngoding nyaa lhoo!! bahkan MySQL Sudah tak asing lagi untuk diopreknya selain itu kemampuan dia juga dalam perihal keagamaan nya mantep pisan ternyata. “Allhamdulillah Saya bisa mengkhatamkan Hafalan Al-Qur’an dalam kurun waktu kurang lebih 1 tahun” ujarnya.

Mahasiswa yang akrab dipanggil Ibnu itu selain sibuk kuliah, dia juga mengabdi di Yayasan GEMMA (Gemar Membaca dan Menghafal Al-Qur’an) di Kota Bogor sebagai Pengajar. Hal tersebut tidak mengurangi sedikitpun semangatnya untuk terus belajar. Selain sibuk mengajar AL-Qur’an dan kuliah, dia juga aktif berorganisasi. Saat ini Ibnu menjadi bagian dari GEN Qur’an . Yaitu salah satu Organisasi di STT Terpadu Nurul Fikri yangmempelajaricaramembaca danmentadabburi isi Al_Qur’an. Tak Ada kata menyerah dalam hidup nya untuk hal-hal yang mengandung Kebaikan .

Sudah menjadi visi dari STT Terpadu Nurul Fikri untuk mencetak mahasiswa dengan menerapkan karakter NICE (Novelty, Integriti, Care, Excellence) yaitu selain jago IT namun juga dalam masalah kepribadian mahasiswa nya sangat menerapkan nilai nilai Agamis, maka tidak heran membuat jebolan para Alumni Mahasiswa yang selain hebat dalam Ilmu Teknologi nya namun juga hebat dalam karakter rohani yang Agamis.

Published in Kisah dan Curhat

Pengumuman PILMAPRES… akhirnya setelah sekian lama para peserta PILMAPRES (Pemilihan Mahasiswa Berprestasi) di karantina, dengan berbagai pelatihan dan seleksi, tepat pada tanggal 07 Maret 2019 kampus STT Terpadu Nurul Fikri memutuskan 2 (dua) Mapres sebagai pemenang PILMAPRES yaitu kategori Mapres Utama dan Mapres Favorit. Dengan apresiasi berupa sertifikat dan bingkisan kepada kedua mapres yang terpilih sebagai mapres utama dan mapres favorit

Pada pilmapres tahun 2019 yang mejadi mapres utama adalah LIA KHAIRUNNISA mahasiswi (SI 2016). Lia juga merupakan mapres utama pada tahun 2018 hingga saat ini dia masih mempertahankan gelar mapresnya dan mapres favorit yang terpilih adalah AYU AMALIA (SI 2017). Kedua mapres ini dikenal hampir seluruh mahasiswa dengan mahasiswa segudang prestasi.

Penyerahan sertifikat dan bingkisan diberikan diruang AUDITORIUM STT Terpadu Nurul Fikri pada saat selesai acara pelantikan LFK STTNF yang diberikan langsung oleh kemahasiswaan.

“Selamat kepada mapres yang sudah terpilih semoga senatiasa memberi inspirasi dan kebermanfaatan” ujar panitia PILMAPRES 2019

Published in Kegiatan Kampus

          Belum lama ini, Lembaga Fromal Kampus (LFK) STT Terpadu Nurul Fikri telah melaksanakan pelantikan anggota baru masa jabatan 2019-2020. Tentu merupakan kebahagiaan bagi setiap LFK bisa merekrut wajah – wajah baru beserta semangat baru yang diharapkan dapat menjadi promotor bagi Lembaga yang di dudukinya.

            Dari sekian banyak anggota baru yang masuk LFK STT Terpadu Nurul Fikri, ada satu orang yang nyentrik, adalah Mayang Darmayanti, Mahasiswi Sistem Informasi 2018 yang baru bergabung dengan BEM STT Terpadu Nurul Fikri. Mahasiswi yang dikenal pendiam dan pemalu ini tidak menyangka bisa lolos dan direkrut sebagai anggota BEM 2019-2020 setelah dirinya menjalani magang selama 2 (dua) bulan dibagian KOMINFO. “Alhamdulillah sekali, saya tidak menyangka bisa lolos, padahal saya pessimis bakal lolos…” ujarnya saat diwawancara.

            Bukan hanya penampilannya saja yang kekinian, semangatnya juga semangat milenial sehingga diharapkan bisa berkontribusi untuk keberlangsungan BEM kedepannya. “Dia (Mayang) orangnya bisa diandalkan, sikapnya baik dan bisa kerja tim, semoga kedepannya bisa menjadi promotor bagi BEM tahun ini..” tanggap Chairil Hilmansyah, Senior BEM 2017-2018.

            Meskipun dirinya adalah seorang perempuan, tidak menutup dirinya untuk turut serta berkontribusi membangun organisasi dan masyarakat, semangat milenial yang kental meliputi dirinya untuk terus bergerak dan menjadi promotor muda perubahan Negri.

Published in Pojok Mahasiswa

Lagi – lagi STT Terpadu Nurul Fikri melahirkan mahasiswa terbaiknya. Setelah beberapa tahun terakhir tercatat lebih dari 20 Mahasiswa terbaik jempolan STT Terpadu Nurul Fikri. Kini angkatan termuda melahirkan satu dari sekian banyak mahasiswa berbakat. Dialah Auzan As-sidqi. Mahasiswa Teknik Informatika 2017 yang akrab dipanggil Ozan ini merupakan salah satu dari sekian banyak mahasiswa berprestasi semester ganjil 2018 lalu. Bukan hanya berprestasi dibidang akademik tapi juga dikenal sangat bersahabat oleh teman se-angkatannya.

            Menjadi mahasiswa berprestasi bukan berarti dia setiap waktu dihabiskan untuk belajar. Mengingat banyak kesibukan yang dia lakukan setiap hari, sangat sedikit jam belajar yang dia punya terlebih dia menjadi seorang Driver Ojek Online untuk menambah uang saku dan membayar biaya kuliah. “yah Alhamdulillah saya jadi mapres semester lalu, meskipun sibuk dengan kerjaan tapi masih bisa menyempatkan untuk belajar meskipun sebentar.” Ujar Auzan (09/06/18).

            Mengingat kesibukannya sebagai mahasiswa dan pekerjaanya sebagai driver ojek online tentu bukan hal mudah baginya menyempatkan belajar. Auzan memiliki trik tersendiri untuk belajar dan mengulang materi yang telah berlalu. “kalau untuk belajar sih saya ada triknya. Dengan mengarkann teman yang lain membuat saya bisa mengulang pelajaran dan mengingatnya kembali.” Imbuhnya ketika pers. Yah, dengan mengajarlah Auzan bisa mengulang pelajaran dan secara tidak langsung dia bisa belajar lebih bahkan memahaminya. Bukan hanya untung bagi dirinya sendiri tapi juga bermanfaat bagi temannya yang lain. “dia orang yang baik, mau menyempatkan waktunya untuk mengajarkan kita tentang materi yang sulit.dengan penyampaian yang baik dan juga sebagai teman, kita jadi mudah faham dengan materi yang disampaikan.” Ujar salah seorang mahasiswa yang ikut belajar bersama Auzan.

            Bukan karena pujian bukan pula karena uang, Auzan juga mengajarkan ilmu yang dia miliki karena ingin menjadi orang yang bermanfaat “Namanya juga manusia, kalau bisa bermanfaat bagi yang lain kenapa tidak !, bahkan bermanfaat juga bagi diri sendiri. Tak ada alasan untuk tidak mengajar.” Imbuhnya menjelang akhir pers. Menjadi mahasiswa berprestasi bukan berarti harus menyembunyikan ilmunya dan fokus untuk dirinya sendiri, Auzan tidak biasa menjadi orang egois yang hanya peduli dengan dirinya sendiri.

            Jika berpikir menjadi mahasiswa berprestasi harus menjadi nomor satu dan mengalahkan yang lain, tentu itu adalah pikiran egois yang hanya mementingkan diri sendiri. Lain halnya dengan Auzan, dia yakin bahwa dengan mengajar orang lain bisa membuat dirinya lebih memahami materi dan belajar lebih asyik bahkan bisa membuat mahasiswa yang lain berkesempatan menjadi mahasiswa berprestasi juga. Alasan itulah yang membuat Auzan bertahan dan suka rela mengajar teman – temannya.

Published in Kisah dan Curhat